Kamar yang bernuansa biru langit ini adalah kamar dari pemilik seorang gadis yang masih berada dalam tidurnya. Bae Irene.
Saat ini keadaan nya sudah lebih membaik dari pada sebelumnya. Ya karena Irene sempat meminum obat penurun panas agar deman nya cepat menurun.
Padahal ia belum sama sekali memasukkan makanan sedikit pun. Tetapi ia tetap meminum obat tersebut. Dan sekarang suhu badan nya tidak terlalu tinggi seperti tadi pagi.
Irene beranjak dari tempat tidur setelah ia terbangun dari tidurnya. Ia berniat mengambil air mirenal yang berada di dapur.
Namun langkah nya terhenti saat mendengar bel apartemen nya berbunyi tanda bahwa ada seorang tamu. Irene langsung melihat ke arah layar monitor kecil yang tertera di tembok guna untuk melihat siapa tamu tersebut.
Dan tamu nya adalah seseorang yang Irene rindukan selama ini. Terlihat sekali senyuman bahagia yang tergambar jelas di wajah cantiknya.
Walaupun ia sedang sakit, namun tak memungkiri bahwa tamu tersebut yang membuat nya saat ini bahagia.
Lantas Irene berjalan menuju pintu dan langsung membukanya. Terpampang seorang wanita paruh baya yang mirip sekali dengan dirinya.
"Eomma! " seru Irene yang langsung memeluk ibunya itu.
Sudah sejak lama ia tak bertemu dengan ibunya. Irene sangat merindukan ibunya ini. Terakhir mereka bertemu disaat liburan musim panas itu pun sudah dua tahun yang lalu.
Selama ini ibunya menetap di kota Beijing, mengikuti sang suami. Ayah tiri Irene. Irene yang memang terlahir di Seoul dan besar di Seoul, ia tidak mengikuti ibunya yang pindah setelah menikah dengan ayah tirinya.
Irene berfikir jika ia harus bersikap dewasa dan mandiri. Maka dari itu ia tak ikut menetap di Beijing bersama ibunya.
Sedikit cerita bahwa kedua orang tua Irene sudah lama berpisah di saat Irene berumur lima tahun. Di saat saat nya Irene membutuhkan kasih sayang dari kedua orang tuanya.
Dan hari ini adalah hari dimana kedua manusia ini saling menyalurkan perasaan rindu mereka satu sama lain. Ibu dan anak adalah suatu moment yang paling bahagia di muka bumi ini.
Sama hal nya dengan Irene, ia sangat bahagia sekali bisa bertemu kembali dengan ibunya.
"Aigoo, mengapa kau pucat sekali sayang" ucap Ibunya setelah melepas pelukan mereka.
Rasa sakit hati Irene telah menghilang begitu saja saat melihat wajah senyum ibunya. Ia sudah melupakan kejadian tadi malam yang membuat nya kembali sakit hati.
Dan hawa tubuhnya pun saat ini lebih membaik, begitu pula dengan kepala nya yang tidak terasa pusing seperti tadi pagi.
Kedatangan ibunya adalah sumber kesembuhan bagi Irene. Ia sangat bersyukur masih bisa bertemu kembali dengan ibunya.
"Ahh aku tidak apa apa ibu"
"Apa kau sakit hm? "
"Hanya tubuh ku saja yang merasa tak nyaman, tetapi sekarang sudah membaik karna ibu datang menemui ku"
"Aku bahagia sekali ibu" lanjut Irene memeluk ibunya.
"Aigo aigo Putri ku sama sekali tidak berubah ya"
Ibunya langsung membalas pelukan Irene dan mengelus rambut lurus putrinya tersebut.
Irene mempersilahkan ibunya menuju ruang tengah. Sembari membawa barang ibunya yang berupa koper dan berbagai macam plastik.
Ibunya yang baru saja duduk langsung beranjak kembali menghampiri Irene yang berjalan kearah ruang dapur.
"Irene, ibu tadi menyempatkan membeli makanan kesukaan mu"
"Huh? Ibu membelikan ku"
Irene terkejut karna ia tak pernah mengira jika ibunya masih mengingat makanan kesukaan Irene. Dan itu membuat Irene langsung melihat beberapa plastik yang ia bawa tadi.
"Ibu masih mengingatnya. Ini makanan yang biasa kita makan dulu ibu"
"Terima kasih ibu. Aku sangat menyayangimu" lanjut Irene yang langsung mendapat senyuman dari ibunya sembari terkekeh.
◐
Mobil yang melaju dengan kecepatan stabil. Membelah jalanan kota Seoul di siang hari ini. Dan sepertinya Pemilik mobil ini sedang terburu Buru. Ia menambahkan lagi kecepatan mobil yang ia kendarai.
Ya Mino sudah tak sabar untuk bertemu dengan gadis yang ia pikirkan dari tadi. Senyuman nya selalu terpampang di wajahnya saat mengingat wajah cantik Irene.
Tak butuh waktu lama untuk sampai di tempat tujuan Mino. Apartemen Bae Irene. Ia langsung memasuki gedung bertingkat ini setelah memparkirkan mobilnya.
Mino berjalan menuju lift sembari membawa paper bag. Ya tadi ia menyempatkan untuk membelikan Irene makanan dan buah buah an. Karna saat ini Irene sedang sakit.
Ting!
Lift terbuka saat sampai di lantai lima. Tempat Irene berada. Lantas Mino melangkahkan kakinya keluar dari lift dan mencari nomor apartemen Irene yang di berikan dari Siwon.
Matanya selalu jeli melihat ke arah nomor nomor yang tertera di kanan kirinya. Dan saat menemukan apartemen Irene, Mino terdiam sejenak.
Menetralkan detak jantung nya yang tak karuan. Entah kenapa ia sangat gugup sekali bertemu dengan Irene. Tetapi ia menutupi rasa kegugupan nya tersebut dengan senyumannya. Dan Mino langsung menekan bel apartemen Irene.
"Mino?"
To Be Continued
Voment nya dong jangan lupa yaa :)
Berharga banget voment kalian😅
KAMU SEDANG MEMBACA
Perfect (✔)
RomanceFor many years holding a flavor without the knowledge of their loved ones, telling the distance of those who had never met until they we're reunited❤ ~Bae Irene & Song Mino~
