9. Bahagia (bag 2)

1.5K 80 0
                                        

Tengah asik mengobrol, tiba-tiba ada yang mengucap salam, ternyata Raina sudah pulang.

"Ehh.. Raina udah pulang, sini dong nak duduk, ada nak Fauzan ni". Ujar tante Rani.

Raina pun langsung duduk disofa dekat bundanya.

"Raina kok udah pulang aja? Katanya mau ketemu temannya?" Timpal Om Satria

"Sopia nggak ada dirumah yah, dia keluar kota sama keluarganya". Ujarnya

Aku hanya diam melihat keluarga itu ngobrol, dan Raina menoleh kearahku.

"Fauzan, emangnya kamu nggak ada kerjaan ya, kok kesini terus sih?" Tanyanya, aku tersentak karna dia bertanya seperti itu, apa dia tidak suka dengan kedatanganku.

"Ehh.. Raina kok ngomongnya gitu sih, nak Fauzan itu kalau kesini emang lagi nggak ada tugas". Timpal tante rani.

Akhirnya aku pun menjawab pertanyaanya.

"Iya Raina, saya kesini memang lagi nggak ada tugas, jadi saya sempatkan untuk mampir kerumah kamu, maaf ya jika kedatangan saya tidak kamu sukai". Jawabku masih dengan senyuman melekat dibibirku.

"Bukan gitu Fauzan, maksudku bukan tidak suka, aku hanya bertanya saja, maaf jika perkataanku menyinggungmu". Katanya merasa bersalah, terlihat dari raut mukanya.

"Haha.. jangan merasa bersalah begitu, saya maklum kamu bertanya seperti itu, soalnya seorang polisi harus siap siaga jika ada tugas, tapi memang saya tidak ada tugas, makanya saya sempatkan mampir kesini ". Timpalku panjang lebar, dan tak lupa dengan senyuman yang masih melekat diwajahku yang tampan ini.

"Ya Allah senyumannya melemahkan ku". Lirihnya, aku kaget apa dia sadar dengan ucapanya barusan

"Apa Raina? Kamu ngomong apa barusan nak?" Tanya Om Satria

Dia kaget dan langsung salah tingkah.
"Ahh.. ehh nggak papa yah, Raina masuk kamar dulu ya, ada tugas sekolah besok kumpul". Katanya langsung meninggalkan kami diruang tengah

"Besokkan hari minggu Rain, emang kamu mau sekolah sama siapa? Sama monyet?" Timpal tante rani , mereka semua tertawa

Tapi tidak denganku, aku tidak berani tertawa takut dia tambah malu lagi, aku tau kenapa Raina tiba-tiba mau masuk kekamar, dia pasti malu karna sudah keceplosan mengatakan itu.

"Aku masuk dulu". Katanya langsung menuju lantai atas, mereka masih menertawakan raina.

Aku pun tak habis pikir, ternyata dia juga mengaggumiku, apa yang kurasakan sekarang adalah bahagia.
Ya, aku bahagia sekali.

 ***

Asslamualaikum😊

Maaf yah udah lama gak update, mungkin dah belumut nih wattpad ku😧😩
Masih ada yg mau baca ceritaku gak yah kira-kira😂

Pilihan TerakhirCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang