Terimakasih sebab bersamamu aku seperti seorang tuan putri di istana yang begitu megah
••••••••
"Mas kita mau kemana?" Tanya Prilly karena tersadar ini bukan jalan pulang
"Mas mau kasih kamu sesuatu"
"Apa?" Tanya Prilly antusias
"Nanti kamu akan tau sayang" jawab Ali namun masih fokus ke depan
Prilly cemberut karena penasaran. Tiba-tiba ada yang mengelus pipinya pelan, ya itu adalah tangan suaminya
"Jangan cemberut. Aku yakin kamu akan suka. Jadi sabar ya"
"Iya mas" putus Prilly akhirnya
Mereka memasuki kompleks perumahan elit yang jauh dari keramaian jalan raya tadi, benar benar nyaman tempatnya
Mobil Ali memasuki rumah putih yang begitu megahnya, rumah ini memiliki 2 lantai
Prilly yang paham namun ia tak mau ambil kesimpulan terlebih dahulu, ia menunggu ali yang menjelaskannya
Ali turun lalu berputar menuju ke pintu mobil samping untuk Prilly. Ali mengulurkan tangannya dan disambut Prilly dengan senang hati serta sedikit merona, perlakuan sederhana namun manis
"Aku gak mau basa basi lagi, pasti otak pintar kamu faham maksud ini semua. Ini rumah dari aku untuk kamu" ucap Ali sambil merengkuh Prilly mendekat kepadanya
"Rumah ini atas nama kamu. Aku tidak bisa berjanji untuk tidak menyakiti kamu. Jika suatu saat aku menyakiti maka aku yang akan pergi"
Prilly langsung berkaca-kaca, ia ingin menangis mendengar ucapan suaminya, tanpa rasa malu lagi, Prilly memeluk erat suaminya, ia benar-benar takut akan ucapan suaminya barusan
"Jangan pernah tinggalin aku mas. Aku gak bisa hidup tanpa kamu. Aku mohon"
"Kok nangis sih" ali tertawa geli
"Aku gak akan tinggalin kamu. Udah ya jangan nangis" ali menghapus air mata Prilly yang menetes
Setelah tangisnya reda, Prilly melihat baju ali yang terkena air matanya, terlihat basah karena kali ini Ali memakai baju berwarna biru muda
"Baju mas jadi basah, maaf"
Ali tersenyum dan mengecup kedua kelopak mata Prilly
"Aku gak mau, kedua mata kamu meneteskan air mata lagi. Kamu harus terus bahagia. Jika sedih tumpahkan semuanya ke aku, aku siap jadi bahu untuk kamu melepas semuanya"
Prilly tersenyum lebar, dia benar-benar bangga dan bahagia menjadi istri Ali
"Ayo masuk"
Ali mendorong pelan pintu rumah itu dengan tangan kanannya sedangkan tangan kirinya ia gunakan untuk merengkuh pinggang istrinya
"Wow" ucap Prilly takjub ketika melihat isi rumahnya
"Sengaja aku belum beli banyak barang dan belum aku cat, biar semuanya kamu yang pilih nanti, gapapa kan sayang"
"Iya mas gapapa"
Prilly langsung berjalan menuju ke dapur. Tempat yang dulunya anti ia masuki sekarang menjadi tempat kesukaannya. Dapur ini sesuai dengan keinginannya. Semua barang disini menggunakan peralatan yang canggih
"Sayang ayo ke kamar kita"
Prilly kembali kesamping Ali, mereka berjalan perlahan menaiki anak tangga, rumah ini terdiri dari 2 tangga yang melengkung, dan bertemu di satu titik ya itu di lantai dua.
KAMU SEDANG MEMBACA
PANGERAN SURGA [COMPLETED]
Teen FictionSeseorang yang hadir tanpa ku duga, dia merubah segala jalan cerita hidupku, kita dekat dan bahkan kita akan dipersatukan oleh janji suci pernikahan. Namun, banyak kendala untuk mencapainya Prilly Aurora Gassya ~~~~~~~~~~~~~~ Hidup yang selalu ku su...
![PANGERAN SURGA [COMPLETED]](https://img.wattpad.com/cover/145130009-64-k595735.jpg)