[17] It's You?

4.8K 302 46
                                    

"Can you see that I'm the one who understand you?"

______________

"F*CK NADIA!!!"

Teriakkan keras menggema di sekitar tempat sepi itu, mengundang tatapan terkejut pada sepasang remaja yang duduk di kursi panjang keropos yang sedari tadi tengah bergurau.

Nadia melihat itu.

Disana, beberapa langkah dari tempatnya sekarang, Desta menatap marah ke arah dirinya. Sangat marah. Ada rasa ketakutan melihat ekspresi Desta sekarang, ini juga karena dirinya. Gadis itu terlalu terbuai dengan tawa cowok yang kini sedang menatap bingung dirinya, sehingga melupakan jika masih ada Desta disini.

Nadia yang menyebabkan Desta marah.

Perlahan, Nadia bangkit berdiri yang juga disusul oleh Satria.

"Ada apa?" Satria mulai angkat bicara. Terlihat sekali jika cowok itu tidak mengerti apa yang sedang terjadi disini, terbukti dengan kerutan di keningnya yang tercetak jelas. Matanya menangkap cowok di depan sana, dan gadis yang ada di sampingnya bergantian.

"Nad, lo nggak apa-apa? Wajah lo pucat," serunya seraya mendaratkan kedua tangan besar itu di pundak Nadia. Nadia tertegun, melirik tangan Satria yang bertengger manis di pundaknya dan Desta yang entah sejak kapan sudah berdiri di hadapan nya.

"Singkirin tangan lo!" Desta menghampiri keduanya dan langsung menepis tangan Satria yang berada di pundak Nadia.

Satria menoleh, "lo siapa?"

"Gue pacarnya!" jawab Desta cepat dengan penuh keyakinan. Matanya menatap tajam ke arah Satria.

Mendengar jawaban yang terlontar dari bibir Desta, Satria terkekeh. Cowok itu menganggap jika ucapan Desta hanyalah main-main. Tentu saja Satria tidak akan mudah percaya, untuk ukuran gadis seperti Nadia, yang bisa di bilang 'Cantik', siapa yang tidak akan tertarik?

"Pacar? Omong kosong!"

Tangan Desta sudah terkepal, rahangnya mengeras mendengar balasan Satria.

Seakan tak mau memperpanjang masalah, Desta memilih untuk menghentikannya dengan cara menarik tangan Nadia yang langsung terkesiap.

"Ikut!" Desta mencengkram kuat tangan Nadia. Gadis itu terlonjak dan mengerang ketika Desta mencengkram tangannya kuat, aliran darahnya seperti tertahan.

Satria melihat ekspresi ketakutan dan juga kesakitan Nadia. "Lo jangan kasar sama cewek, lepasin, BANCI!!!" marahnya sambil mencoba melepas tangan Desta yang mencengkram kuat gadis itu. Cukup sulit karena Desta tidak mau melepas, tapi untungnya dia berhasil. Dia menarik lembut Nadia ke sampingnya, berbeda dengan perlakuan Desta yang kasar.

Satria merangkul bahu Nadia yang masih terlihat ketakutan. Ia bisa merasakan jika tubuh Nadia bergetar hebat. "Lo nggak apa-apa?" tanyanya lembut. Nadia menahan napas sesaat dan hanya membalas dengan gelengan pelan.

"Lo kenal dia?" tanya Satria sambil menunjuk Desta dengan lirikan matanya. Nadia menghela napas panjang sebelum akhirnya mengangguk lesu.

"Dia benar, gue pacarnya." kata Nadia serak.

Satria menoleh tidak percaya pada Nadia. Jadi, jadi benar jika cowok di depannya ini pacar Nadia?

"Lo dengar? Masih nggak percaya?"

Satria tersenyum sinis sambil mengeratkan rangkulannya pada Nadia, Desta yang menyadari itu melotot tajam dan langsung bertindak cepat. Keras kepala sekali cowok satu ini!

Possessive SeniorTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang