03. Prilly

6.1K 554 2
                                        

Perlahan lahan, kau mengubah duniaku

~~~~~

Hari ini adalah hari manakutkan bagi prilly. Ya ujian praktik agama sudah tiba.

"Bisa nggak dipending atau nggak hari ini nggak usah ada." ucap prilly dalam hati

Prilly kini sedang bimbang di kantin. Jam ujian pun sudah dimulai namun dia tak mau ke musholla yang ada dikampus ini.

"bodo. Gua gak bisa sholat. Kalau orang gak bisa apa harus dipaksa? Ortu gua aja gak pernah ngajarin" prilly menikmati bakso yang ia pesan.

Suasana kantin sunyi. Memang ini masih jam pelajaran jadi maklum kalau tak ada mahasiswa yang senakal prilly.

Prilly kuliah atau tidak dia akan selalu bisa meraih apa yang diinginkannya. Orang tuanya selalu membelikan apa yang ia mau.
Jadi jika prilly tak mendapatkan gelar S1nya dia tak akan mati kelaparan.

Setelah bakso itu habis prilly hanya memainkan ponselnya dan menghisap vapor yang selalu ia bawa.

Tiba tiba ada yang mengambil alat vapor dari tangannya. Dan prilly siap memaki orang yang mengambil itu. Namun, niatnya tiba tiba sirna, melihat siapa yang menyita vapor miliknya itu. Prilly seketika diam.

"kalau waktunya belajar itu belajar bukan malah kaya gini" tegur dosen itu

"serah gua, hidup hidup gua. Kenapa lo yang ribet?" maki prilly berusaha meraih vapor yang ada ditangan dosen itu, namun gagal.

"waktu kamu test sholat"

"nggak mau" ketus prilly

"nanti nilai kamu bisa D"

"bodo. Gua gak peduli" prilly kembali duduk, memainkan ponselnya. Mengacuhkan dosen yang sedang berdiri di hadapannya.

"ayo sekarang ikut saya"

Dosen itu menarik lengan baju prilly. Lengan baju bukan lengan tangan ya...

"eh bisa gua laporin lo. Penganiayaan mahasiswi" ancam prilly

"sudah diam saja" tegas dosen itu

Dosen itu menarik prilly menuju ke musholla

"dasar dosen gila" cibir prilly namun prilly yakin dosen itu bisa mendengar cibirannya.

"kamu bisa memulainya dengan berwudhu"

Prilly diam memandangi kran air yang sudah mengalir.

"nggak tau caranya?" tanya dosen itu dan Prilly hanya mengangguk dengan polos

"biar saya kasih contoh kamu ikuti saya"

Lagi lagi prilly hanya mengangguk.

Dosen itu membungkukkan badannya dan prilly melakukan hal yang sama.

"oh iya saya lupa. Pakai ini dulu" dosen itu memberikan karet gelang kepada prilly

"buat apa?" tanya prilly kebingungan

"ikat rambutmu"

Prilly hanya menurutinya dan dia menguncir rambutnya.

Dosen itu melakukan satu persatu gerakan wudhu hingga terakhir, do'a setelah wudhu. Dan prilly selalu mengikutinya

Setelah selesai wudhu dosen itu mendahului masuk ke musholla.

"ikuti saya kita akan sholat dhuha" perintah dosen itu

"kalau bukan karna syarat kelulusan, gua ogah diperintah perintah kaya gini" batin prilly kesal

Prilly melihat seluruh bajunya. Banyak percikan air yang tercipta jelas di bajunya

PANGERAN SURGA [COMPLETED]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang