Kedelapan Belas

169 3 0
                                        

Clarissa POV

Hari ini adalah hari pertama aku menghadapi tes kerja, beberapa hari yang lalu aku mendapat panggilan setelah melamar pekerjaan di suatu bank ternama di Indonesia, aku gugup ! Jelas saja ini kali pertama aku akan melakukan wawancara. Kemarin aku sempat mengunjungi orang tua ku di desa meminta doa restu tentunya orang tua ku sangat mendukung apapun jalan yang aku pilih selama itu masih dalam jalur yang benar. Mereka tak pernah menyuruhku untuk menjadi apa yang mereka inginkan biar aku sendiri yang menentukan jalan hidup ku kata Ayahku saat itu.

Aku ingat pesan ayahku yang bercerita tentang bagaimana masa muda nya dulu, walaupun ayah ku sekarang hanya buruh di pabrik kecil tapi ayah ku orang yang hebat dan pemberani, dulu ia selalu berkelana ke berbagai kota berpindah pekerjaan dari pabrik satu ke pabrik lain oleh karena itu banyak perusahaan yang menyukainya dikarenakan pengalaman bekerja yang cukup banyak. Aku diberikan tips dan trik untuk melewati tes wawancara pada hari ini. Dan semoga saja aku bisa menjalaninya dengan sebaik mungkin supaya mereka tidak kecewa.

Jam 7 tepat aku sudah siap untuk berangkat padalah dalam perjanjian aku wawancara pukul 8, Pagi ini Ridho akan mengantarku kesana. Aku sudah menunggunya di depan gerbang kos ku.

Hari ini aku memakai setelah kemeja putih dengan rok hitam panjang, dengan rambut yang aku pita separuh dan membiarkan sisanya tergerai kebawah. Beberapa hari sebelum nya aku sudah mencari cari informasi tentang pekerjaan yang aku lamar ini lengkap dengan bagaimana cara menghadapi tes-tesnya, tapi tetap saja rasa gugup menyelimuti pikiran ku, aku menarik nafas dalam dalam lalu menghembuskan nya pelan. Ku lirik jam tangan ku, sudah pukul 7 lewat 10 tapi Ridho belum juga datang huft ! Semakin panik rasanya.

Beberapa menit kemudian aku melirik ke arah samping hahh itu dia !
Terlihat dari kejauhan Ridho mengendarai motor nya mendekat ke arah ku. Begitu ia sampai di depan ku langsung ku cubit bahunya, dia mengaduh lalu seperti biasanya Ridho akan mencari cari alasan supaya aku memaklumi keterlambatan nya kali ini.

Kami pun segera berangkat sebelum aku terlambat, jarak kantornya tak begitu jauh dari kos ku karena memang letaknya di pusat kota. 10 menit kemudian kami sampai, aku turun dari motornya melepas helm lalu membenarkan rambut yang berantakan di terpa angin.

" Udah cantik " kata Ridho yang sedari tadi memperhatikan ku, aku tersenyum.
" Aku gugup "
" Gak usah grogi nanti kamu malah salah tingkah "
" Doain aku ya " aku menyentuh tangan Ridho yang masih memegang stir motor.
" Pasti sayang " dia tersenyum
" Huftt ... " aku merapikan baju, tiba-tiba tubuh ku terasa panas mungkin efek gugup yang berlebihan aku mengatur nafas ku perlahan.
" Yaudah sana masuk aku tunggu di warung sana ya " Ridho menunjuk warung kecil terbuat dari bambu di seberang jalan. Aku mengangguk lalu melangkah masuk kedalam kantor bank itu.

Aku tak ingin menceritakan pengalaman wawancara ku yang pertama, yang jelas aku sudah melakukan nya sebaik mungkin dan untuk selanjutnya aku serahkan pada yang Kuasa. Kalaupun aku belum diberi kesempatan untuk bekerja disini yaa aku akan mencari jalan lain.

~~

Author POV

Selesai wawancara Ridho tak langsung mengantar Clara pulang melainkan mengajak nya nongkrong di cafe favorit mereka. Clara yang menumpang pun hanya mengikut saja kemana Ridho akan membawanya.

Cafe ini adalah favorit mereka berdua, selain dekorasinya yang unik tempatnya pun sangat nyaman tak heran jika banyak pengunjung yang menyempatkan singgah sejenak kesini entah hanya nongkrong bersama kawan atau sekedar mengisi waktu luang. Mayoritas yang mengunjungi cafe ini adalah kalangan mahasiswa, karena harga minuman dan makanan disini bisa dibilang terjangkau ditambah lagi ada fasilitas wifi gratis ya itulah surganya bagi para mahasiswa.

Remember When [SELESAI]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang