Mino berjalan di koridor rumah sakit, menuju ruangan ibunya Irene yang sedang di rawat. Ibu dari kekasihnya itu harus mendapatkan istirahat yang cukup banyak.
Ibunya Irene mengalami stres karna keterpurukan nya saat masih bersama suaminya. Maka dari itu wanita paruh baya itu harus di rawat inap agar lebih membaik.
Mino yang baru saja mengobati luka lebam nya di UGD, dengan dibantu beberapa perawat. Irene tidak menemani Mino, melainkan kekasihnya itu sedang menemani ibunya di kamar rawat.
Ya Mino tak mempermasalahkan jika Irene tidak menemaninya. Toh Irene harus menemani ibunya dibandingkan dirinya.
Mino membuka pintu ruangan kamar ibunya Irene. Dan terlihat Irene yang sedang duduk di samping kanan tempat tidur.
Terlihat sekali jika ibunya Irene sedang tertidur dengan wajah tenangnya, seperti sudah tak ada lagi beban.
Irene menatap ke arah Mino dan berjalan menghampiri kekasihnya itu yang baru saja duduk di sofa dari ruangan tersebut.
"Mino-ya maafkan aku sudah membuat mu seperti ini" ucap Irene sembari menggenggam tangan Mino.
"Tidak apa Irene, ini juga kemauan ku" balas Mino dengan menggenggam tangan Irene juga.
Irene tersenyum ke arah Mino. Ia sangat merasa bersalah karna membawa Mino ke masalah keluarganya.
"Setelah eomma membaik, kita akan kembali ke Seoul"
Mino hanya mengangguk setuju dengan ucapan Irene. Tak baik juga harus berlama lama di rumah sakit. Di rumah sakit banyak berbagai macam penyakit, takut saja jika tertular penyakit dari pasien lain. Pikir Mino.
"Aku akan keluar sebentar. Membeli makanan untukmu" ucap Mino sembari beranjak dari tempat duduknya.
"Tidak usah Mino. Biar aku saja yang membelinya, kau harus istirahat juga. Karna luka lebam mu masih belum kering" jelas Irene.
Sebelum Mino mengucapkan perkataan nya lagi, Irene dengan sigap berjalan keluar dari kamar rawat ibunya. Menghindari ucapan Mino yang hendak menolaknya lagi.
Dan sekarang Mino hanya berdiri melihat punggung Irene berjalan keluar pintu. Mino hanya menghela nafas sabar.
Mino kembali duduk di sofa sembari memainkan handphonenya. Sesekali ia melirik ke arah ranjang kamar rawat ini.
Melihat ibu dari kekasih nya ini yang siapa tau akan bangun dari tidurnya.
Dan benar saja. Ibunya Irene telah bangun dari tidurnya dan matanya mencari cari keberadaan Irene.
Lantas Mino beranjak dan menghampiri wanita paruh baya tersebut sembari memberikan segelas air putih kepada ibunya Irene.
Wanita ini menerima minuman yang diberikan oleh Mino. Dan tersenyum kala melihat Mino dihadapannya.
"Gomawo Mino-ya"
Mino hanya mengangguk tersenyum mengiyakan ucapan terima kasih dari ibunya Irene.
"Dimana Irene?"
"Dia sedang keluar sebentar eomma"
Wanita ini berusaha bangkit untuk duduk, sehingga Mino membantunya duduk dengan nyaman agar lebih leluasa mengobrol dengan Mino.
"Apa eomma sudah mendingan?" tanya Mino yang telah duduk di samping kanan ranjang.
"Ya lebih baik daripada sebelumnya"
"Syukurlah"
◐
Irene berjalan di atas trotoar jalan Raya. Banyak orang pejalan kaki yang berlalu lalang, sama seperti dirinya.
Hingga Irene menemukan kedai makanan di sebelah kiri jalan. Terlihat sekali kedai itu tidak ramai pengunjung.
Tetapi Irene tetap berjalan menuju kesana. Tidak masalah kedai itu sepi dari pengunjung. Toh hanya tempat makanan ini yang terdekat dari rumah sakit.
Kring
Bel berbunyi karna Irene membuka pintu kedai tersebut. Irene langsung di sambut oleh pemilik kedai tersebut yang ternyata juga menjadi juru masak di kedai ini.
Irene memesan beberapa makanan untuk Mino dan dirinya. Ahh mungkin Irene juga memesan makanan untuk ibunya. Siapa tau ibunya ingin memakannya juga.
Irene menunggu beberapa menit untuk pesanan nya telah siap. Dan akhirnya pesanan Irene telah siap untuk ia bawa ke rumah sakit.
Setelah membayarnya Irene membalikkan badan dan hendak melangkahkan kakinya menuju keluar kedai.
Namun seseorang memanggil namanya, yang dimana Irene harus melihat kearah pemanggil.
"Bae Irene" panggil seseorang tersebut dengan nada sinisnya.
Irene melihat ke arah pemanggil tersebut dengan wajah terkejutnya. Bagaimana bisa seseorang itu datang kembali? Pikir Irene.
Kali ini Irene sangat takut. Tangan dan kakinya berkeringat melihat seseorang itu. Bibirnya juga bergetar tak mampu untuk berteriak.
"Sedang apa kau disini" ucap Irene
Beruntung Irene tidak gugup dengan ucapannya. Ia harus terlihat lebih sinis dari seseorang itu.
Seseorang itu berjalan mendekat ke arah Irene dengan wajah smirk nya. Sedangkan Irene, ia hanya bisa menggenggam kantongan plastik yang berisikan makanan nya.
Seseorang itu semakin dekat dengan Irene. Irene bersiap ingin melarikan diri dari tempat itu. Dan benar saja Irene dengan sigap berlari kencang keluar dari tempat itu, langsung menuju rumah sakit.
Tak peduli tatapan orang orang yang melihat dirinya berlari dengan ketakutan. Yang Irene pikirkan sekarang, bagaimana ia bisa menghindari seseorang itu. Jika perlu tidak bertemu lagi seperti tadi.
To Be Continued
KAMU SEDANG MEMBACA
Perfect (✔)
RomanceFor many years holding a flavor without the knowledge of their loved ones, telling the distance of those who had never met until they we're reunited❤ ~Bae Irene & Song Mino~
