Ridho masih memperhatikan wajah gadis itu sedih.
" Bisa Clara ? " tanya nya lagi meyakinkan. Clara mengangguk matanya sembab.
" Clara pasti gpp disini percaya ya sama Ridho ? "
" Iya aku percaya sama kamu " jawab Clara mantap, ia menegakkan kepalanya menghadap Ridho.
Ridho mencoba tersenyum sebisa mungkin walaupun hatinya juga hancur ia telah berjanji pada dirinya sendiri tidak akan membuat Clara menangis tapi kini ia harus menyaksikan gadis yang sangat dicintainya menangis dan dia tidak bisa melakukan apa-apa.
Untuk beberapa saat mereka terdiam, menata hatinya masing-masing.
" Sekarang Clara masuk ya istirahat dulu udah malem " kata Ridho halus.
Clara masih menunduk lalu menganggukan kepalanya. " Hati-hati Dho " balasnya. Ia berbalik masuk ke dalam kos nya, langkah nya terasa berat menjauhi Ridho.
Ridho terus memperhatikan Clara hingga tubuhnya hilang dibalik pintu baru dia menyalakan motornya untuk pulang. Pasti dia menangis lagi pikir Ridho dalam hatinya.
~~
Clarissa POV
Aku masuk kamar dengan langkah gontai, ku lemparkan tubuh ku ke atas kasur seenaknya. Aku melamun meski sudah tidak menangis lagi tapi pikiran ku masih tertuju pada Ridho.
" Clar ..." beberapa saat setelah itu Sasa masuk ke dalam kamar ku yang memang belum dikunci. Aku tidak menghiraukan nya walaupun ia menatap ku penuh iba. Sasa duduk di sebelah ku, ia membelai rambut ku pelan.
" Sabar ya Clar " hanya kata itu yang terucap dari bibirnya. Aku bangun memposisikan diriku untuk duduk, tatapan ku masih kosong kedepan.
" Saa... " aku menarik nafas berat " kenapa semua ninggalin aku " tambah ku. Sasa menunduk ia mendekatkan tubuhnya ke arah ku, lalu ia meraih kepala ku bersandar di bahunya. Tak ku rasa air mataku jatuh lagi.
" Kita gak pergi kok Clar kita selalu disini sama kamu " terdengar Sasa terisak rupanya ia juga ikut menangis. " Kita kan selalu ada dihatimu " sambungnya. Sasa mengelus rambut ku.
" Tapi kenapa ? Kalian pergi Ridho juga pergi " aku rasakan bulir air mata ku jatuh semakin derasnya membentuk sungai kecil di pipiku.
" Kita bakalan sering jenguk kamu disini kok Clar, gak usah sedih ya kalo ada apa-apa hubungin kita aja " aku masih terus terdiam dalam tangis ku.
" Apalagi Ridho dia gak mungkin ninggalin kamu sendirian disini "
" Tapi dia juga bakalan pergi " aku mengelap pipiku yang basah.
" Kamu sayang kan sama Ridho ? " tanya nya padaku. Aku menjawab dengan anggukan kepala.
" Nah harusnya Clara bisa bantuin Ridho buat ngejar cita-citanya dukung impian nya dia, kalo Clara sedih nanti Ridho juga jadi ikutan sedih " aku diam meresapi perkataan Sasa, memang benar adanya kalau seharusnya aku mendukung setiap cita-cita Ridho dia sedang berjuang untuk masa depan nya.
" Tapi aku belum siap Sa, tiap hari kita bareng kemana aja kita selalu bareng terus gimana besok aku jalanin hari tanpa dia lagi ? aku takut Sa lingkungan disana bikin Ridho berubah aku gak mau dia berubah " aku melepaskan pelukan Sasa, air mata ku masih deras mengalir.
" Clara percaya kan sama Ridho ? " aku mengangguk. " Kalo emang Ridho itu juga sayang sama kamu dia gak akan kaya gitu tadi " Sasa terlihat menghapus sisa air matanya.
" Terus kalo dia berubah berarti dia gak sayang sama aku ? "
" Iya " jawab nya singkat. Aku menghapus lagi aliran kecil yang membasahi pipiku itu. " Terus aku harus relain Ridho ? Kalo dia gak sayang sama aku ? " tanya ku lagi.
KAMU SEDANG MEMBACA
Remember When [SELESAI]
Teen FictionKita adalah dua manusia yang tak sengaja bersama~ Selamat menikmati 💕 Jangan lupa vote 🤗
![Remember When [SELESAI]](https://img.wattpad.com/cover/126412617-64-k53112.jpg)