" Aku mau pulang Dam " kata Clara setelah mereka berdua masuk kembali kedalam kamar inap rumah sakit itu. Adam mengerti bagaimana perasaan Clara pasti dia sangat bosan hanya diam saja duduk lalu tiduran lagi melewatkan jam demi jam yang berlalu terlebih lagi ia sekarang sedang menjauhkan diri dari hp nya.
" Aku tanya dokter dulu ya " Adam tersenyum lalu menyuruh Clara untuk menunggunya disana, raut wajah gadis itu berubah bahagia seperti seorang anak kecil yang diberi hadiah oleh ibunya. Clara hanya rindu melakukan aktivitas seperti biasanya jika semakin lama ia terkurung disini semakin sulit pula ia menata kepingan kepingan hati nya yang telah patah.
Clara tak berniat melupakan, ia hanya ingin berusaha ikhlas dengan apa yang baru saja terjadi. Clara tau ini ujian untuknya dan juga Ridho meski hanya ia sendiri yang merasa sakit.
~~
Jam 12 siang Clara sudah diperbolehkan pulang oleh dokter, katanya kondisinya sudah mulai membaik dan memungkinkan untuk pulang. Clara sangat senang mendengar kabar itu meskipun konsekuensinya ia harus membawa oleh-oleh sekresek obat-obatan yang baunya sangat ia benci.
Sampai di kos ada Linda dan juga Fandi, mereka berdua datang karena Adam yang menelfon. Tentu Clara sudah melarang hal itu tapi bukan Adam namanya kalau dia tidak bisa melakukan apapun yang ia mau.
Mereka bertiga berkumpul sejenak sebelum membubarkan diri. Linda harus kembali bekerja karena dia mengambil jatah istirahat begitu juga Fandi. Dan Adam entahlah dia mungkin akan kembali ke rumahnya.
Kini tinggal Clara sendirian di ruangan kamar nya itu. Ia termenung kesedihan kembali merenggut gurat senyum dibibirnya yang sempat merekah beberapa menit yang lalu. Clara masih terngiang kata-kata Linda yang dibisikkan ketelinga nya sebelum pulang tadi.
" Ridho nyariin kamu kemaren dia ke kos sama ke kantor dan tadi dia balik kantor lagi Clar "
Linda juga tau persis apa yang dikatakan nya, Dia hanya ingin Clara bahagia dengan memikirkan ulang apa yang ia lakukan kepada Ridho. Linda ingin Clara mengklarifikasi masalah nya dengan Ridho biar hatinya bisa lebih tenang. Tapi untuk Clara, hatinya belum siap maju ia masih ingin menikmati sayatan kecil yang digoreskan oleh pria itu. Pria yang sangat disayanginya.
Beberapa kali Clara berniat menghidupkan ponsel nya yang sengaja dimatikan sejak kemarin tapi tak jadi. Hatinya masih ragu belum siap menerima kenyataan penjelasan Ridho.
Ia meraih kembali kotak musik biru muda itu. Kembali memainkan lagu yang semakin lama semakin terdengar parau tapi masih enak untuk dimainkan. Hatinya kembali ragu mengingat sudah terlalu banyak yang Ridho berikan padanya. Apakah semudah itu ia akan melupakan ?
Ada bagian kecil di hatinya yang meminta untuk kembali tapi ada sebagian lain yang meminta pergi.
~~
Clarissa POV
" Clara ada yang nyariin kamu diluar "
" Siapa ? "
" Gak tau " teriak Silvi teman satu kos ku. Aku langsung berdiri melepaskan headset lalu berjalan keluar. Tanpa berfikir panjang siapa yang akan mencariku jam segini.
" Ridhoo... " aku terbelalak mengetahui siapa yang tengah duduk di teras kos ku. Dia yang aku hindari seharian kemarin dan sekarang dia ada di depan ku tanpa perlawanan apapun untuk bisa kabur lagi. Mungkin ini saatnya aku menghadapinya.
" Clara kamu kemana aja aku nyariin kamu, hp kamu kenapa aku hubungin gak bisa kemaren ditelfon di wa gak bales " melihat ku membuka pintu dia langsung berdiri, pundak ku dicengkramnya kuat-kuat. Aku masih diam mataku mulai berkaca-kaca.
" Kamu kenapa Clar ? " desak nya lagi namun kini suaranya lebih halus. Aku menatapnya nanar, tak ada kata yang sanggup keluar karena setiap penjelasan nya adalah alasan air mata ku terjatuh. Aku masih belum bisa mengeluarkan sepatah katapun padanya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Remember When [SELESAI]
Novela JuvenilKita adalah dua manusia yang tak sengaja bersama~ Selamat menikmati 💕 Jangan lupa vote 🤗
![Remember When [SELESAI]](https://img.wattpad.com/cover/126412617-64-k53112.jpg)