Menikah, bukan hanya menyatukan dua hati, tapi juga menyatukan dua kepribadian didalam rumah.
•••••••••
Prilly menggeliat pelan, ia merasa tubuhnya terkunci, ada tangan besar yang melingkar di pinggangnya dengan sempurna, siapa lagi kalau bukan tangan suaminya.
"aku beruntung banget bisa menjadi istrimu mas" lirih Prilly
"bukan kamu yang beruntung. Tapi aku yang beruntung" ucap Ali yang mengagetkan Prilly
"kamu sudah bangun mas" tanya Prilly, karena Ali bicara tanpa membuka matanya
Cupp
"morning kiss sayang" senyum Ali merekah, sedangkan Prilly mematung
"sini kaki kamu" Ali menarik kaki Prilly keluar dari selimut tebalnya
"Ma..mau ngapain mas?" tanya Prilly gugup, karena jantungnya belum berdetak normal
"kemarin kan kamu minta pijit, habis aku mandi malah kamu ketiduran, ya udah pijitnya sekarang"
"enggak deh mas, aku udah gak capek" tolak Prilly
"udah kamu diem aja"
Ali tak bisa dibantah, akhirnya Prilly memilih menurut saja.
Dengan lembut Ali memberikan pijatan di kaki Prilly, membuat rasa nyeri itu perlahan menghilang
"udah mas" Prilly benar benar tak enak kepada suaminya itu
"belum pril" tegur Ali yang tetap memijit kaki Prilly secara bergantian
"mas Prilly gk enak sama mas, harusnya Prilly yang layani mas, bukan malah mas Ali yang pijitin aku" ucap Prilly
"sayang, apa ada larangan jika suami melayani istri? Enggak kan? Udah kamu diem aja ya"
Dan lagi lagi Ali tak bisa dibantah, Prilly menurut saja
"awss, pelan mas" rintih Prilly
"kaki kamu lecet"
"iya mas kemarin sempat kebentur kaki kursi" terang Prilly takut
"Kenapa gak bilang sih"
"Maaf mas"
Ali hanya tersenyum dan kemudian kembali mrmijit pelan kaki Prilly
"Kamu tetap kerja?" Tanya Ali yang terus menatap Prilly, kali ini ia bebas memandang Prilly tanpa takut dosa lagi, Prilly milik nya, Prilly istrinya.
"Enggak sebenarnya mas"
"Bagus kalau begitu"
"Ba..bagus kenapa mas?" Tanya prilly gugup
"Kamu belum sepenuhnya menjadi milikku loh Pril"
"Ehm, mas ngomong apa sih" gugup Prilly
"Kamu gak mau punya Ali Prilly junior" ucap Ali santai
"Mas ngomong apa sih, geli aku dengernya" elak Prilly
"Kakinya udah gak sakit kan?"
Prilly hanya mengangguk sebagai jawaban, karena dia tiba tiba kikuk ketika suaminya menatapnya dalam
"Mas jangan liatin aku kaya gitu. Aku malu" Prilly menutup mukanya dengan kedua tangannya, hal itu membuat Ali terkekeh geli
"Sayang singkirkan tanganmu itu, aku tak bisa melihat wajah cantikmu" goda Ali
"Mas jangan gombal mulu, sana mandi, kerja" usir Prilly namun masih setia menutup muka dengan tangannya.
"Kamu pikir siapa yang akan bekerja setelah pernikahan?"
KAMU SEDANG MEMBACA
PANGERAN SURGA [COMPLETED]
Novela JuvenilSeseorang yang hadir tanpa ku duga, dia merubah segala jalan cerita hidupku, kita dekat dan bahkan kita akan dipersatukan oleh janji suci pernikahan. Namun, banyak kendala untuk mencapainya Prilly Aurora Gassya ~~~~~~~~~~~~~~ Hidup yang selalu ku su...
![PANGERAN SURGA [COMPLETED]](https://img.wattpad.com/cover/145130009-64-k595735.jpg)