Tuhan selalu berjanji, bahwa pasti ada pelangi seusai badai. Dan sekarang aku merasakan pelangi itu
••••••••••••••
1 bulan kemudian
Setelah berdebat banyak hal, mulai dari warna tembok yang keduanya mempunyai perbedaan yang signifikan, barang apa saja yang akan ada di rumah baru mereka akhirnya semuanya selesai dan siap untuk dihuni setelah persiapan cukup lama selama 1 bulan
"Mah pah. Ali sama Prilly pamit dulu ya" tangan kanan Ali mencium punggung kedua mertuanya yang sudah seperti orang tuanya sendiri
"Jaga Prilly selalu ya nak. Jangan sakiti Prilly" pesan Papa Prilly
"Pasti pah. Ali janji" ucap ali yakin
"Maklumin Prilly ya nak kalau dia banyak kurangnya. Dan semoga kalian cepat diberi momongan" kiri giliran mamah Aurora
"Iya mah. Aamiin. Doain benih Ali supaya cepat jadi" ucap ali tanpa dosanya.
Ali mendapat cubitan dari Prilly dan pelototan mata dari istrinya itu.
Kini giliran Prilly yang mendapat wejangan dari kedua orang tuanya. Tak kuasa menahan tangis, Prilly menangis dipelukan mama kemudian diikuti oleh papanya. Mereka bertiga berpelukan
"Mama sama papa sehat-sehat ya. Prilly ikut suami Prilly. Mama sama papa kalau kangen jangan sungkan-sungkan main ke rumah baru kami ya" ucap Prilly dengan air mata yang tak kunjung reda, menambah kesan memilukan dalam perpisahan ini
Setelah berpamitan dan saling sedih akhirnya Ali mampu memisahkan prilly dan mamahnya, jika tidak mereka berdua akan terus menangis dan nanti salah satunya pasti akan jatuh pingsan, hal itu jangan sampai terjadi.
"Mass aku takut" ucap Prilly sambil memeluk erat lengan suaminya
"Takut kenapa?"
"Jauh dari mama. Kalau mas kerja atau ngajar dikampus aku padti sendiri dirumah, pasti sepi benget"
Ali hanya tersenyum simpul lalu mengecup puncak kepala istrinya
"Makanya kita harus usaha keras buat Ali Prilly junior, biar kamu ada temannya"
Prilly merona, bisa-bisanya ali mengatakan hal itu saat didepannya ada supir pribadi mereka, memalukan sekali
"Mas apaan sih" akhirnya Ali mendapat pukulan pelan dilengan kokohnya dan dibalas dengan tawa ringan
Perjalanan dari rumah orang tua Prilly kerumah baru miliknya memang agak jauh, menggunakan mobil kurang lebih 30 menit itupun kalau tidak sedang mancet parah.
Setelah menempuh perjalanan yang begitu memusingkan, cuaca di luar yang begitu terasa menyengat membuat Prilly benar-benar ingin cepat sampai dirumahnya
"Huuhhh akhirnya mas" lega Prilly ketika kakinya bisa menginjakkan kakinya dikamar barunya
Nuansa kamar ini berpadu antara warna kesukaan Prilly dan Ali. Meski Ali banyak mengalahnya
"Mas kita nanti order aja ya makan siangnya. Aku malas masak. Gapapa kan?"
"Iya sayang gapapa. Kamu istirahat aja. Biar aku yang masukkan baju baju kita ke almari"
KAMU SEDANG MEMBACA
PANGERAN SURGA [COMPLETED]
JugendliteraturSeseorang yang hadir tanpa ku duga, dia merubah segala jalan cerita hidupku, kita dekat dan bahkan kita akan dipersatukan oleh janji suci pernikahan. Namun, banyak kendala untuk mencapainya Prilly Aurora Gassya ~~~~~~~~~~~~~~ Hidup yang selalu ku su...
![PANGERAN SURGA [COMPLETED]](https://img.wattpad.com/cover/145130009-64-k595735.jpg)