THE SECRET #17

1.8K 261 6
                                        

"Kebun eommamu?"

Daera mengangguk, gadis itu membaca raut wajah Changbin yang sepertinya sedang heran, "Ada apa? Apa ada yang salah?"

"Eumm?" Changbin segera menengok pada Daera, "Tidak ada, ayo tunjukan jalannya lagi."

Changbin kembali menginjak pedalnya, tangannya dengan ragu-ragu berbelok ke kanan sesuai perintah Daera sebelumnya.

"Sudah sampai, mau ikut turun? Juyeon oppa dan Daehwi oppa sudah sampai seharusnya." tawar Daera.

Changbin menggeleng cepat, "Ada tempat yang harus aku kunjungi."

Daera menaikan alisnya heran, "Oke baiklah. Aku turun."

Ia membuka bagasi belakang, dan mengambil kopernya. Daera segera menarik kopernya dan tangan kanannya menutup bagasi mobil.

Tak lama mobil Changbin sudah melaju.

Dasar aneh.

°°°

Changbin sudah sampai ke tempat yang ia ingin kunjungi. Rerumputan hijau yang sama, pohon dengan tanaman rambat anggur yang sama, dua buah ayunan didahan pohon yang cukup kuat, dan pastinya bangunan diatas pohon yang juga masih kuat.

Ia tersenyum kecil, membayangkan kembali masa kecilnya bersama noona kesayangannya.

Tak ada yang tau tempat ini kecuali mereka berdua. Ralat, orang yang membangun bangunan ini pasti tau. Tapi entah siapa pemilik asli tempat ini. Changbin tak pernah melihat orang yang datang ditempat tertutup seperti ini selain dia dan noonanya.

"Sudah 13 tahun sejak saat itu. Mengapa kau bahkan tak membalas suratku?" bisik Changbin pada noonanya kalau saja wanita itu dapat mendengarnya.

Changbin menghirup napas lelah,

Benar, aku sudah punya Daera. Kalau memang aku tak bisa bertemu noona, aku sudah memiliki penggantinya. Ya.. mereka memang sama-sama cengeng, tapi Daera tak seburuk itu.

Changbin tersenyum getir. Kemudian menangguk membenarkan ucapannya sendiri.

Ia berjalan menuju salah satu ayunan yang biasa ia pakai.

Changbin menduduki bangku ayunan tanpa berniat menggoyangkannya sedikitpun. Ia hanya menatap lurus kedepan, sungai kecil dengan pepohonan rimbun yang tak terlalu gelap saat malam.

Pria itu berkali-kali tersenyum senang membayangkan ia tengah bermain bersama noonanya di sungai itu, ataupun saat mereka hanya tertawa lepas setelah bercerita peristiwa lucu di hidup masing-masing.

"Saat itu kau bahkan tak sanggup menahan air matamu lagi saat aku bilang ingin pergi, dasar cengeng."

Changbin kembali bermonolog berharap noonanya dapat mendengar, atau seperti di drama biasanya akan muncul sendiri dari belakang dan jadilah drama romantis.

Sayangnya, ini kehidupan nyata. Bagaiman mungkin noonanya tiba-tiba datang tanpa diberitahu? Changbin saja awalnya tak punya rencana untuk ke tempat penuh kenangan seperti ini sebelumnya.

Bayangan Daera kembali bermunculan memenuhi kepala Changbin.

Apa bisa secara tiba-tiba gadis itu memiliki tempat tinggal yang sangat dekat dengan tempat ini?

°°°

"Eomma! Aku datang!" Daera membuka pintu depan.

Beberapa sepatu laki-laki telah tersusun di rak sepatu. Ia segera melepas sepatu flatnya dan memakai sandal rumah.

AMNESIA: THE SECRET [Seo Changbin] | COMPLETEDCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang