Seberapa jauh aku memperjuangkan nya jika memang setiap langkahnya adalah satu tahap untuk menjauh dari ku lalu aku bisa apa ?
Clarissa POV
Untuk hari ini dan seterusnya tetap sama atau mungkin akan terus sama aku masih saja sendirian menjalani hari-hari melelahkan di kantor dan tanpa Ridho. Kami berhubungan lewat pesan Whatsapp jika sempat itupun aku yang selalu rewel minta dibalas secepat mungkin.
"Aku egois ? Tentu tidak kalian belum pernah berada di posisiku jadi jangan kira kalian tau apa yang aku rasakan "
Lambat laun aku sudah mulai terbiasa dengan hari-hari seperti ini, aku bisa mengendalikan perasaan ku sendiri, aku mencoba mengerti apa yang Ridho jalani itu memang murni untuk masa depan kita bersama, aku tau belum tentu kami akan bersama selamanya tapi apa salah nya jika aku menemaninya berjuang toh besok dengan siapa dia akan menikmati kesuksesan nya itu semua aku serahkan padanya, aku tak berharap lebih dari semua ini.
Aku mulai belajar untuk tidak merepotkan orang lain lagi seperti dulu yang ingin diantar kemana saja. Aku juga belajar bagaimana melampiaskan rindu ke hal lain dan itu semua aku lalui bukan dengan mudah. Aku mendapatkan banyak dukungan dari sahabat-sahabat dekat ku dulu dan sahabat baru ku sekarang di kantor.
Sudah genap 10 hari aku bekerja di Bank Semesta, banyak perubahan yang aku alami disana aku juga banyak menemukan teman baru sahabat baru yang membantu melupakan kesedihan ku. Pengalih perhatian kala aku rindu dengan Ridho. Aku juga memahami kalau Ridho tak selalu bisa membalas pesan-pesan ku.
Dia adalah Linda teman satu kantor, jabatan nya sebagai teller disana, saat itu dia juga sebagai pegawai baru selisih 2 hari dengan ku. Linda asli Jogja dulu satu kampus dengan ku, dia mengambil jurusan akuntasi tak masalah baginya jika harus bekerja sebagai teller toh juga halal katanya padaku sewaktu kita berkenalan. Aku menyukai pribadinya yang ramah, hangat dan sopan cara berbicara sedikit banyak membantuku mengenali karakteristik nya. Kulitnya hitam manis dengan postur tubuh yang hampir ideal, rambutnya sedikit keriting dan selalu kuncir keatas.
Selain Linda aku juga dekat dengan beberapa karyawan disana walaupun waktu awal masuk hanya orang-orang tertentu saja tapi sekarang aku sudah lumayam bisa berinteraksi dan menyesuaikan diri dengan lingkungan ku saat ini. Tapi tetap saja gandengan ku kemana-mana ya Linda itu, maklum lah aku hanya bisa dekat dan akrab dengan satu orang saja.
Dunia kerja memang tak seperti apa yang aku bayangkan, dulu saat kuliah tak begitu terlihat bagaimana persaingan antar sesama teman tapi disini siapa yang lemah akan mudah dijatuhkan aku tidak menakut-nakuti kalian tapi memang begini adanya. Persaingan di dunia kerja jauh lebih berat dimana kamu melakukan kesalahan sedikit saja maka posisimu bisa direbut oleh orang lain. Jangan harap ada toleransi karena masih banyak orang yang menginginkan berada di posisimu dan mereka siap menerkam mu kapan saja kamu lengah.
Disana aku belajar banyak dari Mbak Lia yang senantiasa membimbing ku, dari teman-teman yang lain dari Bu Mira yang sabar menasehatiku. Jujur saja waktu minggu pertama aku bekerja, aku merasa tidak nyaman dan ingin keluar saat itu juga, karena waktu itu banyak yang membicarakan ku padahal aku merasa tidak ada yang salah dengan ku. Tapi seolah mereka selalu mencari-cari celah untuk membicarakan ku di belakang, beberapa kali aku mendengar kabar yang tak enak berlalu lalang memenuhi pikiran ku.
Yang katanya aku punya kenalan buat masuk kesini, ada juga yang mengatakan bu Mira itu adalah kerabat ku sehingga aku bisa leluasa bekerja disini ada juga yang mengatakan aku sok kenal dan sok baik karena bisa dekat dengan manajer sekaligus dekat dengan mbak Lia mengingat dia adalah senior disini yang jarang orang bisa berteman dekat dengan nya.
Lalu apa salah ku ? Mereka saja yang sibuk mencari obrolan untuk menambah aset dosa mereka. Jangan kira jika mereka berpendidikan tinggi maka mereka juga berkualitas ya memang mereka pandai tapi dalam segi attitude sekedar ijasah perguruan tinggi saja tak akan cukup membuktikan.
KAMU SEDANG MEMBACA
Remember When [SELESAI]
Ficção AdolescenteKita adalah dua manusia yang tak sengaja bersama~ Selamat menikmati 💕 Jangan lupa vote 🤗
![Remember When [SELESAI]](https://img.wattpad.com/cover/126412617-64-k53112.jpg)