18. Salah Faham

5K 470 23
                                        

Berpura pura berhenti peduli padamu, ternyata tak semudah katanya !

Happy Reading Guys..
Awas typo bertebaran.
Ada yang nungguin cerita aku ini? Maaf ya baru next. Soalnya sibuk banget. Ini aku semaptin next walaupun tugas sekolah kaya cucian kotor.

•••

"prilly mengalami koma" ucapan dokter itu menambah rasa sesak didada kami.

"Kami baru saja kehilangan putri kami, lalu sekarang? Putri kami satunya lagi sedang koma? Cobaan apa lagi ini?" ucap pak koko lirih

"bapak dan keluarga yang tabah ya, putri bapak pasti baik baik saja, bantu dia dengan do'a" ucap dokter itu dan setelah itu dia pergi

•••

"lo kenapa sih masih disini? Gak punya rumah?" teriak prilly memotong pembicaraan pak koko dengan ali

"prilly gak boleh kaya gitu" lerai bu aurora yang tiba tiba datang dari belakang

"tapi mah, prilly gak suka liat dia" ucap prilly dengan suara manjanya.

Ali melongo mendengar gaya bicara prilly, lembut, manja dan dengan sopan. Jauh sekali dengan waktu dulu yang kasar,teriak teriak dan nggak pernah sopan.

"apa lo liat liat?" sinis prilly lagi kepada Ali

Ali hanya mampu diam, menatapnya dengan seribu keheranan dan juga bahagia.

"ternyata dia bisa berubah. Alhamdulillah ya allah" batin ali bersyukur

"sayang buatin minum ya" ucap bu aurora

"buatin minum? Buat dia"

Bu aurora mengangguk

"ihh mamah gak mau" rengek prilly

"ayo dong sayang. Sama tamu gak boleh kaya gitu" lirai bu aurora

"hmm okke tapi ini untuk terakhir kalinya ya dia bisa kerumah kita" ucap prilly menatapku sinis

"i..iya" jawab bu aurora ragu.

Setelah prilly mau membuatkan minuman untuk papahnya dan ali, bu aurora kembali kebelakang, sepertinya ketaman, merawat bunga anggrek kesayangannya.

Pak koko kembali melanjutkan perbincangannya dengan ali

"kamu pasti bingungkan. Tenang saja, prilly sudah berubah. Entah apa yang membantu dia berubah, yang pasti semenjak sadar dari koma dia berubah total. Saya sangat bersyukur"ucap pak koko

"iya pak saya juga bersyukur melihat prilly berubah" senyum ali tulus

Prilly datang dengan nampan berisi kopi dan air mineral dingin digelas.

"loh sayang, kok ali cuma air dingin?" tanya pak koko

"habis pah kopinya, adanya itu"

"kok gitu" tanya pak koko lagi

"enggak papa kok pak, saya lebih suka air dingin dari pada kopi" akhirnya ali angkat bicara.

Pak koko tersenyum kepada prilly

"ternyata walaupun marah tetep peduli apa yang disukai ali ya" sindir pak koko yang pasti sudah untuk prilly.

Prilly hanya berusaha bersikap acuh, tak mendengar apa yang dikatakan oleh papahnya itu. Sedangkan ali dia hanya tersenyum, dan prilly melihat itu semakin merasa jengkel dengan ali.

PANGERAN SURGA [COMPLETED]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang