50

1K 68 10
                                    

"Tzuyu" kata seseorang itu

"Lo." Gue kaget ngelihat seseorang yang duduk di depan kak sehun.

"Kalian kenal?" Kak sehun juga kaget ngelihat gue sama seseorang itu

"Kak,aku pulang dulu. Aku gak enak badan." Gue mau pergi dari situ,tapi tangan gue ditahan sama seseorang itu.

"Tunggu." Kata seseorang itu

"Lepasin tangan gue." Mata gue udah berkaca-kaca

"Han,lepasin tangan tzuyu. Dia kesakitan." Kata kak sehun. Nama seseorang itu adalah Luhan.

"Gak,gue gak akan lepasin dia." Luhan tetep aja pegang tangan gue dengan erat

"Sebenernya ada hubungan apa sih kalian?" Kak sehun mulai curiga sama gue dan luhan

"Dia mantan gue." Kata gue
"Dia pacar gue." Kata luhan

"Hah." Kak sehun kaget dan gak bisa berkata-kata lagi.

Iya,luhan itu adalah pacar gue yang hilang dulu. Yang pernah gue ceritain dulu dan yang kapan itu telpon gue. Sebenarnya berat banget buat nyebut dia itu mantan gue. (Selamat ya,buat kalian yang udah bener nebaknya)

"Lep-"

Belum selesai gue ngomong luhan udah peluk gue duluan. Dia peluk gue di depan kak sehun. Kak sehunnya masih mematung aja,dia masih gak percaya dengan apa yang terjadi sekarang ini.

Gue meronta dan melepaskan tubuh gue dari pelukan luhan. Setelah gue lepas dari pelukan luhan gue langsung tampar dia.

PLAK

Tangan gue bergetar setelah nampar luhan. Pipi yang dulu gue pegang dengan lembut, sekarang berbalik. Gue tampar dia. Sakit,sakit gue ngeliat itu.

"Tzuyu." Kak sehun kaget ngeliat gue tampar luhan.

Habis itu gue langsung lari dari tempat itu. Gue balik lagi ke hotel.

Sesampainya di hotel,gue langsung masuk kamar. Kebetulan saat itu kak jenny sedang gak ada di kamar. Jadi gue ganti password pintunya. Di kamar gue udah nangis sejadi-jadinya.

Orang yang udah lama gue nanti sekarang udah datang. Dia udah ada di depan mata gue. Dia kembali saat gue udah bisa buka hati buat orang lain. Dan yang lebih parahnya lagi,dia masih anggap gue pacar dia. Setelah sekian lama dia pergi dan gak kasih kabar sama sekali sama gue. Boro-boro mau kasih kabar,pamit saat mau pergi aja enggak.

Sekarang dia dateng tanpa rasa bersalahnya. Emang dia gak pernah berpikir perasaan gue selama ini. Selama dia tinggal,apa yang gue rasakan. Dia sungguh tega sama gue.

"GUE BENCI LO LUHAN." Gue masih aja nangisin orang yang telah buat gue kaya gini.

"KENAPA LO BALIK LAGI,SETELAH SEKIAN LAMA GUE NGERASAIN SAKIT HATI GARA-GARA LO. DAN SEKARANG DISAAT GUE UDAH MULAI BUKA HATI UNTUK YANG LAIN DAN MENCOBA LUPAIN LO,KENAPA LO HARUS KEMBALI LAGI. KENAPAAAA." gue teriak-teriak sambil nangis di dalam kamar

Tok tok tok

"Tzu,dengerin aku. Aku mau ngomong sama kamu." Kak sehun berdiri di depan pintu kamar gue. Gue gak sahut ucapan kak sehun.

"Plis,dengerin aku dulu. Kita bisa omongin ini semua dengan baik-baik kan." Kak sehun masih aja mencoba rayu gue untuk keluar dari kamar

Gue makin ngerasa bersalah sama kak sehun. Sebenarnya dia gak salah,tapi kenapa gue malah marah sama dia.

"Buka pintunya." Pinta kak sehun

"Tzu bukain pintunya. Ini kak jenny."

"Dek,buka pintunya. Kakak mau bicara." Kata kak suho

Perjuangan Cinta Oh SehunTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang