EPILOG

5.3K 273 40
                                        

Hidupku benar-benar sempurna ketika bersamamu dan memilikimu sepenuhnya

•••••••••••••••

"Daddyyyy" teriakan melengking itu langsung menyambut Ali yang baru saja pulang. Dengan senang hati ia langsung menghampiri anak kecil itu yang ada diujung tangga

"Ada apa sayang?" Tanya Ali sambil terus menciumi pipi gembul anaknya yang kini sudah berusia 5 tahun

"Atan nakal" adu Fathina kecil itu

"Panggilnya kakak dong" ucap Ali sambil menoel hidung putri kecilnya

"Kakak adiknya diapain lagi?" Tanya Prilly lembut pada putranya.

Fathan hanya menatap Fathina dengan kesal, lalu segera berlalu pergi

Prilly hanya menghela nafasnya berat.

"Sini dek, sama mommy" Prilly membentangkan tangannya berusaha meraih Fathina, namun Fathina malah mengeratkan pelukannya

Ali hanya tersenyum "mirip kamu banget, manjanya" komentar Ali sambil mengusap kepala Prilly

"Kamu langsung kekamar aja mas, mandi, aku akan siapin makan malam kita" ucap Prilly mengambil paksa Fathina dari gendongan suaminya

Karena dipaksa Fathina pun langsung menangis, dan menatap sedih ketika daddynya berlalu kekamar

"Daddy biar mandi dulu ya sayang. Fathina sama mommy dulu" ucap Prilly berusaha memberi pengertian kepada putrinya itu dan Fathina langsung berhenti menangis.

Prilly menurunkan Fathina dan segera mempersiapkan makan malam untuk keluarga kecilnya.

Fathan dan Fathina tumbuh menjadi anak yang begitu menggemaskan. Mereka sangat penurut kepada daddy dan mommynya, apalagi sekarang sudah semakin mandiri, dan itu yang selalu Prilly terapkan kepada kedua anaknya.

Fathan memang lahir lebih dulu, maka dari itu Ali dan Prilly memutuskan memanggil Fathan sebagai kakak, begitupun Fathina memanggil kakak kepada kembarannya itu.

Fathina tumbuh menurun sifat Prilly, sikap manjanya, dan cengengnya persis seperti mommynya. Sedangkan Fathan, ia mewarisi sikap kedua orang tuanya, Fathan yang pendiam seperti daddynya namun memiliki sifat jail seperti mommynya. Fathan dan Fathina sangat cerdas dibanding anak seusianya, dia sudah sangat pandai dalam berbahasa Asing. Bahkan beberapa kosa kata bahasa Jepang iapun tahu padahal mereka masih duduk di sekolah taman kanak-kanak

Fathan yang terlalu jahil dan Fathina yang cengeng kadang membuat Prilly benar-benar pusing akibat ulah kedua anaknya itu. Namun Prilly bersyukur dapat merasakan anugerah yang sangat besar ini, tidak semua wanita dapat merasakannya.

••••••••••••••

Ali datang bersama Fathan digendongannya dan itu membuat Fathina menekuk mukanya

"Kenapa putri daddy?" Tanya Ali menghampiri Fathina dan masih menggendong Fathan

"Cemburu dia" ledek Prilly

Ali hanya tersenyum dan kemudiam menurunkan Fathan di kursi agar dapat makan malam bersama.

Mereka mulai makan tanpa suara, hanya garpu dan sendok yang menimbulkan suara. Setelah selesai makan barulah pembicaraan dimulai.

"Fathan Fathina" panggil Ali lembut yang langsung membuat dua bocah itu melihat ke arah daddynya

"Fathan sama Fathina sayang sama mommy?"

PANGERAN SURGA [COMPLETED]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang