9

8.7K 398 19
                                        

"Alma dahi kamu kenapa nak?" tanya Bi Lilis pada Alma saat Alma baru pulang sekolah dengan Galang.

"Nggak kok Mama, ini cuman luka kecil kok." Lukanya memang kecil tapi namanya orang tua ya pasti khawatir pada anaknya. Tidak salahkan bila orang tua menanyakan anaknya yang terluka meskipun hanya luka kecil.

"Iya udah kamu mandi dulu, terus makan ya."

Alma mengangguk dan segera masuk kekamarnya. Sementara Galang segera menaiki anak tangga menuju lantai dua.

***

Setelah selesai mandi dan makan. Alma segera duduk dimeja belajar dekat jendela. Tadinya Alma ingin menyalin buku Biologi, tapi ia malah mengingat kejadian tadi, betapa sadisnya Mauren mendorong Alma ke gudang sampai kepala jidat Alma terbentur ke sudut meja dan berdarah.

"Wuy cupu!"

"Cupu!"

"Lo denger gak sih!"

Tanpa Alma sadari, daritadi Galang terus memanggilnya di balik pintu dengan perasaan yang sangat kesal. Namun Alma masih tetap saja melamun dan belum menyadari keberadaan Galang.

Dengan rasa kesal karna Alma tidak menyahut dan tidak menyadari dirinya memanggil Alma berkali-kali. Galang segera membuka sandal dari kakinya dan melemparkan ke belakang kursi.

PLAKK...

"Awws!" Alma meringgis kesakitan begitu benda terbuat dari karet itu terkena pada belakang kepala.

Galang membulatkan matanya dan memukul dahinya sendiri. Mampus gue! Kok malah kena palanya? Padahal gue mau lemparin kekursinya, Galang membatin

Alma segera membalikan tubuh. Dilihatnya Galang berdiri dibibir pintu dengan raut wajah sulit untuk dibaca. "Ga-Galang?"

Galang menjadi kaku, ia menggaruk-garuk rambutnya yang tidak gatal. Tapi dengan rasa percaya diri, ia kembali seperti semula lagi, alias cuek. "Dari tadi gue manggil lo tapi enggak nyaut-nyaut mulu, lo kenapa sih?! Mikirin kejadian tadi gue nolongin lo, iya, kan? Udah, lo jangan pikirin mulu. Nanti malah baper." Entah kenapa dan karna apa, Galang malah berbicara seperti itu padahal ia kesini bukan mau berbicara soal itu.

Alma terdiam membisu ketika mendengar ucapan Galang memerintahkan dirinya untuk tidak memikirkan kejadian tadi. Tapi? Alma bertanya-tanya pada dirinya sendiri kenapa Galang bisa tau bahwa Alma sedang memikirkan kejadian tadi.

Galang baru sadar, ia menjadi perhatian pada Alma. Galang menghela napas kesal dan berkata, "Kalo lo mikirin mulu nanti lo makin stress!" Mengalihkan pembicaraan agar Alma tidak sadar bahwa tadi Galang sedikit memberikan perhatian.

Alma merasa kesal ketika Galang berbicara seperti itu lagi. "Galang mau apa kesini?" tanya Alma.

"Gue kesini mau ngasih buku biologi punya lo yang gue buang kemaren ke tong sampah," jawab Galang menatap buku yang sedang ia pegang.

"Bukunya kan udah enggak berguna lagi," ucap Alma.

Galang memutar kedua bola matanya. "Sebelum lo bilang enggak berguna seharusnya lo liat dulu bukunya! Pas waktu gue buang ke tong sampah," jawab Galang dengan nada tinggi. Galang masih berdiri di ambang pintu, tidak berniat masuk ke kamar Alma. "Nih bukunya bawa dong! Malah diem mulu! Gue pegel nih daritadi berdiri disini mulu."

Alma mengangguk tanpa senyuman sedikitpun. Lantas Alma segera menghampiri Galang dengan kepala menunduk.

Lagi-lagi Galang memutar kedua bola matanya. "Dijawab enggak! Yang ada cuman ngangguk dan sekarang lo berjalan sambil nunduk lagi! gimana nanti kepala lo nubruk dagu gue lagi."

Alma Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang