Apapun yang kamu mau, sebisa mungkin aku akan mengabulkannya
•••••••••••••••••••••
5 bulan kemudian
"Sayanggg" teriak Ali
"Iya ini tas kamu" Prilly segera memberikan tas kerja Ali
Ya Ali sudah berpindah menghandle perusahaan milik ayahnya, sedangkan kampus sudah dihandle oleh Daniel, yang sudah 5 bulan ini berjalan. Daniel datang bersama istrinya dan putra kecilnya yang baru berumur 6 bulan, sekarang Daniel dan istrinya tinggal di rumah ayah dan bundanya Ali.
"Aku berangkat dulu ya. Kamu baik-baik di rumah, kalau butuh sesuatu ada bibi, kalau ada apa-apa kabari aku langsung"
"Iya sayangg" gemas Prilly karena suaminya berubah menjadi cerewet
"Aku berangkat dulu" pamit Ali lagi dan segera bangkit dari meja makan, mencium kening Prilly lalu ia berangkat
Belum sampai pintu rumah suara memekikkan dari Prilly membuatnya berbalik badan
"Mas awss perut akuu" teriak Prilly sambil berpegangan pada kursi meja makan
Ali langsung berlari menghampiri Prilly yang sedang kesakitan dengan wajah yang begitu panik
"Kenapa? Kamu kenapa?" Panik Ali
"Nyonya Prilly kenapa tuan?" Tanya bibi ikut panik
Ali membantu Prilly duduk dan menyodorkan air putih untuknya "diminum dulu"
Prilly meraih gelas itu dan langsung meminumnya hingga tandas. Tak lama kemudian nyeri diperutnya sudah hilang
"Masih sakit?"
"Udah enggak mas. Sebenarnya dari tadi sakitnya, waktu kamu pamitan mau berangkat, tapi aku tahan, eh begitu kamu mau keluar rumah aku udah gak kuat tahan, sakit banget rasanya mas" terang Prilly
Ali langsung berjongkok, mensejajarkan tingginya dengan perut prilly "anak abi kenapa? Kok nakal? Gak mau ditinggal abi ya?" Cal ali sambil mengelus dan mencium singkat perut Prilly
"Kayaknya dedeknya gak mau ditinggal tuan" ucap bibi
"Iya deh mas kayaknya. Dedeknya mau ikut" ucap Prilly semangat
"Iya udah kamu ikut. Bersiaplah" perintah Ali dan membuat Prilly tersenyum manis. Prilly segera pergi kekamarnya untuk bersiap-siap.
Pandangan Prilly jatuh kepada tumpukan daster yang terletak di meja kecil samping pintu. Karena Prilly melarang siapapun masuk ke kamar miliknya dan Ali, ini adalah privasi mereka, tidak ada yang boleh memasukinya kecuali dirinya dan suaminya. Terlintas ide jahil dalam kepala mungil Prilly
"kamu hebat nak, mau buat abi menahan marah ya? Sama umi juga mau, soalnya abi kamu kalau nahan marah tu lucu banget kan dek" lirih Prilly sambil mengelus perutnya yang sudah membesar
"Udah sayang ayok" ajak Prilly
"Kamu.. kamu kenapa bawa daster?" Tanya Ali heran
"Anak kamu mau kalau abinya pakai ini" ucap Prilly dengan bangganya memamerkan daster miliknya yang berwarna coklat
Ali langsung mendelik tak percaya "sayang aku mau ke kantor loh. Gak mungkin aku pakai daster"
"Kamu mau buat anak kamu ini ileran?" Tanya Prilly memayunkan bibirnya
"NO" bantah Ali cepat
"Ya udah pakai" ucap Prilly dengan binar bahagia
"Bi tolong bi" ucap Ali ke pembantunya
KAMU SEDANG MEMBACA
PANGERAN SURGA [COMPLETED]
Teen FictionSeseorang yang hadir tanpa ku duga, dia merubah segala jalan cerita hidupku, kita dekat dan bahkan kita akan dipersatukan oleh janji suci pernikahan. Namun, banyak kendala untuk mencapainya Prilly Aurora Gassya ~~~~~~~~~~~~~~ Hidup yang selalu ku su...
![PANGERAN SURGA [COMPLETED]](https://img.wattpad.com/cover/145130009-64-k595735.jpg)