Fauzan ingin menghubungi keluarganya dibalikpapan bahwa dia ingin mempersunting seorang gadis. Tapi kalau meminta izin lewat telepon saja rasanya tidak sopan. Sebaiknya dia pulang dulu untuk mengatakan semuanya, lagi pula sudah lama dia tidak pulang, rindu juga rasanya pikirnya.
"Ini namanya pulang-pulang membawa kabar berita yang hot." Kekehnya dalam hati.
Pasalnya keluarga Fauzan sangat ingin dia menikah, karena umurnya juga sudah matang untuk mendirikan rumah tangga. Kalau sampai adiknya Fatimah tahu kalau dia akan melamar seorang gadis, Fatimah pasti kegirangan, karna dia juga orang yang sangat ingin abangnya itu segera menikah.
Berhubung Fauzan sedang bersiap-siap untuk pulang ke Balikpapan, dia menghubungi keluarganya disana terlebih dahulu. Biar mereka nggak kaget tiba-tiba putranya datang kerumah.
Fauzan mencari nama 'Mama ter❤️' dikontak handphonenya, dan ketemu. Dia langsung menghubungi sang mama tercintanya.
Tutt...tut..tutt
Telepon tersambung.
"Halo assalamualaikum." Sahutan diseberang sana.
"Halo, wa'alaikumsalam ma." Jawab Fauzan.
"Ada apa nak tumben malam-malam gini nelpon? Udah gitu tengah malam lagi." Tanya sang mama.
"Hehe maafin Fauzan ya ma ganggu istirahatnya, Fauzan cuma mau ngabarin kalau besok Fauzan bakal pulang." Ujar Fauzan dengan lembut.
"Loh, besok Fauzan pulang? Kok baru bilang sekarang sih nak, kenapa nggak bilang jauh-jauh hari biar mama sama adek nyiapin sesuatu buat kedatangan kamu." Ujar mama panjang lebar.
"Fauzan juga mau kesana mendadak ma, ini juga udah minta cuti selama 2 hari sama atasan. Fauzan pulang mau bilang sesuatu sama kalian, dan ini sangat penting." Kata Fauzan mengulum senyum.
'Anakmu ini minta nikah ma, minta restu'. Batinnya.
"Yaudah kalau gitu kamu siapin semua perlengkapan kamu buat besok, mama mau ngasih tahu papa dulu biar dia nggak kaget kamu pulang mendadak." Balas sang mama tercinta.
"Semua udah Fauzan siapin kok ma tinggal berangkat aja besok, yaudah kalau gitu Fauzan tutup dulu ya ma tadi mau ngasih tahu itu aja kok. Assalamualaikum ma." Fauzan mengakhiri obrolan.
"Iya sayang, Wa'alaikumsalam." Jawab sang mama.
Setelah mengakhiri telepon, Fauzan baring di kasur sederhananya, hidup di kota orang memang membuatnya menjadi seorang Fauzan yang sederhana. Dulu waktu Fauzan masih menginjak bangku SMA, dia anak yang nakal dan susah diatur, sampai-sampai mamanya bingung bagaimana memberitahu anaknya itu.
Fauzan terkenal siswa nakal, suka bolos, tapi dia pintar, dan sering mendapat penghargaan dalam rangka cerdas-cermat tingkat nasional. Tapi itulah kekurangannya, susah diatur. Dia mulai menjadi anak baik saat kelas dua belas, saat sang mama jatuh sakit dan dilarikan kerumah sakit. Asma mamanya kambuh, dan itu membuat Fauzan takut kalau sang mama kenapa-napa.
Nah, disaat itulah semuanya bermula, mamanya meminta Fauzan supaya nggak bandel lagi disekolah maupun dirumah. Dia bilang umurnya nggak lama lagi, dan itu membuat Fauzan menangis dan menyesal karna sering tak mendengarkan mamanya. Padahal mamanya membohongi dirinya supaya dia berubah menjadi laki-laki yang baik, dan pada akhirnya Fauzan berubah menjadi lelaki sholeh dan baik seperti sekarang ini.
Dan anak nakal itu sekarang sudah dewasa, dan pulang-pulang minta nikah. Fauzan sedari tadi berbaring akhirnya terlelap, karna ini memang sudah tengah malam, apa lagi Fauzan tadi siang berdinas diteriknya matahari, besok lagi dia harus melalukan perjalanan jauh. Dia harus menjaga tubuhnya agar tetap fit.
KAMU SEDANG MEMBACA
Pilihan Terakhir
SpiritualPertemuan tidak disengaja itu membuat kedua insan itu saling mencintai dalam diam. Raina gadis polos bertemu dengan polisi muda tampan yang bernama Fauzan, lelaki sopan dan tentunya sangat sholeh. Tanpa mereka sadari benih-benih cinta mulai tumbuh...
