For many years holding a flavor without the knowledge of their loved ones, telling the distance of those who had never met until they we're reunited❤
~Bae Irene & Song Mino~
Hari ini adalah hari yang sangat special bagi pasangan ini. Ya, Irene dan Mino akan mengadakan pernikahan mereka. Acara ini di selenggarakan di daerah terbuka. Tepatnya di kawasan pinggir pantai yang di yakini sering di adakan berbagai acara. Termasuk acara pernikahan.
Pohon pohon serta berbagai macam tumbuhan menghiasi daerah ini. Di tambah dengan rangkaian bunga yang terdapat di beberapa sudut untuk menghiasi acara pernikahan serta ditambah dengan lampu lampu yang saling melilit di Batang pohon.
Dan juga di sebrang sana terlihat pantai dengan pasir putih yang menambah kesan keindahan alam ini. Tak lupa dengan suara deru ombak yang saling menyahut dan angin laut yang menerpa kulit para tamu dengan sejuknya.
Kursi kursi dan meja yang telah di baluti dengan kain putih, telah tersusun rapi dengan lilin di atas masing masing meja. Dan sedikit hiasan di bagian tanah, bebatuan dengan kolam kecil yang telah di hiasin oleh lilin lilin yang menerangi. Serta taburan bunga di dalam kolam buatan tersebut.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Tak terlalu banyak tamu yang datang di acara pernikahan mereka. Mino dan Irene memang sengaja memeriahkan acara pernikahan mereka di kalangan keluarga dan kerabat saja.
Malam telah tiba, saat nya acara pernikahan mereka di mulai. Orang tua dari pasangan ini telah menduduki kursi yang di sediakan khusus di paling depan untuk bisa melihat janji suci anak mereka.
Sementara Mino, ia telah berdiri di altar dengan balutan jas hitam dengan rambut yang di tata rapi. Ia menunggu datangnya calon mempelai wanita untuk bersanding dengan dirinya.
Tak lama kemudian, Irene muncul di ujung jalan menuju altar menghampiri Mino. Irene menggandeng paman nya, berjalan bersama menuju tempat Mino berdiri.
Dengan balutan gaun putih panjang dengan pita di belakang dan sedikit terbuka bagian punggung nya. Membuat Irene semakin cantik untuk di pandang.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Mino yang melihatnya sangat takjub dengan kecantikan Irene saat ini. Ia tak heran jika dia tak salah memilih pasangan hidupnya.
Sesampainya Irene di hadapan Mino. Paman dari Irene menyerahkan keponakan nya kepada Mino. Dan Mino dengan senang hati menyambut Irene, menggandeng wanitanya.
Gugup. Irene sangat gugup saat ini, begitu pula dengan Mino yang juga sangat gugup karna harus mengucapkan janji suci di hadapan banyak orang.
Perkataan janji suci dari mulut mereka telah resmi menjadi suami istri yang sah. Semua para tamu bertepuk tangan, ikut merasakan kebahagiaan di antara mereka.
Hal yang ditunggu tunggu para tamu undangan adalah sebuah tradisi melempar bunga ke arah para tamu yang masih belum mempunyai kekasih atau yang belum menikah.
Irene bersiap siap akan melemparkan sebuket bunga ke arah belakangnya yang sudah terdapat banyak para tamu undangan. Dan juga terdapat dari teman temannya sendiri.
Bunga tersebut terlempar ke arah teman nya berdua. Serentak mereka semua melontarkan godaan karna yang mendapatkan bunga adalah sepasang wanita dan pria.
Acara di akhiri dengan pesta meriah. Menikmati malam hari di pinggir pantai dengan hidangan mewah.
◐
Pasangan baru ini sedang duduk santai di balkon kamar mereka. Acara telah selesai dua jam yang lalu. Dan mereka berdua masih menikmati hembusan angin malam yang menerpa kulit mereka.
"Akhirnya harapan ku untuk menikahimu telah tercapai" ucap Mino
"Hmm harapan yang sama dengan ku"
Irene membalas ucapan Mino sembari menyenderkan kepalanya di dada bidang suaminya.
Sedangkan Mino, ia langsung mengelus lembut kepala istrinya dengan sayang. Tak lupa mengecup Puncak kepala Irene.
"Pasti kau lelah, ayo kita beristirahat. Lagipula angin malam semakin berhembus kencang"
Tak ada sahutan lagi dari Irene. Mino yang melihatnya hanya terkekeh karna istrinya telah tertidur di pelukannya. Dan Mino segera menggendong Irene ala bridal style menuju tempat tidur.
Jam juga telah menujukkan tengah malam. Tentu saja Irene sudah mengantuk dan lelah karna acara pernikahan mereka.
◐
Matahari kembali muncul dengan sinarnya yang menerangi bumi. Pagi hari ini di sambut dengan kicauan burung yang saling bersahutan.
Walaupun diluar sana sudah sangat terang, tidak bagi pasangan baru ini. Mereka masih terlelap dengan nyenyak nya.
Hingga Irene yang terbangun duluan. Namun saat ia membuka matanya, yang pertama kali ia lihat adalah Mino. Pria yang sudah menjadi suaminya.
Irene tersenyum kala melihat wajah tidur Mino dengan tenang. Ia berusaha bangun dari tempat tidur, namun sebuah tangan kekar melingkari perut nya. Menahan agar dirinya tidak bangun.
Irene membalikkan badannya menghadapkan langsung ke arah Mino. Dan mengulas senyum saat wajah mereka sangat dekat.
Perlahan tangan Irene membelai pipi Mino. Berharap suaminya tidak bangun. Namun takdir berkata lain, justru Mino mengatakan kalimat yang membuat Irene tersipu malu.
"Aku tau, aku sangat tampan. Tidak usah di pandang seperti itu" ucap Mino dengan mata yang masih tertutup.
Irene mengerucutkan bibirnya kesal. Ia langsung mencubit hidung mancung Mino, agar pria ini tidak bisa bernafas.
Dan benar saja, Mino membuka matanya dengan nafas yang terengah-engah setelah Irene melepaskan cubitan di hidung nya.
"Yaa kau ini, bukannya di beri morning kiss. Malah mendapat cubitan"
Irene terkekeh melihat suaminya yang sedang mengambek. Irene langsung mengecup bibir Mino dengan secepat kilat. Yang membuat Mino tersenyum manis karna mendapatkan morning kiss.