Chapter 28

440 24 2
                                        

◇◇◇

"Kakak ... lama banget sih ...." Rengek Shyla pada Aron.

"Maaf, Sayang. Aku tadi kesusahan nyari kamu di mall yang seramai itu." Seraya menjawab, Aron menautkan jemarinya dengan jemari perempuan itu untuk melangkah beriringan.

"Jadi ini salah aku?" Tuding Shyla.

"Enggak kok." Aron tersenyum lebar, mengacak sayang rambut perempuan di sampingnya.

"Kak, kenapa tadi Kakak gak ikut aku aja? Kita belanja bareng." Tanya Shyla penasaran.

"Jujur aja, aku gak suka keramaian. Jadi kamu ngerti ya, Sayang." Ucap Aron meminta pengertian dengan lembut.

"Kayaknya banyak banget tentang Kakak yang gak aku tahu."

"Gak apa-apa. Lama-lama kamu pasti tau banyak tentang aku." Aron mengecup sekilas pelipis Shyla, lalu mengeratkan genggaman tangannya pada jemari perempuan itu.

.

.

"Um, Go..." panggil Kalindra di sela-sela fokusnya mengupas apel.

"Ya?" Sahut Diego penasaran.

"Shandy ...," Sorot penasaran Diego semakin menajam. Ia tahu ada yang ingin Kalindra sampaikan. Hanya saja Diego merasa Kalindra tidak berani menyampaikannya.

"Bilang aja."

"Kenapa jadi serius gini sih? Padahal apa yang mau aku tanyain gak penting-penting banget lho." Kalindra berusaha santai, kendati dirinya jauh dari kata tenang. Hanya berusaha untuk tidak mengubah atmosfir di antara dirinya dan Diego.

"Kamu malah kelihatannya lebih serius dari aku." Gurau Diego.

"Masa sih?" Kalindra berpura-pura terlihat tegang, setelahnya tersenyum manis.

"Buruan." Pinta Diego seraya mengunyah apelnya.

"Aku pengin tanya, selama ini Shandy cuma dekat sama Reehan, 'kan? Gak ada cowok lain, 'kan? Maksud aku, kamu pernah tau, lihat, atau dengar Shandy dekat sama cowok lain selain Reehan?"

"Setau aku sih gak ada. Selama ini cuma Reehan yang selalu bareng dia. Aku gak pernah lihat cowok lain."

'Kayaknya aku tau apa yang Shandy sembunyiin.' Simpul Kalindra dalam hatinya. Kepingan puzzle yang ada dalam kepalanya mulai terkumpul satu per satu.

"Kenapa emangnya?"

"Gak apa-apa kok." Kalindra tersenyum manis lagi, kali ini sambil mengunjurkan gelas yang berisi susu putih pada Diego.

"Hm... kapan ya kita bisa ngabisin waktu berdua?" Tanya Diego dengan raut sendu. Akhir-akhir ini mereka terlalu sibuk bekerja, hingga tidak memiliki waktu lebih untuk dihabiskan berdua.

"Kapan kamu ngajak aku." Jawab Kalindra.

"Sekarang." Gurau Diego.

"Ya udah ayo." Ajak Kalindra.

"Um ... kalau kita ngedate, kamu pengin kita ngapain?"

"Nonton. Salah satunya."

"Um..." Diego bergumam panjang, memancing rasa penasaran Kalindra. "Gak ada acara kayak gini?" Dengan cepat Diego berhasil mengecup pipi Kalindra. Atas tindakannya itu, ia mendapat tatapan tajam dari Kalindra.

"Enggak. Gak bakal pernah ada acara kayak gitu."

"Kecuali?"

"Kecuali kalau kamu udah sah jadi suami aku." Jawab Kalindra yang terdengar semringah. Membuat sudut-sudut di bibir Diego melengkung.

That CEOTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang