Meet

643 88 29
                                        

Angin malam menerpa wajah anggun gadis ini. Ia berjalan menyusuri jalanan yang hanya di terangi dengan lampu jalanan. Sepi.

Beberapa menit yang lalu ia baru menyelesaikan pekerjaannya di kantor, ya lembur.

Sehingga ia ketinggalan bus untuk sampai dirumah. Jalan satu satunya adalah ia harus berjalan kaki di tengah nya malam dan sepi ini.

Ia melirik jam ditangan kirinya, jarum jam sudah menujukkan pukul 23:00 KST.

Sudah seharusnya dia sampai di apartemen daritadi namun apalah daya jika ia ditakdirkan untuk berjalan kaki.

Irene membuang nafas dengan kasar sambil menundukkan kepalanya melihat kedua sepatunya yang mengikuti langkah kaki.

Ia lelah berjalan cukup jauh, dan kaki nya juga merasa lecet karna ia memakai sepatu yang berhak tinggi.

Langkahnya terhenti, Irene membuka kaitan sepatu nya dan melepasnya dari kaki nya.

Ia menenteng sepatunya sambil berjalan tanpa memakai alas kaki.

Tohh siapa juga yang mau lihat ia seperti ini, bahkan hari sudah larut malam tak ada orang sama sekali di sepanjang jalan.

Tak lama kemudian Irene merasakan pipi nya basah. Apa dia menangis?

"Heii air apa ini" gumam Irene.

Dan lagi tangan nya juga mulai merasakan rintikan air. Apa ini air hujan?

Rintikan demi rintikan mulai membasahi tubuh Irene. Irene yang sudah mulai panik harus berteduh dimana.

Ia melihat sekeliling tetapi tidak ada sama sekali tempat untuk berteduh, hanya ada pepohonan di sisi kanan kirinya.

Dengan terpaksa ia sedikit berlari agar tidak kehujanan namun semua sudah terlanjur. Tubuhnya sekarang basah kuyup karna guyuran hujan yang tiba tiba deras.

Remang remang Irene melihat cahaya di depan nya. Berharap itu adalah taksi atau semacamnya yang bisa membawa nya pulang kerumah.

Cahaya tadi berasal dari mobil hitam yang secara mendadak berhenti di hadapan Irene.

Lantas Irene melihat nya sebelum ia melanjutkan berlari kecilnya.

"Heii masuklah" sapa orang itu menyuruh Irene masuk kedalam mobil.

Irene mengernyitkan dahinya. Bingung. Mengapa ia disuruh masuk? Siapa orang ini? Apa ia mau diculik?

Beberapa pertanyaan muncul dibenak Irene yang membuat mobil itu membunyikan klakson nya.

Tanpa babibu lagi Irene memasuki mobil tersebut. Mengambil tempat di samping kemudi.

Saat ia melihat ke kirinya. betapa terkejutnya dia. Jantung nya kembali berdetak tak karuan. Darah nya kembali berdesir.

Matanya masih melihat ke arah sampingnya. Irene tersenyum simpul.

Damn

'Apa ini mimpi?' batin Irene tetap dengan posisi awalnya.

"Pakailah jaket ku dulu, kau basah kuyup" ucap orang itu sembari memberikan jaketnya pada Irene.

"Dimana rumahmu? " tanya orang itu tanpa melihat ke arah Irene.

"Ha-hh di de-pan sana ada perti-gaan belok ke ka-kanan"

Gugup. Irene sangat gugup pasalnya ia berbicara secara langsung dan secara dekat bersama pria yang selama ini ia pendam perasaannya.

Song Mino.

Hening menyelimuti mereka di dalam mobil ini. Mino yang masih tetap fokus dengan kemudinya sedangkan Irene ia hanya menatap hujan yang turun di balik jendela sesekali ia melirik ke arah Mino dengan tersenyum simpul nya.

Mobil Mino berhenti tepat di depan lobby apartemen Irene. Irene melepas sabuk pengamannya dan langsung membuka pintu mobilnya setelah mengucapkan terima Kasih pada Mino.

"Terima Kasih Tuan Mi-no"

"Panggil saja Mino"

"Ahh iya Mi-Mino"

Irene langsung bergegas masuk ke dalam gedung itu lalu ia memasuki lift untuk sampai ke apartemennya.

"Ternyata dia tinggal di apartemen" gumam Mino setelah Irene memasuki gedung itu.

Mino menancapkan gas mobil nya meninggalkan tempat itu. Ia langsung menujukan mobilnya ke apartemennya. Ia juga baru selesai bekerja karna pekerjaan yang numpuk sehingga ia pulang selarut ini.

Dan tak disangka Mino bertemu lagi dengan Irene. Ia melihat Irene berlari kecil dengan keadaan basah kuyup karna hujan yang turun derasnya.

Dengan hati nurani nya Mino mengajak Irene untuk mengantarkan perempuan itu pulang. Ia tahu jika Irene ketinggalan bus dan harus berjalan kaki menuju apartemennya.

Heol? Apa mungkin Mino mengikutinya?

"Huhff" hembusan nafas Irene setelah ia memasuki kamarnya.

Ia langsung memasuki kamar mandi karna ia sudah tak tahan karna kedinginan akibat basah kuyup ini. Tapi tunggu..

"Astagah, jaket nya Mino" pekik Irene sambil melepas jaket Mino yang berada di bahunya.

"Bagaimana ini"

Sejujurnya Irene panik. Ia lupa mengembalikkan jaketnya Mino. Ia malu sekali jika membawa jaketnya Mino. Takutnya ia disangka tak tau diri membawa jaketnya.

"Oke Irene positive thinking aja" batin nya.

"Besok aja mengembalikannya"

To Be Continued

Vote and Comment yaa!

Perfect (✔)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang