"Kau?"
°°°
"Cooky~ya, kesinilah." panggil Changbin, yang dipanggil berbalik menghadap Changbin sambil berlari.
Changbin berjongkok, ia mengelus-elus Cooky.
"Kau lucu sekali.." Changbin masih mengelus-elus Cooky, bahkan hampir mengacak-acak bulu lebat Cooky.
Pendengarannya menangkap sebuah suara dari bagian depan dari rumahnya. Sebuah mobil yang berhenti tepat didepan pekarangan rumahnya.
Changbin yang berada di halaman belakang mengabaikannya. Changbin menggendong Cooky kemudian berjalan menuju kolam ikan di halaman belakang.
Pendengarannya kembali menangkap sebuah suara bel dari luar rumahnya.
Siapa itu? Tak biasanya ada orang yang datang ke rumahku.
Changbin menaruh Cooky tepat didepan kolam ikan, ia berbalik menuju pintu depan. Daera sudah ada disana. Bersama..
"Lucas sunbae? Ada apa kau kemari?" tanya Daera pada pria jangkung dihadapannya itu.
Lucas, pria itu datang dengan pakaian formal dan tambahan syal puuh tulang yang menghangatkan lehernya. Ia memasukan sebelah tangan ke dalam saku celananya.
"Menjemputmu, apa lagi?" Lucas menyilangkan tangannya didepan dada. Lucas menyadari keberadaan Changbin yang berada dibelakang Daera, "Kau? Ada apa kau dirumah perempuan pagi-pagi seperti ini?"
"Apa maksudmu? Kau juga, mengapa menjemput Daera kesini?" tanya Changbin balik dengan muka datarnya.
"Aku kesini ingin menjemputnya, lagipula dia memang terlihat sangat ingin aku jemput. Sedangkan kau?" Lucas menaikan sebelah alisnya mengejek pada Changbin.
"Mengapa aku harus menjawabnya? Aku kesini karena memang----" Daera menyikut perut Changbin,
"Ibuku menyuruhnya kesini. Tunggu sebentar, memangnya aku terlihat sangat ingin kau jemput?" Daera menatap Changbin, pria itu menggeleng dengan tegas.
"Bukan itu maksudku, sebentar lagi ujian dimulai lebih baik kita kesana bersama-sama." Lucas menarik lengan Daera dan berjalan menuju mobilnya.
Namun nihil, tangan Changbin lebih cepat dari pada itu. Changbin ikut menggenggam tangan Daera, pria itu langsung melepas cengkraman tangan Lucas pada lengan istrinya.
"Berhenti dulu, pria muda." Changbin menarik tangan Daera dan membuat gadis itu berada dibelakang Changbin, "Apa kau belum tahu kalau aku ini pacar Daera? Kau tak bisa seenaknya mengajak pergi gadis yang sudah memiliki pacar, bukan?"
Mata Lucas membulat, mulutnya terbuka sedikit, "P-pacar katamu? Kau pacar Daera?"
Lucas menatap Daera berharap jawaban, Daera mengangguk pelan sambil tersenyum, "Ya, dia pacarku."
Changbin berbalik pada Daera, pria itu tersenyum pada Daera.
Lucas yang melihat itu memutar bola matanya malas, "Wahh, drama apa yang sedang aku tonton ini?" Lucas berkacak pinggang, "Hufhh, tapi yang penting sekarang ujiannya sudah ingin dimulai. Kau ingin berangkat tidak?"
"Biar kuantar," Changbin mengambil kunci mobil yang memang sudah ia siapkan di saku jacket. Ia berbalik menutup pintu dan menarik Daera memasuki mobilnya. Yang ditarik hanya menurut saat disuruh masuk ke dalam mobil.
Lucas melihat mobil hitam itu melaju menjauhi pekarangan rumah Changbin, bagai ditusuk dengan busur yang tajam, rasanya saat ini harus ada yang mengobatinya.
°°°
Changbin berhenti di lampu merah. Tangannya meraih tangan Daera yang berada di sampingnya dan mengganggamnya, Daera yang merasa tangannya digenggam menengok dan menaikkan sebelah alisnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
AMNESIA: THE SECRET [Seo Changbin] | COMPLETED
Fanfiction"Aku yakin, rencana bodoh appa tak akan berjalan sesuai keinginan. Dengarkan ini baik-baik, sampai aku mati pun aku tak akan bisa nyaman dengan Lee Daera." Kecelakaan beberapa bulan lalu benar-benar membuahkan hasil. Seo Changbin dan Lee Daera disat...
![AMNESIA: THE SECRET [Seo Changbin] | COMPLETED](https://img.wattpad.com/cover/142082912-64-k334601.jpg)