Clarissa POV
Jam 16.45 saatnya pulang !
Yyee... akhirnya ! Tidak ada yang lebih menggembirakan selain waktu pulang kuliah. Aku merapikan buku memasukan nya kedalam tas.
" Aku duluan ya Sya " aku berdiri. " Aduh yang mau pulang bareng gebetan nya semangat bgt sih " celetuk Tasya, " Ssttt... berisik " aku menutup mulutnya. " Duluan ya Rin " aku melambaikan tangan pada Rina yang masih asik bermain hp. " Iya Clar hati-hati ".
Aku keluar kelas dan seperti biasa Ridho sudah menunggu disana. " Hei..." sapa ku. Dia menoleh ke arahku. Kami berjalan beriringan, " Laper ? " aku menggeleng. " Langsung pulang berarti ? " aku mengangguk. " Clar leher mu ntar sakit loh ngangguk-ngangguk terus " dia terkekeh. Aku mengangguk lagi, menahan tawa. " Duhh boneka ku satu ini gemesin banget " dia mencubit pipiku.
Kamu juga gemesin Dho, kalo liat kamu bawaan nya pengen meluk batin ku dalam hati.
~~
Sampai di depan kos aku turun, perhatian ku langsung tertuju pada sesuatu yang menggantung di pintu gerbang. Setangkai tunga tulip merah, Aku mengambilnya. " Buat kamu Clar ? " tanya Ridho. " Gak tau... " aku membuka kertas yang terdapat di bunga tersebut.
For my little angel Clarissa ❤️
" ckk ... bandel " dengus ku.
Aku menutup kertas itu lalu berjalan menuju tempat sampah dan membuang nya. " Lohh kok dibuang ? " Ridho keheranan, ekspresi muka ku berubah sebal. " Gpp gak penting " . " Dari siapa ? "
" Biasalah ..."
" Clara suka bunga tulip ? " Ridho mengalihkan pembicaraan.
" Mendadak gak suka "
" Tau gak filosofi bunga tulip merah itu apa ? " aku menggeleng.
" Cinta dan kasih sayang, mungkin yang ngirim bunga itu sayang banget sama Clara "
" Biarin aja, aku gak suka "
Lalu kamu gimana ? Apa Ridho gak sayang Clara ?
" Kalo yang ngasih aku , masih gak suka ? " aku menggeleng lagi menampilkan senyum terbaik ku.
" Nah gitu donk... tapi sekarang aku gak bawa bunga bawanya ini " ia mengeluarkan sesuatu dari dalam tasnya. Coklat !
" Buat aku ? " dia mengangguk. " Terima kasih " Aku menerimanya dengan senang hati, " Lucu ada pitanya " tambah ku.
" Yaudah sana masuk " dia mengusap kepala ku. Aku mengangguk.
" Dahh... " aku melambaikan tangan dan masuk. Di bibir kami sama-sama mengembangkan senyum.
~~
" Clara... ada yang nyariin kamu tuh " suara Sasa berteriak dari luar. Aku tengah sibuk berkutat dengan tugas kuliah , " Iya ..." aku bangun membuka pintu kamar. " Siapa Sa ? " dia menggeleng lalu masuk ke kamar nya. Apa Ridho ya perasaan kita gak janjian.
Akhirnya dengan sangat malas aku pun keluar dan mendapati Fandi disana, ia sedang duduk di teras. " Ada apa Fan ? " tanya ku begitu sampai di luar. Dia langsung berdiri membenarkan bajunya. " Kamu lagi sibuk ? " aku mengangguk. " Mau ngajakin kamu keluar sebentar ". Aku melirik jam yang terpasang di ruang tamu kos ku. Sudah jam 7 malam dan dia mau mengajak ku keluar ? .
" Kemana ? " tanya ku basa-basi. " Taman Pelangi " ia tersenyum. " Tapi aku lagi ngerjain tugas, dan ini udah malem "
" Sebentar aja Ra " ia meraih tangan kanan ku. " Tapi..."
" Sebentar... aja please sekali aja Ra " pintanya. Huh orang ini tak tau diri ! Aku memutar bola mata ku berfikir, " Yaudah... tapi sebentar aja " dia langsung tersenyum girang,
" Aku masuk dulu mau ganti baju " dia mengangguk, aku langsung masuk ke kamar ku. Sebenarnya aku malas pergi dengan nya tapi ya sudahlah sekali-sekali menuruti dia.
Aku memakai baju seadanya lalu kubalut jaket parka supaya hangat, memakai jeans dan sepatu. Aku langsung keluar menemuinya, " Ayok " ia malah mematung melihat ku . " Kenapa ? "
" Cantik " katanya. Tidak... aku tidak tergoda dengan kata-katanya, Aku tersenyum sekedar menghargai pujiannya.
~~
Ia membawa ku ke taman pelangi Jogja lokasinya berada di museum Jogja kembali, disana ada banyak lampion lampion indah berwarna warni jam yang paling tepat untuk mengunjungi nya memang di malam hari.
Dia mengajak ku berkeliling menikmati lampu lampu yang berwarna warni dengan berbagai bentuk itu. Andai saja Ridho yang mengajak ku kesini pasti aku senangnya bukan main.
" Ayok duduk dulu Ra, aku beliin minum yang hangat ya biar kamu gak kedinginan " aku mengangguk menurut saja apa katanya. Ia berjalan menjauh, aku memperhatikan keadaan sekitar ramai sekali disini. Tepat di bangku sebelah ku ada dua anak remaja mungkin masih sma tengah duduk bercerita kesana kemari sesekali mereka tertawa bersama. Emhh romantis sekali ... Aku tersenyum memperhatikan gerak gerik mereka.
" Ini Ra, " suara Fandi membuyarkan imajinasi ku ia membawa 2 gelas minuman hangat satunya ia berikan padaku. " Terima kasih "
" Diminum ... " perintah nya, aku mengangguk, ku dekatkan minuman itu ke hidung ku heemm moccacino . Dia ternyata masih hafal apa yang aku suka.
Aku menghirup aroma coklat dan kopi yang membaur menjadi satu,
" Kamu masih kaya dulu Ra "
Aku menoleh padanya yang duduk tepat di samping ku. " Suka banget nyium bau coklat " dia tersenyum.
" Kamu masih inget minuman kesukaan aku "
" Pastilah... semua tentang kamu selalu aku inget "
" Tapi kamu gak inget ngabarin aku " celetuk ku, sedikit nyengir
" Aku berusaha Ra "
" Aku lelah menunggu usaha mu Fan "
" Jadi sekarang Clara nyerah ? "
" Aku tidak menyerah Fan, aku sudah kalah dari dulu " . Ia terdiam begitu juga aku, suasana hening menyelimuti kami.
" Izinkan aku kembali Ra meskipun itu sulit, meskipun hatimu telah jadi milik orang lain "
" Kalau kau tau hatiku milik orang lain kenapa kamu memaksa mengambilnya ? Jangan mencuri Fan aku tidak suka "
" Aku tidak mencuri, aku hanya meminta milik ku "
" Sejak dulu itu memang bukan milik mu berhentilah berharap " aku berdiri, berjalan menjauhinya. Aku tak suka terjebak dalam percakapan seperti tadi.
" Aku mau pulang " kataku setelah ia berdiri menyusul langkah ku. " Ya sudah " dia menurut lalu membawa ku pulang. Di jalan kami masih terdiam jauh di dalam hati aku ingin sekali berbagi cerita dengan nya seperti dulu, tapi hatiku selalu punya alasan untuk menolak.
Aku lemah Fan aku bukan Clara mu yang dulu lagi ...
~~
Waktu berjalan sangat lambat, 30 menit kemudian sampailah aku di kos, aku turun membuka helm. " Terima kasih " ucapku singkat. " Selamat malam peri kecil ku " ia mengusap kepala ku, aku hanya tersenyum lalu segera masuk. Aku tak suja dia selalu bersikap manis padaku tapi aku tak punya alasan untuk melarang nya...
" Clar itu tadi siapa ? " tanya Sasa yang tiba-tiba muncul dari balik pintu masuk, " Si Fandi " jawab ku singkat. " Hah ? Fandi yang dulu kamu cerita in itu ? " aku mengangguk. Dia membuntuti ku sampai di kamar, " Terus terus ? Kamu balikan sama dia Clar ? "
" Balikan apasih Sa, jadian juga enggak " aku melepaskan jaket menggantung nya di tembok langsung merebahkan tubuh ku di kasur. " Lha terus kamu kok jalan sama dia ? "
" Ahh gak tau Sa, aku capek mau tidur aja ". Aku tengkurang kututupi kepala ku dengan bantal. " Yaudah deh kalo gak mau cerita " ia memanyunkan bibirnya.
" Besok aja Sa aku capek gitu aja ngambek sih "
" Iya iya, yaudah kamu tidur aja aku balik dulu "
Dasar Sasa si kepowerss...
~~
Setelah Sasa pergi aku banyak melamun, ku ambil kotak musik yang Ridho hadiahkan dulu ku putar tuasnya pelan-pelan, suara musik mengalun indah membuat suasana hatiku sedikit membaik. Aku langsung teringat dengan Ridho
Dia lagi apa ya sekarang ?
Aku mengambil hp hendak menghubungi dia namun aku hapus lagi hingga 3x dan akhirnya aku tak jadi menghubungi dia.
Ahh sudahlah mungkin dia lagi sibuk.
Pikir ku saat itu.
~~
KAMU SEDANG MEMBACA
Remember When [SELESAI]
Fiksi RemajaKita adalah dua manusia yang tak sengaja bersama~ Selamat menikmati 💕 Jangan lupa vote 🤗
![Remember When [SELESAI]](https://img.wattpad.com/cover/126412617-64-k53112.jpg)