Seharusnya cerita ini telah berakhir, aku sudah tidak sanggup meneruskan nya lagi. Semua begitu hambar tak ada lagi yang bisa aku ceritakan karena tokoh yang ada di cerita ini sudah pergi. Ia memilih jalan lain yang bukan aku sebagai tujuan nya. Dan aku ? Aku tidak tau lagi sampai kapan bisa merelakan nya.
~~
Dddrrrttt...ddrrtttt... alarm ponsel ku berderit dengan merdunya. Belum bada beberapa detik aku sudah bangun dan meraihnya menscroll laman ig yang dipenuhi orang-orang penuh pencitraan sambil menunggu kesadaran ku benar benar kembali.
Deg.
Mataku menajam melihat pemandangan di depan ku. Adam memposting foto bersama seorang perempuan cantik berhijab dan hanya berdua, tanpa diberi caption apapun. Seketika pikiran ku melayang jauh ke belakang mengingat kembali apa yang pernah kita lalui bersama.
" Kenapa rasanya sakit..." batin ku dalam hati. Seharusnya aku sudah biasa saja saat ini tapi entah mengapa hatiku berkata lain. Apa aku yang menyangkal.
Ddrrttt... drrrtr... berikutnya notifikasi dari Ridho bermunculan. Hari ini kita janjian untuk ke pantai mumpung hari libur. Ia mengucapkan sapaan sayang yang mulai terasa hambar di hatiku sambil mengingatkan untuk bersiap karena ia akan menjemput ku 1 jam lagi.
~~
Aku sudah berdiri di depan gerbang menanti Ridho, seperti biasa dia selalu tepat waktu.
" Pagi sayang " sapanya.
" Pagi..." balasku sedikit tersenyum.
Aku langsung naik ke motornya sambil mengenakan helm.
" Kamu gak bawa jaket ? "
Aku menjawab dengan menggelengkan kepala, Ridho menengok dari spion motornya.
" Panas loh... ambil jaket dulu sana "
Aku mendengus sambil menepuk bahunya kesal lalu dengan langkah tegas ku berjalan masuk kos lagi tanpa melepas helm ku. Terdengar suara tawa Ridho setelah nya.
Lima menit kemudian aku kembali sudah mengenakan jaket lengkap dengan masker nya. Lalu beranjak naik lagi.
" Yukk "
" Pegangan dong "
Aku melingkarkan tangan ku ke perut Ridho. Aku bisa melihat seuntai senyum dari kaca spion nya.
" Okee... siap siap pegangan yang kenceng ya "
" Hihhh " aku mencubit perut nya, dia tersentak lalu mengomel padaku.
Aku suka caranya berbicara seperti itu.
~~
" Aku mau ke kamar mandi dulu ya Dho udah kebelet nih dari tadi " kataku. Kita berdua baru sampai di pantai Baron setelah 3 jam perjalanan yang cukup panjang sekaligus menyenangkan. Aku sudah menahan buang air kecil sedari tadi karena tidak ada pom bensin di sepanjang jalan mendekati pantai.
" Yaudah sana buruan "
Aku langsung berlari ke kamar mandi.
" Ehhh...Clar ... " Ridho menarik tangan ku.
" Apasih keburu bocor nih "
" Tuhh... " dia melirik kearah kepala ku.
" Hheeheehh maap lupa " dengan gaya khas cengar cengir ku, aku melepas helm yang ternyata masih bersarang di kepala ku.
" Dasarr... kebiasaan " gumam nya.
~~
Aku berlari tunggang langgang mencari letak toilet berada sambil memperhatikan sekeliling.
" Ahh itu dia "
Begitu terlihat tulisan "toilet 2000" aku langsung menuju kesana.
Setelah selesai dengan urusan buang-buangan, aku keluar. Pandangan ku langsung tertuju pada laki-laki yang berdiri tak jauh dari tempat ku berpijak. Aku mengenali dia.
" Claraa " sapa nya.
" Ehh... Adam " aku masih tak percaya akan bertemu lagi dengan nya. Sedikit ada rasa bahagia dalam hatiku. Sedikittt saja...
Bukanya kita tak boleh terlalu berharap pada keadaan. Mungkin saja ini cuma kebetulan
" Udah lama ya kita gak ketemu "
Aku tersenyum, sesekali memandang ke arah lain. Aku tak berani menatap matanya, karena yang dia lihat pasti hanya kesedihan.
" Emhh... iya kamu kemana aja ? " lidahku kelu, aku tak bisa bertanya sesuatu yang lebih dari itu atau mungkin memang aku tak berhak. Sudah cukup. Aku tak ingin membenarkan harapan-harapan ku lagi.
" Aku p..."
Ddrrtttt...ddrrrrttt...
Ponsel ku berdering panggilan masuk dari Ridho.
" Dam... aku "
" Dicariin Ridho ? "
Aku tersenyum kecut.
" Yaudah sana "
" Byee " Adam tersenyum. Aku berlari kecil. Senyum itu masih sama malah lebih manis dari sebelum nya. Entah kapan terakhir kali aku melihat senyum itu. Rindu ? Tentu. Tapi logika ku berkata tidak! Tidak lagi. Sudah cukup.
Aku berjalan menuju tempat parkiran, di setiap langkah kecilku otak ku seakan terus memutarkan kejadian beberapa menit yang lalu. Seperti film yang habis diulang ulang. Semua perasaan itu seketika luluh,benteng yang aku bangun begitu kuat nya hancur dengan secuil sapaan saja.
" Lama banget sih Clar " keluh Ridho. Aku hanya cengar cengir lalu menggandeng tangan nya. " Yuk " kataku. Seperti biasa dia akan mengerut kan dahinya seperti orang tua. Hahaha Ridho memang selalu seperti itu...
~~
Mantan selalu di kait kait kan dengan istilah move on dimana seseorang berhasil melupakan orang yang dulu bersamanya setelah berpisah. Lalu apakah move on juga berlaku bagi dua orang yang tidak saling terikat namun mencintai dan lalu berpisah ? Apa itu juga bisa disebut mantan ? Atau move on ? ...
Sudahlah pikirkan sendiri. Aku sedang tidak ingin membahasnya, nyatanya ini sangat konyol bahkan aku bisa patah sebelum berkembang. Mungkin ini juga dirasakan oleh kalian-kalian juga bukan ? Sudahlah mengaku saja nasib kita sama.
Hanya perlu sedikit mengikhlaskan saja, siapa tau mendapat yang lebih baik ? Iyakan ?
Sudah sudah berhenti basa basi nya mari kita lanjutkan cerita yang tak pernah ada habisnya ini.
~~
" Kamu diem terus "
" Enggak tuh biasa aja "
" Emhh yaudah deh terserah..." ia kesal, tingkah ku sedari tadi memang rada aneh. Jujur aku penasaran mengapa Adam bisa ada disini lalu dengan siapa ? Sejak kapan dia suka ke pantai ?.
" Tuh kan diem lagi "
" Ehh... enggak sayang... aku lagi mikir itu " aku memegang tangan nya.
" Itu apa ? " raut wajah Ridho masih kesal.
" Mikir semut ku di kos duhh pasti belum makan " aku cengengesan. Ridho mencubit pipiku gemas.
" Ihhh dasar kamu tuh "
" Aduhh aduhh sakit tau " aku menghempaskan tangan nya.
" Biarin aja "
" Iya iya maaf "
" emhh " dengusnya
" Masihh aja "
" Masih apa ? "
" Masih ganteng " aku nyengir lagi menggoda Ridho.
" Ehh Clar sebenernya yang cowok siapa sih ? " dia mengerutkan dahinya.
" Kamu lah " aku ikutan.
" Lha trus kenapa yang doyan ngrayu kamu ya "
" Ahahahah " aku tertawa. Memang benar katanya aku selalu yang jahil menggodanya.
" Ihhh gemes dehh " Ridho mencubit pipiku lagi. Dan seperti biasa aku akan marah-marah kepadanya.
Aku suka membuat dia gemas padaku, aku suka memarahi dia dan aku juga suka saat dia menatap ku sinis dengan wajah lugunya itu. Terkadang aku sulit membedakan mana cinta mana kagum dan mana sayang. Semuanya sama persis. Hanya berbeda sedikit saja.
Kalau saja aku tau pasti aku bisa lebih bijak aku bisa mengambil keputusan.
Aku tau jika dalam hidup kita diberi ujian dulu baru mendapatkan pelajaran. Sekarang pelajaran seperti apa yang akan aku dapatkan dari semua kisah ini...
~~
Hayy hayy my silent reader thanks you udah mampir 😊🤗 jangan lupa vote ya 🤗
Dan jangan lupa ikuti terus ceritanya 🤗
Maaf kalo lama 😂 semoga kalian sabar ya 😂 sesabar Clara mencintai Ridho eakk 😂
Dan jangan lupa follow instagram ku juga @frishavs ditunggu 💕💃
KAMU SEDANG MEMBACA
Remember When [SELESAI]
Ficção AdolescenteKita adalah dua manusia yang tak sengaja bersama~ Selamat menikmati 💕 Jangan lupa vote 🤗
![Remember When [SELESAI]](https://img.wattpad.com/cover/126412617-64-k53112.jpg)