33 Pagi di Inggris

3.2K 302 36
                                        

Prilly pov

Kukerjapkan mataku saat sinar mentari memaksa masuk kedalam indra pengelihatanku, sebenarnya masih enggan untuk bangun dari tidur, namun aku sadar aku tak boleh malas malasan, walaupun ini dinegara orang

Selang beberapa menit pintu terbuka memperlihatkan athala yang membawa nampan berisi makanan dan minuman

"makan dulu"

Aku menyambut dengan antusias makanan itu, pasalnya aku benar benar lapar

Tanpa ragu aku langsung melahap sepiring ayam bakar itu

"enak" gumamku pelan

"makan yang banyak" ucap athala serta mengacak rambutku dan aku hanya diam atas perlakuan athala. Bagiku itu sudah hal biasa

"kamu gak makan?" tanyaku

"udah tadi"

Aku tak bersuara lagi kembali dan menyantap makanan

"kamu makan lahap gini menambah kadar kekenyangan aku" ucap athala

"apaan sih kamu. Garing tau" ucapku dengan sedikit tawa

"ya udah aku mandi dulu ya, kamu makan habisin kalau kurang nanti aku pesenin lagi, setelah itu mandi. Kita jalan jalan"

"serius?" tanyaku dengan binaran bahagia

"iya sayang" ucap athala tulus

"tha jangan mulai deh"

Dia hanya terkekeh dan mengelus pipiku, kemudian menghilang dibalik pintu kamar mandi

Setelah selesai makan aku mengaktifkan Ponselku dan ada beberapa chat masuk, pandanganku fokus pada chat yang membuat jantung berdegub kencang, dengan ragu, aku membukanya

Ali

Yesterday

Assalamualaikum

Wa'alaikumsalam

Today

Apa kabar?

2 kalimat itu benar benar menggetarkan hatiku

Apakah pantas setelah apa yang dia lakukan lalu dia bertanya apa kabar?

Sempat ku ketik, hancur. Sama seperti saat kau meninggalkanku tanpa pamit. Namun kuhapus

Dan yang ku send adalah

Baik

MAAF

Air mata yang sedari tadi aku tahan akhirnya terlepas juga, menangis kembali, benteng pertahananku runtuh kembali, kini perasaan yang ada antara benci, kecewa, cinta, rindu, semuanya bercampur menjadi satu.

Diriku hanya mampu menutup wajah dengan kedua telapak tangan, tiba tiba ada lengan yang melingkari tubuh mungilku. Membuatku semakin menangis, aku rapuh untuk kesekian kalinya.

Satu nama, yang masih sama. Dan dengan luka yang masih kekal.

"keluarin semuanya prilly, menangislah sepuasmu, tapi setelah ini aku tak mau melihatmu menangis lagi" suara barithon milik athala mampu membuatku sedikit tenang.

PANGERAN SURGA [COMPLETED]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang