Jika sudah cinta, mau sebenci apapun tak akan bisa bertahan lama.
***
Prilly pov
Cahaya mulai memasuki indera pengelihatanku, yang awalnya sangat gelap kini perlahan lahan mulai terang. Ketika cahaya itu sudah benar benar masuk, pertama yang kulihat adalah sebuah ruangan yang bernuansa putih, semuanya serba putih dan ada aroma obat obatan yang begitu kental tercium.
Aku yakin sekarang ia sedang berada di rumah sakit.
Ia mencoba bangkit namun tertahan karena kepalanya yang tiba tiba tersa pusing.
"awss" ringis prilly sambil terus memegangi kepalanya
"awww" teriaknya saat kepalanya berdenyut kencang.
Sesaat kemudian masuklah ali dengan ekspresi yang benar benar khawatir.
"pril kepala kamu sakit?" tanya ali dengan panik yang menjadi jadi.
Prilly hanya mampu menganggukkan kepalanya, bibirnya serasa tak bisa lagi bergerak, ini benar benar sakit.
Ali langsung keluar dan memanggil dokter dengan berteriak.
"dok..dokter... Tolong"
Tak lama kemudian dokter datang dan segera memeriksa prilly yang terus saja merintih kesakitan memegangi kepalanya
"dok apa yang terjadi?" tanya ali yang penasaran
"pasien baik saja. Ini hanya efek dari benturan yang terjadi saat pingsan tadi" terang dokter
"sering di buat tidur saja nanti pusing juga akan mereda" tambqh dokter
"baik dokter" jawab ali mewakili prilly
"saya tinggal dulu. Jangan banyak gerak dan terus menjaga asupan makan"
"baik dok, terimakasih"
Setelah itu dokter pergi, meninggalkan ali dan prilly sendiri. Suasana menjadi sunyi dan tanpa ada yang berani membuka ucapan.
"kamu kenapa bisa pingsan?" tanya ali mengusir keraguan yang tercipta.
"gak tau" jawab prilly singkat
"jangan gitu donk"
"bodo" sinis prilly
Pandangan ali tertuju pada nampan makanan yang belum sama sekali tersentuh
"makan ya" tawar ali dan mendapat jawaban dari prilly hanya gelengan kepala.
"ayolah makan. Nanti kamu gak akan sembuh sembuh"
"aku gak laper" ketus prilly
"jangan gitu, kamu butuh makanan, harus cepat sembuh"
Ali terus membujuk prilly hingga akhirnya prilly mengangguk dan membuat senyum terukir dari bibir ali.
"saya lebih memilih menciptakan senyum untuk orang lain dari pada senyum untuk saya sendiri" ucap prilly ditengah tengah makannya yang membuat ali menautkan alisnya
KAMU SEDANG MEMBACA
PANGERAN SURGA [COMPLETED]
Fiksi RemajaSeseorang yang hadir tanpa ku duga, dia merubah segala jalan cerita hidupku, kita dekat dan bahkan kita akan dipersatukan oleh janji suci pernikahan. Namun, banyak kendala untuk mencapainya Prilly Aurora Gassya ~~~~~~~~~~~~~~ Hidup yang selalu ku su...
![PANGERAN SURGA [COMPLETED]](https://img.wattpad.com/cover/145130009-64-k595735.jpg)