38 Tetap Sama, Kamu Tetap Luka

3.5K 310 7
                                        

Harus bagaimana lagi menghilangkan luka yang seolah olah kekal ini? Pelampiasan apapun tak pernah bisa menyembuhkannya.

Kamu hebat, kehadiranmu adalah bahagia sekaligus luka bagiku

Ku tanya, kapan mau berhenti menyakitiku? Kamu tak tahu, bahwa luka kemarin belum kering dan sekarang kamu buat lagi?

Sebenarnya kamu ini hadir untuk mencintaiku atau melukaiku?

••••••••

Ali pov

"pulang sama aku pril" ucapku sambil menahan kopernya saat kaki kami sudah menginjak di bandara soekarno hatta

"aku bisa pulang sendiri" ucapnya sambil berusaha membebaskan kopernya

"biar aku carikan taxi"

Dia diam membuatku mengerti, dia menuruti perkataanku.

Kami melangkah ke area taxi diperbolehkan berhenti, tak lama kemudian mobil warna biru muda itu mendekat ke arah kami, ku bukakan pintu untuknya dan dia menurut masuk. Setelah masuk ku letakkan juga kopernya didalam bagasi taxi itu

"antar dia sampai tujuan dengan aman pak" ucapku sambil memberi beberapa lembar uang kepada supir taxi itu

"cukup kan untuk bayar argonya"

"cukup pak cukup" ucap sopir itu

Aku kembali menegakkan badanku dan tak lama taxi itu mulai meninggalkan bandara, dan aku mulai meraih koper, menuju ke mobil yang sudah menungguku

"assalamualaikum bunda ayah" ucapku ketika kembali ke rumah

"wa'alaikum salam anak bunda"

Aku langsung dihujami oleh kecupan kecupan dari bunda yang sangat merindukanku

"bagaimana perjalananmu nak" ucap ayah sambil mengacak rambutku

"menyenangkan" jawabku seadanya

"makan dulu ya, udah bunda siapkan"

Aku hanya tersenyum, aku sangat bersyukur, masih memiliki keluarga yang utuh dan sangat menyayangiku

"aku mandi dulu bunda. Habis itu aku akan makan"

Ku lihat bunda mengangguk, dan aku langsung menyeret koperku menuju ke kamarku. Ada beberapa yang berbeda dari rumah ini, entah mengapa jadi banyak pembantu disini. Setahuku ayah dan bunda tak suka mempekerjakan orang lain berlebihan, namun kali ini? Ada sekitar 6 orang baru yang menyapaku dengan begitu sopan, aku hanya mampu tersenyum sebagai tanda menghormatinya dengan kaki yang terus melangkah dan tangan kanan yang menarik koper serta tak lupa tangan kiri yang menenteng jas yang tadi ku kenakan.

Sesampainya di kamar aku tak langsung mandi, aku menghubungi sepupuku yang aku tugaskan untuk mengurus semuanya di Inggris.

Aku sudah bertekad akan menetap kembali di Indonesia, dan aku akan mulai semuanya dari nol. Dengan hasil kerja kerasku sendiri

Ku lirik nakas yang terdapat foto seseorang, ya foto itulah yang menguatkanku untuk gigih mencari uang. Kepergianku ke negara asing hanya untuk dirinya, dan kembaliku ke negara tercinta ini juga hanya untuk dirinya.

Seusai mandi aku segera menuju ke meja makan yang sudah ada bunda dan ayah, juga kakakku alya.

"adek ku inget pulang ternyata" goda kakak ku

PANGERAN SURGA [COMPLETED]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang