Siang ini matahari bersinar terik menyilaukan mata udara panas menyambut langkah kaki gadis dengan rambut panjang yang di ikat rapi keatas menampakkan jenjang leher nya yang mulai berkeringat. Ia berjalan tergesa gesa menuju kantor baru nya, setelah menaiki angkot yang berdesakan dipenuhi oleh penumpang yang hendak pergi ke tempat tujuan masing-masing.
" Duhh telat gak ya " desis gadis itu, ia mempercepat langkah nya menuju kantor yang jaraknya tinggal beberapa meter lagi. Ia membenarkan baju serta menyapu rok hitam nya yang terkena debu dari angkot tadi. Jalanan kota Jogja memang selalu ramai oleh kendaraan yang berlalu lalang memadati setiap ruas jalan, asap kendaraan bermotor bercampur menjadi satu dengan debu yang berterbangan di bawa angin. Membuat orang-orang yang melewati jalan tersebut terpaksa harus memakai masker demi menjaga kesehatan mereka.
" Permisi pak Rahmat, saya Clara karyawan baru di Bank Semesta saya mau nanya pak, kalau mau masuk biasanya karyawan sini lewat pintu yang mana ya ? " tanya Clara pada seorang pria berseragam satpam dengan nama Rahmat yang tertulis di bagian kanan baju nya yang tengah berdiri di ambang pintu masuk kantor tersebut.
Satpam itu menanggapi pertanyaan Clara dengan sopan dan mengantarkan nya memasuki ruangan yang hendak ia cari. Mereka melewati beberapa koridor dan pintu di kantor tersebut. Di sepanjang jalan satpam yang berseragam rapi itu banyak mengajak Clara bicara panjang lebar membuat gadis itu sedikit lupa akan rasa canggung menghadapi hari pertamanya bekerja.
" Silahkan mbak duduk dulu disini nanti saya panggilkan ibu Mira " perintah Pak Rahmat sopan, tangan nya mempersilahkan Clara untuk duduk di kursi tunggu. Sementara pak Rahmat berjalan menuju ruangan Bu Mira manager nya sekaligus orang yang akan membimbing Clara selama masa percobaan disini.
Clara duduk dengan lega ruangan ber AC itu cukup dingin untuk membuang semua hawa terik matahari yang membakar kulitnya. Ia mengedarkan pandangan nya ke seluruh ruangan gedung itu. Kantor barunya cukup besar dan luas, ada beberapa koridor di dalam gedung berlantai satu ini. Beberapa saat kemudian ketika ia tengah asik memperhatikan interior gedung ini suara pak Rahmat membuyarkan lamunan Clara.
Pak Rahmat datang bersama Bu Mira, mereka berjalan hampir berbarengan.
" Ini Bu yang karyawan baru tadi " katanya sopan, pada wanita paruh baya itu. Bu Mira adalah manager disini wajahnya terkesan tegas ditambah riasan make up yang tebal menutupi beberapa bagian keriput yang mulai tampak di beberapa area wajahnya. Kalau dikira-kira mungkin umurnya sekitar 40 tahunan, walaupun begitu nada bicara nya tetap sopan dan halus khas orang Jogja.
Setelah memperkenalkan diri Bu Mira mengajak Clara berkeliling kantor . Di sepanjang perjalanan mengitari gedung itu Clara mencoba bersikap tenang untuk menutupi rasa gugup dan juga takut di dalam hatinya maklumlah baru pertama kali. Bu Mira bisa membaca raut kecemasan yang terpancar di raut wajah Clara, oleh karena itu sedari tadi dia berusaha bersikap santai supaya tidak membuat karyawan barunya itu takut.
Dari perbincangan itu Clara mengetahui bahwa Bu Mira memang berasal dari Jogja asli ia sudah bekerja disini sejak masih muda oleh karena itu sekarang jabatan nya sudah tinggi. Bu Mira juga bercerita bahwa ia memiliki 2 orang anak laki-laki, suaminya meninggal sewaktu anak pertamanya masih Sd karena penyakit jantung. Clara kagum sekaligus mendapatkan banyak pelajaran hidup dari wanita itu, ia bisa bertahan menghidupi kedua anaknya sendirian. Bahkan anak pertamanya kini sedang duduk di bangku kuliah.
Clara tak tau kenapa inti pembicaraan mereka melenceng ke arah kehidupan pribadi Bu Mira, tapi sebagai anak buah ia hanya mangut-mangut menurut saja apa yang dikatakan oleh atasanya itu.
Satu jam berlalu mereka telah selesai mengitari setiap inchi kantor Bank Semesta, bu Mira menyuruh salah satu karyawan nya yang sudah cukup senior untuk mengenalkan Clara pada tugas-tugas yang akan di kerjakan nya kedepan. Wanita itu bernama Julia, panggil mbak lia aja katanya ramah. Umurnya sudah 35 tahun tapi wajahnya masih terlihat muda, dari gaya bahasanya Clara bisa menangkap bahwa selera humor wanita ini cukup bagus tapi ia seolah sedang bersikap judes kepada Clara. Maklum lah anak baru biasa ditindas dulu ...
KAMU SEDANG MEMBACA
Remember When [SELESAI]
Fiksi RemajaKita adalah dua manusia yang tak sengaja bersama~ Selamat menikmati 💕 Jangan lupa vote 🤗
![Remember When [SELESAI]](https://img.wattpad.com/cover/126412617-64-k53112.jpg)