35 Pernyataan

3.1K 335 27
                                        

Dia yang pergi tanpa permisi, jangan biarkan dia kembali dengan sejuta penjelasan

•••••

"Prilly tunggu pril tunggu" ali menggedor gedor kaca mobil tepat disamping prilly

"kita perlu bicara" ucap ali yang mampu tertangkap oleh prilly

"kita jalan tha" ucap prilly pada athala

Athala malah mematikan mesin mobilnya, membuat prilly menatapnya tak percaya.

"tha jalan" bentak prilly

"aku mau kamu selesaikan urusan kamu dengan dia" ucap athala sambil meremas stir mobilnya

"gak tha, itu gak mungkin" prilly menatap athala tak percaya

"aku mau kamu temukan kebahagiaan kamu sesungguhnya"

"tha, aku udah berusaha buka hati aku buat kamu, terus dengan gampangnya kamu suruh aku kembali ke masa lalu aku yang kelam?" tanya prilly dengan air mata yang sudah mulai berkumpul

Athala terlihat menarik nafas panjang

"aku seneng banget. Akhirnya setelah 3 tahun aku berusaha dapetin hati kamu, tapi gak pernah bisa. Akhirnya kamu mau buka hati buat aku. Tapi tolong, selesaikan masalah kamu dengan ali" athala menggenggam erat tangan prilly meyakinkan supaya prilly mau berbicara dengan ali

"oke aku akan bicara dengan dia, kamu bisa pulang duluan. Tapi inget setelah ini aku gak mau lagi ketemu dengan dia. Kita pulang ke Indonesia"

"iya. Nanti sore kita kerumah papa mama aku habis itu malam kita langsung balik ke Indonesia"

Prilly tersenyum kemudian merengkuh tubuh athala, memeluknya erat.
Entah apa yang membuat prilly memeluk athala, hanya saja tujuannya dia tak ingin laki laki paling sabar ini terluka lagi karenanya. Jika dia harus kembali ke masalalunya. Semoga athala mengerti, Sebab dia sendiri belum yakin hatinya akan berlabuh kepada siapa.

Pelukan itu telah usah prilly menghapus sisa air matanya dan meraih tas selempangnya. Membuka pintu mobil yang membuat ali memundurkan dirinya sedikit, memberi jalan agar prilly dapat keluar.

Setelah sempurna berdiri didepan ali, prilly menangkap senyuman bahagia yang diciptakan laki laki itu. Senyuman yang harusnya ia rindukan kini, namun semua sudah mati, rasa untuknya sudah mulai memudar. Yang tersisa hanya kebencian terhadap laki laki ini

"aku perlu bicara sama kamu" suara itu harusnya prilly rindu, namun suara itu justru kian melukainya

Prilly diam tak berkata apapun, membuat ali sangat ketakutan jika prilly pergi tanpa mendengar penjelasannya. Alasan mengapa ia pergi meninggalkan gadisnya. Meninggalkan cintanya

"mari ke mobil aku, aku akan jelaskan semuanya"

Dengan terpaksa akhirnya prilly mengangguk dan mulai mengikuti ali menuju ke mobilnya

Ali membukakan pintu mobil untuk prilly, tanpa ekspresi apapun prilly masuk kedalam mobilnya, setelah itu ali memutar dan duduk di jok kemudi

"maaf" ucap ali menatap prilly dalam

Tanpa dikomando air mata prilly luruh, pertahanannya runtuh, kenapa dia serapuh ini? Sikapnya menolak kehadiran pria ini, namun hatinya sangat mendambanya

"maaf aku udah tinggalin kamu tiba tiba, maaf aku udah mengilang selama ini, maaf aku sudah melukai kamu, maaf gara gara aku kamu hancur, maaf...."

"cukup ali cukup" bentak prilly memotong ucapan ali

"aku pergi ke negara ini semata mata aku hanya ingin mempersiapkan semuanya. Aku malu jika menikahimu, orang yang aku cinta dengan biaya orang tua. Aku tahu aku sudah berkerja di kampus milik ayahku, namun aku merasa tak pantas. Aku takut jika suatu saat aku tak mampu menuruti segala keinginan kamu, aku ini miskin, yang kaya adalah orang tua aku. Dan aku mau membahagiakan kamu dengan hasil kerja kerasku sendiri. Makanya aku memutuskan ke negara ini, memulai semuanya dari nol, aku ingin memiliki banyak uang agar kamu tak pernah merasa kesulitan saat bersamaku"

PANGERAN SURGA [COMPLETED]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang