Di gerombolan selanjutnya aku mendapatkan pertanyaan yang sama masih tentang kedekatan ku dengan Adam. Hah ! Sungguh menyebalkan mereka semua. Hawa dingin ac yang berderu diruangan itu tak terasa sejuk tapi malah sesak, hingga beberapa menit kemudian malaikat penyelamat ku pun datang. Aku langsung menghamburkan diriku mendekatinya.
" Linda... " aku langsung berlari kecil ke arah Linda yang baru datang, ia sedikit kebingungan melihat keadaan sekitar diruangan loker karyawan tersebut. " Ada apa nih ? "
" Ini aku bagi-bagi bakpao "
" Kamu beli dari bapak yang kemaren ? " aku mengangguk.
Kami berjalan menuju loker tapi pandangan Linda terpaku pada laki-laki yang sedari tadi berdiri di dekat loker nya, memang loker ku Linda dan juga Adam bersebelahan. Laki-laki itu terlihat sibuk memainkan ponselnya.
Aku memilih duduk di kursi panjang yang biasa aku dan Linda duduki ketika merapikan make up. Kursi itu terletak tak jauh dari barisan loker karyawan. Aku sudah tak peduli lagi dengan tatapan sinis karyawan lama yang sedari tadi memperhatikan ku.
" Permisi " kata Linda yang membuyarkan aktivitas Adam. Linda tersenyum ke arah Adam dan dia pun membalas senyum nya, " Ohh iya maaf " katanya mengerti kalau dia sudah menghalangi jalan Linda lalu berjalan dan duduk di sebelah ku. Dalam hati aku mengumpat tak karuan kenapa manusia ini terus saja mengekor ku. Ia seperti tak peduli bahwa kami sudah dijadikan tontonan massal.
Aku bertingkah seolah tak ada orang disamping ku. Duhh pasti gosip gosip panas mulai berkicau. Aku merutuki diriku sendiri. Bahkan mungkin Linda pun bingung dengan sikap Adam barusan ia aneh ya memang sangat aneh menurut ku. Setelah Linda selesai memasukan barang-barang nya ia langsung duduk di sebelah ku. Aku mencoba bersikap biasa ke Linda tapi sepertinya dari tatapan matanya ia ingin menanyakan sesuatu. Kami duduk bersebelahan aku ditengah tengah antara Adam dan Linda.
" Clarissa... " panggil nya saat aku tengah asik ngobrol dengan Linda. Aku memang bermaksud mengacuhkan nya tentu saja aku tak mau menjadi gosip hangat pagi-pagi. Sepanjang percakapan Linda malah mencuri curi pandang ke arah Adam terus menerus. Aku menoleh ke arah suara yang memanggil ku.
" Panggil Clara aja Dam, ada apa ? " aku berusaha tersenyum walaupun dalam hati yang paling dalam aku merasa sangat kesal sekali. " Aku ada coklat tadi mau aku kasihin ke adik ku tapi lupa nih buat kamu aja " ia menyodorkan sebatang coklat yang diberi pita berwarna pink kepada ku. Membuat aku dan Linda sama-sama terkejut. Aku menerimanya dengan ragu-ragu. " Dia mau ngasih coklat ke adik nya ? Yang bener aja dikasih pita pula " aku bergumam dalam hati.
" Ohh... beneran gpp buat aku ? " tanya ku meyakinkan, aku ingin sekali menolaknya tapi aku gak punya alasan yang tepat. " Iya gpp kok dari pada meleleh ntar " .
" Oke makasih " kata ku sambil tersenyum simpul, aku berusaha menyembunyikan raut heran, cemas dan apapun itu yang kurasa campur menjadi satu. " Aku masuk dulu ya " katanya, aku mengangguk lalu dia berjalan menjauh. Sungguh drama pendek yang bagus dijadiin tontonan.
" Clara kamu udah kenalan sama Adam ? Pake ngasih coklat lagi " kata Linda sedikit berbisik.
" Aku gak tau Lin tadi pagi tuh ya dia tiba-tiba duduk di sebelah ku terus ngajaki ngobrol gitu terus pas aku masuk dia ikutan, ngajakin aku kenalan sampek diliatin banyak orang tau Lin aku malu " cerocos ku panjang lebar memberikan clarifikasi kepada Linda. Dia hanya mengangguk angguk mendengar penjelasan ku.
" Jangan-jangan dia naksir kamu Clar " tebak nya asal-asalan.
" Ahh kamu mah ngaco baru juga kenal udah naksir-naksiran "
" Ya siapa tau Clar di tv-tv gitu kok, duh pupus sudah harapan ku dengan aak Adam " Linda berekspresi seolah-olah dia tersakiti. Aku refleks tertawa langsung ku tepuk pundak nya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Remember When [SELESAI]
JugendliteraturKita adalah dua manusia yang tak sengaja bersama~ Selamat menikmati 💕 Jangan lupa vote 🤗
![Remember When [SELESAI]](https://img.wattpad.com/cover/126412617-64-k53112.jpg)