14. Good Bye

4.4K 363 12
                                        

Aku masih tenggelam dalam harapan lama bersamamu

Happy Reading Guys
Awas typo bertebaran

•••••

Disinilah aku, ditempat baru yang bahkan aku tak pernah menginjakkan kakiku disini. Suasana yang baru semoga membuatku sedikit membuat fikiranku tenang.
Aku akan bersunggung sungguh dalam meeting kali ini, agar A company mendapatkan thunder baru ini. Semoga bisa.

Ali teringat akan pesan Pak Akbar,ayahnya

Apapun yang terjadi ayah harap kamu mendapatkan thunder itu seperti tah[n tahun sebelumnya. Ini thunder besar yang akan membuat A company semakin jaya. Dan setelah thunder itu kamu dapatkan. Kamu bisa mengelolanya, dan kamu berhenti menjadi dosen

Banyak berdebatan yang terjadi tadi tentang ali berhenti menjadi dosen, namun apalah daya ali, ia hanya seorang anak yang memiliki kewajiban mematuhi kedua orang tuanya. Maka ali dengan lapang dada menerima keputusan ayahnya itu.


Setibanya di Aceh ali langsung disibukkan dengan berkas berkas yang menumpuk. Mencoba fokus namun tak juga kunjung bisa. Sejak kepargian prilly semua konsentrasi ali hilang, dia sering melamun hingga banyak pekerjaannya yang terganggu

Ali turus membaca laporan keuangan perusahaannya ini sudah ke 3 kalinya ia membacanya namun tak ada satupun yang menempel diingatannya. Padahal dia adalah tipe orang yang cepat dalam hal menghafal, namun kali ini? Dia sangat kesulitan, fikirannya selalu memikirkan prilly.

Ponsel ali bergetar ada telfon masuk dan ali tak memgangkatnya, ia terlanjur larut dalam fikirannya akan semua tentang prilly.

Setelah beberapa kali ponselnya berbunyi, sekertarisnyalah yang memperingatkan bahwa ponselnya berbunyi

"pak ponsel bapak terus berbunyi, siapa tahu penting" peringat sekertaris ali

Ali hanya melirik sekilas, tertera nama papah

Ali mengangkatnya

"kamu kemana aja sih?"

"assalamu'alaikum dulu pah" peringat ali dengan sedikit tawa karna papanya langsung marah tanpa mengucap salam terlebuh dahulu

"iya iya. Assalamu'alaikum"

"wa'alaikumsalam" jawab ali

"kamu kenapa? Semua data yang kamu kirim masih perlu direvisi, banyak yang salah. Sebenarnya kamu serius atau enggak sih nak. Thunder itu sangat berarti buat perusahaan kita"
Mendengar ayahnya yang marah kepadanya menambah rasa pusing ali.

"maaf yah, akhir akhir ini ali gak pernah bisa fokus. Kayanya ali gak sanggup untuk meeting lusa itu. Ali takut ngecewain papa"

"kamu harusnya bilang dari awal. Ini papa lagi ada di Hongkong di rumah grandma kamu. Ayah disini hanya mengecek perusahaan kita. Tolong ali, tolong kerjasamanya"

Ali semakin kacau. Dia tak pernah bisa berfikir jernih. Bibirnya serasa kelu ketika menyampaikan kabar kepada kedua orang tuanya bahwa calom menantu mereka telah menghadap sang kuasa, Ali tak sanggup berkata sedemikian rupa. Pasti akan menyakiti banyak pihak, termasuk akan membuat dirinya semakin rapuh dan terpuruk.

"ali kenapa diam saja" ucapan ayahnya diseberang sana mampu membawa ali kembali dari lamunannya

"iya pah. Maaf"

"terus kamu maunya gimana?"

Ali berfikir sejenak, apakah iya dia harus ke Hongkong menemui Grandma nya? Menjalani hidup baru disana? Menemukan seseorang yang benar benar ditakdirkan menjadi jodohnya? Melupakan segala masalah yang ada di Jakarta ini? Apa itu keputusan yang baik? Semoga.

PANGERAN SURGA [COMPLETED]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang