Hari telah berganti. Matahari pagi telah muncul menyinari bumi. Dan Aktivitas sehari hari telah dijalani kembali oleh Irene.
Ya Irene kembali bekerja di perusahaan CS Entertainment, setelah cuti dari pekerjaannya. Pagi ini Irene kembali bersiap siap untuk pergi bekerja seperti biasa.
Dan tentu saja Irene dijemput oleh sang kekasih. Song Mino.setelah mereka menjalin hubungan, Mino bersedia antar jemput Irene kemana pun gadisnya pergi.
Irene telah siap dengan pakaian kerja nya dan tak lupa dengan sedikit polesan make up di wajah cantiknya, agar terlihat lebih menawan. Walaupun wajah nya sudah terlihat cantik tanpa memakai make up. Natural.
Aroma makanan tercium oleh hidung mancung Irene. Membuat dirinya merasa lapar. Ibunya selalu membuat makanan makanan lezat. Tidak seperti dulu, Irene selalu memasak ramyun atau tidak membeli makanan saji di kedai sebelah.
Irene berjalan keluar kamar menuju dapur. Menghampiri ibunya yang sedang berkutat dengan alat dapur. Tak lupa aroma makanan yang selalu tercium di Indra penciuman Irene.
"Eomma" panggil Irene.
Ibunya sibuk dengan masakannya, sehingga ia tak mengetahui jika Irene menghampiri nya. Saat Irene memanggil ibunya, wanita ini langsung mendongakkan kepalanya melihat ke arah Irene yang sudah rapi dengan pakaian kerjanya.
"Omo kau sangat cantik putriku"
Puji ibunya.
Irene hanya tersenyum menanggapi pujian dari ibunya. Memang dirinya sangat cantik setiap harinya. Sama seperti ibunya dulu yang selalu tampil cantik.
"Kajja kita sarapan, pasti kau sudah lapar kan"
"Hm aku sudah sangat lapar saat mencium aroma makanan lezat ini" ucap Irene sembari mendudukkan dirinya di kursi makan.
Ibunya membawa beberapa makanan ke atas meja makan untuk siap di santap.
Ting Tong
Tiba tiba saja Bel apartemen Irene berbunyi Menandakan ada seseorang datang. Siapa lagi kalau bukan Mino. Kekasih Irene yang siap untuk mengantar jemputkan dirinya.
Saat Irene hendak berdiri untuk membuka pintu tersebut. Tiba tiba ibunya mencegah nya dan menyuruhnya tetap duduk.
"Biar eomma saja yang membukanya. Kau makanlah saja dulu"
Ibunya berjalan menuju pintu utama apartemen ini untuk membuka pintu tersebut. Setelah pintu terbuka terpampang jelas seorang pria tampan yang berdiri sembari tersenyum manis kearah ibunya Irene.
"Omo menantu ku. Kau sangat tampan sekali. Ayo masuk dan ikut makan bersama kami hm"
Mino yang memang belum sarapan dari rumah, apa boleh buat makan bersama kekasihnya dan calon mertuanya. Itu lebih menyenangkan dibandingkan ia sarapan di rumah.
Meja makan telah banyak berbagai macam makanan yang di masak ibunya Irene. Padahal hanya sarapan saja, tetapi ibunya membuat makanan banyak seperti ini. Pikir Irene.
Mino dan Irene duduk berhadapan dengan makanan yang ada di hadapan mereka masing masing. Sedangkan ibunya duduk di sebelah Irene.
"Yak! Kenapa kau terlihat kurusan?" tanya Irene tiba tiba memandangi pipi Mino yang tidak lagi berisi seperti dulu, melainkan pipi nya sekarang sedikit tirus.
"Aku han----"
"Apa kau melakukan diet? Mengapa kau tidak makan saja. Aku tak suka jika dirimu melakukan diet. Jika kau kurus seperti ini, aku tak bisa mencubit pipi berisi mu itu lagi. Ahh kau sangat membuatku khawatir"
Irene memotong ucapan Mino dengan berbagai rangkaian pertanyaan yang dilontarkannya. Tak lupa di akhir kalimat wajah Irene memerah karna marah.
Marah? Apa segitunya Irene marah terhadap Mino? Karna hanya terlihat pipi nya yang sedikit tirus? Ohh ayolah Irene sangat khawatir pada kesehatan Mino.
Mino yang sedari tadi melihat wajah Irene yang kesal, ia langsung menarik tangan Irene untuk di genggamnya. Sembari berkata
"Maafkan aku jika itu membuat mu marah. Mulai sekarang aku akan teratur makan" genggaman Mino mengendur dan beralih mengelus pipi Irene.
Ibunya yang berada di samping Irene, melihat sepasang kekasih yang sedang romantisan dengan dunia mereka sendiri. Hingga mereka tak menyadari akan kehadiran ibunya yang selalu mengulas senyum geli karna melihat tingkah lucu sepasang kekasih ini.
"Ehemmm sebaiknya kalian makan cepat, sebelum terlambat pergi ke kantor"
Ucapan ibunya sukses membuat Irene maupun Mino yang langsung melanjutkan kembali sarapan mereka.
15 menit telah cukup bagi mereka untuk sarapan. Dan sepasang kekasih ini hendak pamit pada ibunya Irene untuk pergi ke kantor.
"Eomma terima kasih atas makanan mu. Semua makanan mu sangat enak" ucap Mino.
"Sering sering lah datang kemari. Aku akan memasakkan makanan untukmu"
"Ahh baiklah eomma. Itu sudah pasti aku akan sering datang kemari"
Ibunya Irene tersenyum melihat Mino yang selalu sopan dengan ucapannya dan juga tampan.
"Baiklah eomma, kami akan pergi dulu. Jaga diri eomma baik baik di rumah ya" ucap Irene setelah ia mengambil tas nya.
Irene mencium kedua pipi ibunya sebelum keluar dari apartemennya. Setelah itu, Irene mengalungkan tangannya di lengan kiri Mino. Dan berjalan menuju parkiran mobil Mino.
"Aku berharap setiap hari akan seperti ini. Tak ada lagi beban. Tak ada lagi masalah. Dan selalu melihat eomma tersenyum setiap waktunya" batin Irene
To Be Continued
KAMU SEDANG MEMBACA
Perfect (✔)
RomansaFor many years holding a flavor without the knowledge of their loved ones, telling the distance of those who had never met until they we're reunited❤ ~Bae Irene & Song Mino~
