Lembar Baru

129 3 0
                                        

Author POV

Adam terus menggandeng tangan Clara semenjak mereka memasuki kawasan wisata pantai Greweng. Perasaan takut dan juga khawatir menyelimuti perasaan Clara, sampai sampai dia tak sadar kalau sedari tadi tangan kanan nya sudah dicuri laki-laki disebelahnya.

" Kenapa kita kesini ? " tanya Clara penasaran. Matanya beredar memperhatikan sekeliling pantai itu, hari ini libur tak heran jika kawasan pantai Greweng ramai pengunjung.

" Cantik kan pantai nya ? " Adam melempar senyum pada Clara tapi gadis itu malah mengerucutkan bibir tanda sebal. " Kenapa ? " tanya Adam lagi.

" Kita pulang aja yuk " Ia menarik genggaman tangan mereka, tak mau melanjutkan jalan nya lagi. " Kok pulang sih Ra kan baru aja sampek "

" Aku mau pulang aja... "
" Ngapain pulang, itu tuh liat pantai nya bagus tuh ada pohon nya juga ada air nya " goda Adam sambil cengengesan.
" Ahh gak mau aku " yang digoda malah semakin merajuk, ia menghentak kan kakinya bagai anak kecil yang sedang marah minta dibelikan mainan baru.

" Kenapa emang ? Takut keinget sesuatu... ? " Adam menyenggol bahu Clara beberapa kali, berniat menggodanya. Lengkungan senyum di bibir Adam berubah menjadi seringai tajam yang semakin membuat sebal gadis disamping nya itu.

" Enggak enggak kok " yang dituduh pun mengelak salah tingkah.
" Hayoo... masih berani gak lama-lama disini ? "
" Ayok siapa takut " sanggup Clara congak. Ia melanjutkan kembali jalannya lebih dekat ke arah bibir pantai. Adam tersenyum penuh kemenangan melihat tantangan nya terpenuhi.

Mereka berjalan menyusuri garis pantai dengan genggaman tangan yang enggan terlepas bagai sepasang kekasih baru. Sesekali debur ombak menyambut kaki-kaki mereka,berbagi sejuknya air laut. Clara menikmati setiap jejak langkah yang ia tinggalkan dibibir pantai itu, pikiran nya melayang bebas di angkasa walaupun tubuhnya masih terbungkam di sisi Adam. Mereka berjalan menuju pondok kecil yang sengaja disediakan oleh pengelola wisata pantai Greweng untuk pengunjung yang datang.

" Aku masih gak tau kenapa kamu ngajakin aku kesini " tanya Clara. Kini mereka tengah duduk bersebelahan di pondok kecil itu bentuknya semacam gardu jaga malam yang biasa terdapat di kampung-kampung namun dalam versi mini. Sebagian besar terbuat dari bambu yang dianyam rapi kecuali atap nya yang terbuat dari tembikar, bagian temboknya dibiarkan tertutup separuh sehingga aliran udara dapat leluasa keluar masuk menyapa para pengunjung yang tengah duduk disana. Mereka berdua duduk bersebelahan bersandar pada dinding paling belakang pondok, menghadap ke arah pantai.

" Duhh kamu ini Ra dari dulu gak peka-peka " Adam mengacak-acak rambut Clara gemas.
" Terus apa ? " tanya nya polos.
" Tanya aja sama diri kamu sendiri " gelagat Adam tidak peduli.
" Ihh... kok gitu sih "
" Lha terus gimana ? "
" Kasih tau alasan nya dong ..." untuk kedua kalinya Clara mengerucutkan bibir nya manja.

" Yaudah sini " Adam menarik tubuh Clara agar lebih dekat dengan nya lalu menyuruh gadis itu untuk bersender di pundak nya. Heran. Hanya itu yang ada dikepala Clara saat ini,

Ia hanya menurut saja sambil menunggu kelanjutan kalimat Adam.
" Gimana perasaan kamu sekarang ? "
Clara memutar bola matanya seolah sedang mengingat sesuatu.
" Biasa aja " jawabnya polos sambil menegakkan kepalanya seperti semula.
" Sini dulu " protes Adam sambil menarik tubuh Clara lagi, bersandar.
" Apasih Dam... " katanya ikutan memprotes.
" Seriusan gimana perasaan kamu sekarang ? "
" Ya... aku sih biasa aja "
" Udah gak sakit hati lagi ? "
" Kok jadi ngomongin sakit hati sih " ia melirik mata Adam menengadah.

" Aku ngajakin kamu kesini buat ngetes kamu "
" Ngetes aku ? " kini ia memberontak lagi untuk bangun.
" Iya... " Adam mengangguk " Kamu harus bisa menghadapi kenyataan Clara, biar lebih kuat gak lari terus "
" Aku juga gak lari kok "
" Tapi kamu menghindar kan ? Waktu aku ajakin kesini kamu langsung minta pulang "
" Bukan berarti aku belum ikhlas Dam, aku gak mau inget2 aja "
" Sama aja Clara "
" Sama gimana ? " Clara menyilangkan kedua tangan nya kesal.

Remember When [SELESAI]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang