"Eomma!" teriak Irene.
Irene melihat ibunya yang terduduk di lantai sembari menatap nyalang seorang pria di hadapan ibunya yang hendak memukul ibunya Irene.
Irene berlari menghampiri ibunya sembari langsung memeluknya. Melindungi ibunya dari seorang pria yang di sebut ayah tirinya.
"Mau apa kau kemari? Hah!" bentak pria dihadapan Irene.
"Jangan pernah kau menyentuh ibu ku sedikit pun. Aku akan membawa ibuku pergi dari tempat ini!!" ucap Irene tegas sembari menatap nyalang ayah tirinya.
Matanya memerah, menahan keluarnya air mata. Irene tak sanggup melihat ibunya yang dipenuhi dengan luka di daerah wajah hingga kakinya.
"Tidak bisa! Dia istri ku. Dan dia tak boleh pergi kemana pun!"
Irene yang awalnya duduk dibawah sembari memeluk ibunya yang hanya menangis. Sekarang ia bangkit menatap lebih lekat ayah tirinya dengan tatapan amarah nya.
"Aku anaknya. Aku berhak menentukannya!!" tegas Irene.
"Arrgghh"
Kemarahan ayah tirinya sudah memuncak ingin keluar. Pria ini langsung melayangkan sebuah tinjuan ke arah wajah Irene.
Namun dengan sigap Mino yang sedari tadi berdiri, langsung berlari dan melayangkan tinjuannya ke arah pria ini. Sebelum tinjuan pria ini mengenai wajah Irene.
Ayah tiri Irene tersungkur, akibat tinjuan keras dari Mino. Awalnya Mino tidak ingin ikut campur. Namun setelah melihat pria ini yang hendak memukul kekasihnya, ia langsung menyelamatkan pukulan keras dari ayah tirinya Irene.
Irene hanya bisa memejamkan matanya saat Mino beradu dengan ayah tirinya. Kesempatan untuk dirinya membawa Ibunya keluar dari rumah ini.
Irene langsung membawa ibunya pergi tanpa sepengetahuan ayah tirinya yang sedang di pukul oleh Mino.
Saat setelah Irene membawa ibunya keluar dari rumah, beberapa polisi dan warga berdatangan ke arah rumah ini.
Irene mendudukan ibunya di sebuah kursi panjang yang berada di depan rumahnya. Setelah itu Irene berlari masuk kembali ke dalam rumah dan menghentikan Mino yang sedang beradu itu.
Irene menarik lengan Mino agar menjauh dari ayah tirinya. Dan berjalan keluar dari rumah itu, sembari melihat ke arah Mino yang ada sedikit lebam di wajahnya.
Polisi segera masuk ke dalam rumah itu dan membawa ayah tirinya keluar dengan tangan yang di borgol dan wajah yang penuh dengan lebam.
Ayah tirinya menatap Irene dengan penuh kebencian, saat melewati Irene yang juga menatap tajam.
"Nona, apa ibu mu tidak apa apa"
Seorang wanita menghampirinya dengan ekspresi khawatirnya.
"Ahh tidak apa apa ibu"
"Mending kau bawa ibu mu dan pria ini ke rumah sakit. Ibumu perlu istirahat nona. Dan juga pria ini butuh obat untuk lukanya" ucap seorang wanita ini.
"Baiklah, saya akan membawanya. Terima kasih atas bantuannya, sekali lagi Terima kasih banyak ibu"
Irene membungkuk. Mengucapkan terima kasih pada wanita ini. Wanita ini adalah tetangga ibunya di Beijing. Dan juga wanita ini yang kemarin meminjamkan teleponnya untuk menghubungi Irene.
Bahkan wanita ini menghubungi polisi untuk datang ke tempat kejadian. Kejadian ini adalah sebuah kekerasan dalam rumah tangga. Dan itu termasuk ke dalam undang undang yang di tetapkan.
Mungkin hukuman ayah tirinya sangat berat. Karna kejadian yang ia lakukan sangat kejam.
"Mino-ya, kajja kita ke rumah sakit"
◐
Sebuah cafe yang terdapat di pertengahan kota ini cukup ramai dikalangan masyarakat. Sebab cafe ini sangat identik dengan nuansa warna yang beradu dengan budaya kota ini.
Selain tempatnya yang bersih dan nyaman. Makanan maupun minuman dari cafe ini sangat banyak di gemari para masyarakat di kota ini.
Termasuk dengan perempuan ini, yang sedari tadi sibuk menyantap beberapa makanan yang ia pesan beberapa menit lalu. Perempuan ini sesekali melihat ke arah jam tangan nya yang melingkar cantik di pergelangan tangan kirinya.
Sepertinya perempuan ini sedang menunggu seseorang. Namun hingga detik ini, seseorang yang ia tunggu belum memunculkan Batang hidungnya.
Hingga suara pintu cafe terbuka menandakan ada seorang pengunjung yang datang. Namun seorang ini langsung menghampiri perempuan yang sedari tadi sibuk dengan makanannya.
"Maaf membuatmu menunggu lama Kim Jennie"
Jennie yang awalnya tidak sadar akan kehadiran seseorang yang langsung duduk dihadapannya ini, langsung melihat kearah seorang pria yang tersenyum padanya.
"Ahh tidak juga, kau telat setengah jam Tuan Suho" ucap Jennie
"Tadi aku harus mengurus beberapa pekerjaan yang harus diselesaikan, jadi aku telat untuk datang kemari. Maafkan aku"
"Tidak masalah. Yang penting sekarang kau sudah datang"
Jennie tersenyum kearah Suho begitu pun sebaliknya.
"Terima kasih kau sudah mau membantu ku kemarin" ucap Jennie tiba tiba.
"Ya Terima kasih kembali. Sudah menjadi kewajiban untuk ku membantu sesama haha"
Jennie terkekeh dengan perkataan yang dilontarkan Suho. Sekarang mereka adalah teman yang baru saja kenal beberapa hari yang lalu.
"Sebagai ucapan Terima kasih ku, aku akan mentraktir mu" ucap Jennie terkekeh
"Baiklah, jika itu mau mu"
Mereka tertawa kembali menserukan suasana agar tidak merasa canggung, karna baru berkenalan yang bisa dihitung dengan jari.
To Be Continued
Apa cerita ini semakin kesini semakin membosankan?
Selamat Hari Raya Idul Adha
Bagi yang menjalankannya.
Minal aidzin walfaidzin mohon maaf lahir dan batin yaa semuanya🙏🙏
KAMU SEDANG MEMBACA
Perfect (✔)
RomanceFor many years holding a flavor without the knowledge of their loved ones, telling the distance of those who had never met until they we're reunited❤ ~Bae Irene & Song Mino~
