19. Home Prilly

4.7K 428 20
                                        

Mau saya berusaha apapun, ternyata saya tak mampu menjauhimu.

Happy reading guys..
Awas typo bertebaran..

"Papah dan mamah berangkat dulu ya sayang"

"iya papah hati hati"

Prilly menyalimi tangan kedua orang tuanya yang alan pergi meninggalkannya. Entah berapa lama.

Jika ditanya apa prilly rela ditinggal? Jawabannya adalah iya, karna dia sudah terbiasa ditinggal tak diperhatikan oleh orang tuanya. Walaupun sejak kepergian kakaknya, kedua orang tuanya sangat menyayangi dirinya. Namun untuk sebuah kebiasaan sendiri, prilly sudah khatam. Jika bukan karna permintaan kak illy sebelum meninggal agar dirinya berubah, berbakti kepada mama dan papa, pasti sampai detik ini prilly tak akan pernah berubah. Dia berusaha berubah demi kakaknya. Meskipun belum 100% berubah, semua butuh waktu dan sebuah proses perlu adanya tahapan tahapan.

"ali nanti kesini. Dia masih ada rapat. Mungkin siangan"

"kalau dia gak kesini prilly juga gak papa kok. Prilly berani" ucap prilly tiba tiba moodnya hancur

"jangan begitu, kamu satu satunya anak gadis yang mama dan papa punya. Papa dan mama gak mau kamu kenapa kenapa. Mau ya ali biar disini. Karna papa mama percaya bahwa ali akan menjaga kamu"

"iya pah"

Akhirnya prilly mengiyakan saja ucapan papahnya itu. Dia tak ingin lagi berdebat dengan papahnya soal ali. Yang ada papahnya akan terus terusan memuji ali dan membuat prilly semakin muak mendengarnya.

"daaah pah mah"

Prilly mengantar kedua orang tuanya sampai didepan gerbang rumahnya. Setelah orang tuanya itu pergi dia kembali masuk kerumahnya, namun sebelum itu ia memberi pesan kepada satpam penjaga rumahnya

"pak tutup gerbangnya, nanti kalau ada ali suruh masuk aja"

"baik non baik"

Prilly langsung masuk kedalam rumah, mengambil cemilan didalam kulkas dan segera menuju keruang tv, menonton kartun kesukaannya. Hari ini kuliahnya memang libur, dia sambil menyusun skripsi. Dan menyusun rencana untuk menyambut kedatangan ali.

"non, mau dibikinin minum apa?" tiba tiba bi tamia menghampiri prilly

"emb.. Bi, maaf nih ya. Bibi pulang aja ya sekarang. Kembali lagi saat mama dan papa udah balik. Nanti aku sms kalau mama dan papa udah balik"

"ke..kenapa non? Saya dipecat? Salah saya apa non? Tolong jangan pecat saya non? Saya mau cari kerja dimana lagi? Saya mohon non jangan pecat bibi. Saya mohon non..."

"aduh bi aduhh.. Siapa juga yang pecat bibi, prilly hanya nyuruh bibi istirahat sementara. Bukan dipecat, soalnta selama mama papa pergi, prilly ada pemvantu gratis" ucap prilly denfan tawa puasnya

"siapa non?" tanya bi tamia penasaran

"ali bi. Tau kan?"

"lah non? Kok bisa? Jangan non kasian"

"ya bisa dong bi. Pokoknya ada deh. Kenapa kasian biarin aja saya benci banget sama dia. Sekarang bibi pulang aja. Istirahat"

PANGERAN SURGA [COMPLETED]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang