Kelima

298 3 0
                                        

Ridho POV

Hari ini aku berhasil memaksanya lagi untuk pulang dengan ku . Walaupun aku masih belum bisa akrab dengan nya tapi aku akan terus mencoba menghancurkan sikap judes nya itu. Semakin dia menolak ku semakin besar juga rasa penasaran ku padanya.

Di pertengahan perjalanan aku mencoba membuka percakapan dengan nya agar dia tak bosan. " Clar , kamu udah makan belum "

" Belum tapi aku gak laper " katanya ketus. Tanpa memperhatikan ku sama sekali. Gadis ini... lucu sekali kalo sedang sebal

" Yaudah kita makan dulu yuk " ajak ku sambil kulirik dia melalui kaca spion. " Gak usah aku mau langsung pulang aja aku capek "

" Maaf aku gak menerima jawaban tidak "

Dia hanya diam saja sepertinya dia semakin kesal kepada ku , tapi aku tak memperdulikan hal itu setelah kulihat ada warung kecil di seberang jalan yang kami lewati aku langsung mengarahkan sepeda motor ku menuju warung tersebut. " Lohh kok berenti disini " protesnya. " Iyalah kan kita mau makan, udah ayok turun " aku melepas helm dan ku tarik tangan nya agar dia tak kabur lalu membawa nya masuk ke warung tersebut.
Dia masih saja cemberut.

" Kamu duduk disini dulu ya tuan putri aku pesenin makan dulu " kataku tapi tak mendapatkan respon apapun darinya. Dia hanya duduk meletakan tas diatas meja dan memainkan gadged.

Setelah memesan makanan aku duduk kembali ia masih asik memain kan gadget.

" Clara ... " ia melirik ku sebentar lalu berfokus pada layar kecil ditangan nya itu.
" Clar... aku disini " dia masih diam
" Clar ada ulet tuh..."
" Gak takut! " jawab nya lugas.
" Clara... ada kecoa "
" Udah dibilangin gak takut ..." dia tetap kekeh menatap ponselnya.
" Clara... ada ... aku " kata ku lagi.
" Nah itu baru serem " dia terkekeh. Mengalihkan pendangan nya dari hp lalu tersenyum. Aku suka senyum itu

" Nah kalo gitu kan cantik "
" Dihh rayuan maut " dia memukul lengan ku. " Seserem itu ya Clar aku di mata mu ? " aku memperhatikanya dengan seksama, menikmati setiap garis lengkung wajahnya yang indah itu.
" Iya emang kenapa kamu gak terima ? " dia meletakkan hpnya, tangan nya dilipat diatas meja seperti anak tk yang sudah siap menerima pelajaran. Aku tersenyum. " Terima lah, kamu bilang sama temen-temen mu kalo aku tukang laundry aja aku ikhlas kok " dia tertawa, pipinya kini mulai memerah seperti tomat.

~~

Tak lama kemudian makanan yang dipesan pun sudah siap. Pelayan mengantarkan nya di meja kami.

~~

" Kamu kalo lagi ada orang jangan galak-galak napa Clar biar romantis gitu " goda ku.
" Apa.an sih emang aku pacar mu " dia melotot kearah ku.
" Lha mau gak ? "
" Gak ! " jawab nya lugas aku tertawa lagi.

~~

Aku memperhatikan Clara dia memegang sendok dan garpu, tak menyentuh makanannya sama sekali. ia seperti tengah memikirkan sesuatu. " Kenapa Clar kok gak dimakan gado-gadonya ? "

" Emhh dari mana kamu tau kalo aku suka gado-gado ? "

Aku sudah menduga kalau dia akan menanyakan hal itu. Sebenarnya aku mengetahui segala hal tentang Clara melalui Sasa sahabatnya " Apasih yang aku gak tau dari kamu Clar... isi hatimu aja aku tau kok " dia tersenyum lagi. Dan aku suka itu.

" Apa coba ? " dia menantang ku. " Ada aku " dia tertawa. " Sok tau kamu "
" Iyalah tau orang kemarin aku habis nerawang kamu kok ke dukun "
" Masak ... terus dukun nya bilang apa lagi . " Katanya gini... bentar lagi kamu bakalan jadian sama aku "
" Ihh ... itu mah dukun-dukunan mu aja Dho " dia mencubit lengan ku. Kami sama-sama tertawa.

Setelah percakapan itu aku berhasil membuka hatinya, dia mulai banyak bercerita tentang dirinya, Aku bahkan tak bisa mengalihkan padangan ku sedetikpun dari matanya yang indah itu.

~~

Setelah makan siang aku mengantarnya pulang, kali ini di sepanjang jalan kami habiskan waktu dengan saling bertukar cerita,dia ternyata orang yang sangat hangat. Aku suka wanita seperti dia.

Sesampainya di kos dia turun dari motor ku dengan masih bercerita tentang kampung halaman nya.

" Kalo ada waktu kamu harus mampir ke desa ku dijamin kamu suka deh " katanya setelah turun.

" Iya Clar kapan-kapan aku ikut kamu deh ". Ia tersenyum sangat tulus.

" Udah ya aku masuk dulu, makasih udah dianterin " ia melangkah masuk lalu melambaikan tangan.

Aku tersenyum, ku perhatikan tubuhnya hingga hilang di balik pintu.

~~

Jam menujukan pukul 1 siang , kos ku masih sepi karena memang ini belum waktu untuk pulang, karena aku sudah terlanjur tidak masuk ke kelas alhasil aku menghabiskan waktu ku untuk tidur di kos saja.

Aku berasal dari Semarang, kota kecil yang indah sekaligus penuh kenangan entah kenangan manis maupun kenangan pahit, apapun itu selalu ada alasan bagiku untuk merindukan Semarang, kota kelahiran ku.

Sejak kecil aku ingin sekali merantau atau pergi ke tempat yang jauh agar aku lebih tau dunia luar. Aku suka mengunjungi tempat-tempat baru dan aku sangat menyukai suasana baru ku disini.

Ku hempaskan tubuh ku di spring bed, sejak tadi bayangan wajah Clara berputar-putar di kepalaku, baru sebentar saja aku sudah rindu dengan nya, ku ambil ponsel ku dan mencoba menghubungi nya.

To Clarissa

" Hai Cantik "

Beberapa saat kemudian dia membalas pesan ku.

" Apasih ngrayu mulu "

" Kamu lagi ngapain ? "

Mulai saat itu dia sudah mau membalas pesan-pesan ku, aku harap dia sudah membuka hatinya untuk ku.

~~

Remember When [SELESAI]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang