Dia itu... Tampan.

151 4 0
                                        

Seseorang langsung nyelonong ke dalam lingkaran briefing yang tengah berlangsung beberapa menit yang lalu. Semua mata langsung tertuju pada sosok pria itu, tubuhnya tinggi mungkin sekitar 170 cm kulitnya kuning langsat ia memakai baju putih dengan lengan sedikit ditekuk keatas sampai batas siku. Ibu Mira melirik jam yang menempel di pergelangan tangan kirinya, sudah 15 menit terlambat Bu Mira memang tidak menyukai ada karyawan yang terlambat. " Adam kamu tunggu disana dulu nanti saya panggil kalo udah selesai briefing "

Pria yang dipanggil bu Mira dengan nama Adam itu langsung menunduk dan berjalan menuju ruangan yang di tunjuk oleh bu Mira. Clara sempat melirik mata nya yang dilirik pun juga melihat, seketika pandangan mereka bertemu. " Dia tampan " bisik Clara dalam hati. Linda yang berdiri di sebelahnya menyenggol tangan Clara beberapa kali, mengkode ingin berbicara pada nya. " Ganteng ya Clar " bisiknya lirih.

" Ssssttt " balas Clara, sebenarnya ia juga setuju dengan pernyataan Linda itu . Linda masih tersenyum-senyum sendiri memperhatikan Adam yang sedang berdiri beberapa meter dari forum briefing kami. Linda memang begitu suka centil kalo liat cowok ganteng.

Setelah briefing dibubarkan para karyawan bersiap keposisi masing-masing. " Mbak Ratna aku mau ambil berkas yang ketinggalan dulu ya nanti kalau dicari bu Mira mbk " kata Clara pada mbak Ratna, teman se shift dan sedivisi nya yang hendak menuju meja kerja mereka.

" Oke Clar " katanya sambil tersenyum mengiyakan. Clara langsung berjalan menuju ruangan arsip mencari berkas yang ketinggalan dan harus di selesaikan hari ini juga. Para karyawan tengah sibuk mempersiapkan diri mereka masing-masing sebelum bank dibuka, biasanya akan langsung ramai begitu satpam membukakan pintu masuk. Clara langsung mengambil berkas berkas yang diperlukan lalu segera berjalan kedepan menuju meja kerja nya.

Hari yang sibuk pun siap dimulai.

~~

Jam istirahat telah berlangsung 5 menit yang lalu tapi Clara masih sibuk dengan dokumen nya, jari jemarinya menari nari diatas keyboard pc menyalin setiap data dari berkas-berkas kedalam komputer. " Clara gak mau makan dulu ? " tanya Linda yang langsung duduk di kursi customer yang terletak tepat di depan Clara.

Yang dipanggil pun tak mengalihkan padangan nya dari layar pc di depannya. " Hai Clara " sampai-sampai Linda gemas dan menggoyang goyang kan tubuh gadis yang mengacuhkan nya itu. " Aduh aduh apasih Lin ..." Clara menghentikan aktivitasnya langsung melotot ke arah Linda, dia bukan nya takut malah cengengesan.

" Ayok makan laper tau " Linda langsung berdiri menarik lengan sahabatnya untuk segera berdiri. " Bentar bentar Lin pelan-pelan " protes Clara. Ia segera berdiri meninggalkan kursi yang di duduki nya menarik papan nama yang bertuliskan istirahat ke atas meja. Clara mengikuti langkah kaki Linda yang terburu-buru seperti sedang ngejar maling menuju loker karyawan.

Kami biasanya akan membeli makan di warung-warung dekat kantor atau membawa bekal dari kos jika sedang hemat, Clara dan Linda sama-sama tidak pernah makan di kantin keduanya tidak suka suasana kantin yang dipenuhi dengan celotehan karyawan lama yang setiap hari kerjaan nya menambah kuota dosa mereka.

Paling mereka berdua pergi ke kantin jika sudah sangat kepepet atau lagi males keluar kantor.

" Makan di kantin yuk Clar " ajak Linda, mata Clara membulat heran ia menatap sahabat nya itu yang sedang mengunci pintu loker sehabis mengambil bekal makan. " Kamu sehat ? " Clara menutup loker nya juga setelah mengambil kotak bekal, ia menempelkan punggung tangan nya ke dahi Linda. Berpura-pura seperti seorang dokter yang sedang memeriksa pasien nya, karena merasa diejek Linda langsung menepis punggung tangan Clara dari dahinya.

" Apasih sehat tauu " Linda memanyunkan bibirnya beberapa centi. " Terus ? Tumben ke kantin ? " Clara masih belum mengerti maksud sahabatnya itu mengajak makan dikantin.

Remember When [SELESAI]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang