selamat membaca...
_______________
Natha menghidangkan menu terakhir diatas meja. Sungguh melelahkan ini baru hari kedua tapi tamu-tamu yang datang kerumah besar itu tidak pernah berhenti. Mungkin saja memang ada kegiatan tertentu yang membuat rumah itu selalu didatangi banyak tamu dan kebetulan Natha masuk dihari-hari melelahkan seperti ini.
"kau lelah?"
Seorang chef berbaju putih yang baru saja melepas apronnya menatap Natha dengan senyuman dibibirnya. Natha menjawab dengan anggukan dan meneguk minuman dingin ditangannya.
"jika kau tidak sanggup lebih baik lambaikan tangan kekamera dan mengundurkan diri" kekeh pria itu namun terdengar begitu serius.
Pria itu duduk dikursi depan bar menatap Natha dengan serius, Natha yang bingung ditatap begitu serius ikut duduk disamping pria itu dan bertanya permasalahannya.
"seminggu belakangan adalah hari paling sepi setiap bulannya biasanya dalam satu bulan satu minggu merupakan hari sepinya kau akan mengerti jika bertahan lebih lama lagi"
Natha terbelalak kaget "sepi?"
Pria itu tertawa melihat wajah Natha yang melongo "maka dari itu ku katakan padamu untuk berhenti atau lanjut sampai seperti wanita tua itu" chef itu menunjuk wanita yang jauh dibelakang mereka sedang mengangkat guci-guci kecil.
"aku melihat potensi besar pada dirimu yang akan menjadi orang kepercayaan nyonya"
"apa seburuk itu?" Tanya Natha benar-benar penasaran, ia tidak tau adiknya meletakkannya dalam orang yang seperti ini, ia kira cukup mudah.
"tidak juga, aku hanya khawatir fisikmu tidak tahan melihat dari semua tingkahmu sepertinya kau baru dalam bekerja berat dan akan sangat melelahkan jika kau menjadi pembantu kepercayaannya, seseorang terkapar dirumah sakit sekarang karena kelelahan tifus atau penyakit lain entahlah"
"aku tidak selemah itu" sanggah Natha "kau tau aku bekerja untuk seseorang dan orang itu menitipkanku padanya"
Chef itu mengernyit kemudian mengangguk "aku paham pasti orang itu sangat dipercaya olehnya, dan aku yakin nyonya besar akan terobsesi padamu" kekeh pria itu "aku hanya bercanda.
Natha berdecak kesal bukan hanya kesal pada pria disampingnya itu ia juga kesal kepada adiknya, bisa-bisanya ia menyerahkan kakaknya kepada orang seperti wanita itu. Mendengar wanita itu akan terobsesi padanya membuat Natha merinding sendiri.
"apa dia psiko atau sejenisnya?"
Pria itu menggeleng "kau bisa tau jika lebih lama lagi disini dia bukan orang seperti itu, jika dia seperti itu ia tidak akan memiliki banyak tamu"
Natha mengangguk membenarkan ucapan chef itu. Tidak sengaja mata Natha melirik jam diding ia menghembuskan napas seperti Cinderella saja memiliki waktu terbatas.
"aku harus pulang Chef waktuku sudah habis"
Setelah berpamitan Natha keluar dengan benak masih bertanya tentang orang-orang yang menjadi majikannya, ia harus tau niat terselubung Cessa memberikan pekerjaan disini gadis itu sudah besar ternyata, ia paham kakaknya tidak akan mudah menyerah dengan hal kecil jadi sekalian saja ia berikan hal besar kepadanya.
***
Adrey sempat kelimpungan mencari Natha namun meskipun begitu ia tetap belum mencari wanita itu walau hati kecilnya menjerit untuk mencari wanita itu ia tetap santai menunggu saat yang tepat.
Benar saja tidak mungkin wanita itu diculik atau apapun itu karena tidak mungkin ada yang tertarik padanya. Lihat saja ketika Adrey baru saja menggangkat bokongnya untuk mencari wanita itu wajah yang dicemaskannya itu mincul dari balik pintu, tanpa sadar Adrey mengehela napas lega.
KAMU SEDANG MEMBACA
William's Queen (end)
Genç Kız EdebiyatıWilliam Adrey Walter, seorang pengacara handal dengan reputasi sempurna dimata semua orang harus pulang kerumah karena harus menggantikan kakaknya untuk menikahi seorang gadis yang sudah menjadi tunangan kakaknya.
