Dan dilanjutkan lagi dengan sosialisasi Bahaya Narkoba. Sekarang Fauzan yang menjelaskan pada murid SMA.
"Narkoba (singkatan dari Narkotika, Psikotropika dan Bahan Adiktif berbahaya lainnya) adalah bahan/zat yang jika dimasukan dalam tubuh manusia, baik secara oral/diminum, dihirup, maupun disuntikan, dapat mengubah pikiran, suasana hati atau perasaan, dan perilaku seseorang. Narkoba dapat menimbulkan ketergantungan (adiksi) fisik dan psikologis" Terangku pada murid murid SMA.
Penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan terlarang di kalangan generasi muda dewasa ini kian meningkat Maraknya penyimpangan perilaku generasi muda tersebut, dapat membahayakan keberlangsungan hidup bangsa ini di kemudian hari.
Kalau dirata-ratakan, usia sasaran narkoba ini adalah usia pelajar, yaitu berkisar umur 11 sampai 24 tahun. Hal tersebut mengindikasikan bahwa bahaya narkoba sewaktu-waktu dapat mengincar anak didik kapan saja.
Dari efeknya, narkoba bisa dibedakan menjadi tiga:
Depresan, yaitu menekan sistem sistem syaraf pusat dan mengurangi aktifitas fungsional tubuh sehingga pemakai merasa tenang, bahkan bisa membuat pemakai tidur dan tak sadarkan diri. Bila kelebihan dosis bisa mengakibatkan kematian. Jenis narkoba depresan antara lain opioda, dan berbagai turunannya seperti morphin dan heroin. Contoh yang populer sekarang adalah Putaw.
Stimulan, merangsang fungsi tubuh dan meningkatkan kegairahan serta kesadaran. Jenis stimulan: Kafein, Kokain, Amphetamin. Contoh yang sekarang sering dipakai adalah Shabu-shabu dan Ekstasi.
Halusinogen, efek utamanya adalah mengubah daya persepsi atau mengakibatkan halusinasi. Halusinogen kebanyakan berasal dari tanaman seperti mescaline dari kaktus dan psilocybin dari jamur-jamuran. Selain itu ada jugayang diramu di laboratorium seperti LSD. Yang paling banyak dipakai adalah marijuana atau ganja.
"Nah sampai disini sudah paham?" Tanyaku
"Paham pak!" Jawab mereka serentak
"Oke, sekarang saya lanjutkan lagi."
Ada beberapa gejala-gejala bagi pengguna narkoba.
Gejala fisik, antara lain :
Berat badan turun drastic
Mata terlihat cekung dan merah, muka pucat, dan bibir kehitam-hitaman, Tangan penuh dengan bintik-bintik merah, seperti bekas gigitan nyamuk dan ada tanda bekas luka sayatan.
Emosi, antara lain :
Sangat sensitif dan cepat merasa bosan
Bila ditegur atau dimarahi, menunjukkan sikap membangkang.
Nafsu makan tidak menentu
Perilaku
Malas dan sering melupakan tanggung jawab dan tugas-tugas rutinnya
Menunjukkan sikap tidak peduli dan jauh dari keluarga.
"Pengguna narkoba matanya merah gitu ya Rain? Kaya zombie aja, hiii serem!" Bisik Sopia pada Raina.
"Ssttt diem!" Kata Raina dengan mata melotot
"Iiissshh, nyebelin banget sih lo! Kan gue cuma ngeri aja dengernya, matanya merah gitu." lanjut Sopia gak mau kalah.
Sopia jengah melihat Raina yang tak menggubris ucapannya tersebut.
"Iisss dasar Raina gila!" Dengusnya kesal
Setelah panjang lebar Fauzan menjelaskan bahaya narkoba pada semua murid kelas XII. Fauzan membuka sesi tanya jawab.
"Oke anak-anak, sampai disini ada pertanyaan?" Tanyanya dengan senyum yang selalu melekat diwajahnya yang tampan itu.
"Ya ampun Rain, ternyata pakpol itu ganteng banget gak sih, senyumnya Rain bener-bener bikin meleleh!" Sopia seakan terhipnotis dengan ketampanan Fauzan, Raina memutar mata malas melihat tingkah sahabatnya itu.
"Heh Sop! Kamu itu udah punya Pak Dimas, terus ngapain kamu muja-muji Pak Fauzan lagi? Rakus banget sih!" jawab Raina dengan muka kesal.
"Ciee.. jadi lo cemburu nih ceritanya sama gue? Ahahahaa, ya ampun sahabat gue cemburu!" Sopia mengejek Raina, sambil tertawa terbahak-bahak. Tidak tahu sekarang mereka dilihatin banyak orang.
Raina menatap semua orang dengan malu.
"Udah dong Sop, gak malu apa kita diliatin semuanya nih!"
"Hehee.. maaf ya maaf gak sengaja tadi keceplosan!". Kata Sopia dengan cengiran kuda khasnya.
Fauzan dan Dimas hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah dua gadis SMA itu.
"Ada yang mau bertanya seputar Bahaya Narkoba?" Tanya Dimas
"Saya pak!" Lagi-lagi Dodit yang bertanya
"Silahkan." lanjut Fauzan
"Bagaimana caranya supaya kita gak terjerumus kedalam Narkoba pak?" Tanya Dodit si putra malu.
"Nah! Pertanyaan yang bagus!" kata Fauzan
"Hal yang dapat dilakukan agar tidak terjerumus narkoba adalah menghindari coba-coba, kalian jangan sampai coba-coba untuk mencoba narkoba, karna nanti bisa jadi kecanduan. Kalau sudah kecanduan susah sekali buat berhenti. Jadi kalian jangan pernah sekali-kali menggunakan narkoba." lanjutnya lagi.
"Bagaimana sudah paham Dodit?" Tanya Dimas dengan senyum yang tak kalah menawannya.
"Sudah pak!" Jawabnya dengan memperlihatkan giginya yang berbehel itu.
"Tuh, lihat Pak Dimas senyumnya juga menawankan?" Tanya Raina pada Sopia.
"Gak ah biasa aja! Lebih menawan lagi Pak Fauzan dong!" Jawab Sopia dengan ketawa yang hampir meledak.
Raina hanya bisa mengelus dada melihat tingkah kekanakan Sopia.
Padahal dalam hati terdalam Raina, dia juga mengaggumi senyuman itu, senyuman Fauzan. Hanya saja Raina malu-malu meong.
"Kalau tidak ada yang bertanya lagi, sosialisasi ini kami tutup ya?" Tanya Fauzan
"Baik pak!" jawab mereka serentak.
"Oke, terima kasih sudah hadir diacara sosialisasi ini, kurang dan lebihnya kami mohon maaf." Tambahnya lagi.
Murid SMA langsung keluar, dan tak lupa bersalaman dengan anggota Polisi lainnya.
"Ayok Rain kita harus salaman sama pakpol itu!" Sopia menyuruh Raina untuk ikut gabung dengan murid yang lainnya.
"Gak ah Sop kamu aja, aku udah gak bisa nahan lapar lagi." bohong Raina, sebenarnya dia malu.
"Yah! Gak asik lo Rain!" Jawab Sopia dengan muka cemberut.
"Dasar RATU DRAMA!" Sengaja Raina menekankan Ratu Drama pada Sopia.
Raina langsung pergi meninggalkan Sopia diruangan itu.
"Issshh nyebelin!" Teriak Sopia pada Raina, dan langsung mengejar sahabatnya itu.
***
Holla gaes!
Udah lama banget ya aku gak update lanjutannya, gimana ada yang masih baca gak yah cerita ini😄
Sumpah aku bener bener kehabisan ide buat lanjutin ceritanya☹ tapi aku usahain buat lanjut terus yeeyy! Apaan sih ni author gaje🤣
Jangan lupa kasih vote gaes biar gue semangat gitoh😅
Salam sayang untuk kalian💕
KAMU SEDANG MEMBACA
Pilihan Terakhir
SpiritualPertemuan tidak disengaja itu membuat kedua insan itu saling mencintai dalam diam. Raina gadis polos bertemu dengan polisi muda tampan yang bernama Fauzan, lelaki sopan dan tentunya sangat sholeh. Tanpa mereka sadari benih-benih cinta mulai tumbuh...
