Chapter 10 - Kembali

385 21 0
                                        

Hari sudah semakin siang. Dan tingkat kemalasan belajar semakin naik. Semuanya sudah terlihat lesu mengahadapi Pak Tri yang sedang menjelaskan materi di depan sana. Semuanya tak peduli, bahkan tak menghiraukannya sama sekali. Sungguh ironis.

Hanya detik jam yang selalu mereka perhatikan, bukan sosok guru yang tengah bersusah payah menjelaskan materi di sepan sana. Yah, kelas Dhani memang terlihat paling malas dengan hal yang berhubungan dengan Pak Tri. Dia terlalu baik sampai-sampai murid tidur di jamnya pun tidak masalah. Sangat diperbolehkan. Itulah uniknya Pak Tri.

Jam sudah menunjukkan pukul 15.00, dan otomatis bel pulang pun sudah berbunyi. Semuanya berseru senang mendengar bel berbunyi. Tanpa disuruh berkemas, mereka langsung berkemas dan bergegas pulang. Melihat hal itu, Pak Tri segera menyudahi pelajaran dan bergegas keluar dari dalam kelas. Yah, mereka terlalu jahat.

"Nyet, ikut yuk." ajak Rana sambil memasukkan bukunya ke dalam tas.

"Enggak ah gua lagi mager nih." jawabnya dengan acuh.

"Ish, kenapa sih lo? Lagian hari ini kan lo enggak ada rapat OSIS, jadi ikut aja deh. Enggak tiap hari lho kita bisa kumpul." bujuk Rahma.

"Emangnya mau kemana sih?" tanya Dhani heran.

"Yah, kemana kek. Kalau bisa si, kita double date. Eht triple deh sama lo." jawab Rana sambil mengedipkan sebelah matanya.

"Apa? Ngedate?" tanya Dhani tidak percaya.

"Yup, lagian kita semua sama-sama sahabatan kan. Jadi enggak ada salahnya dong." jawab Rahma meyakinkan.

"Gua enggak bisa." tolak Dhani sambil berlalu meninggalkan dua sahabatnya.

"Emang kenapa sih? Lo lagi berantem sama Rama?" tanya Rahma mesejajarkan langkahnya dengan Dhani.

"Enggak. Gua lagi males aja ketemu sama dia." jawabnya ketus.

"Ih, lo kok gitu banget sih. Kita berdua kan pengin jalan sama doi kita." keluh Rana mengerucutkan kedua bibirnya.

"Kalau kalian mau jalan, ya jalan aja. Enggak usah ngajakin gua. Lagian gua lagi males pergi hari ini." kata Dhani mempercepat langkahnya.

"Eht, eht bukan gitu maksudnya Dhan. Sorry deh, gua enggak maksud gitu. Ikut yah?" tanya Rana memastikab.

"Kalau lo ketemu Rama, tahu aja lo enggak males lagi sama dia." tambah Rahma.

"Iyha tuh Dhan. Ikut yah?" tanya Rana mengulang.

"Harus banget yah gua ikut?" tanya Dhani menghela nafasnya.

"Harus dong." jawab mereka dengan antusiasnya.

Dhani hanya mengerutkan dahinya dan menghela napasnya kemudian. Yah, dia tidak bisa menolak permintaan sahabatnya itu. Sekesal apapun dia, dia tak akan sanggup mengecewakan kedua sahabatnya.

***

"OMG, sumpah ini indah banget. Keren banget Lon." kata Rana dengan exitednya.

"Ahh, lo berdua pinter banget sih cari tempat ngedate seromantis ini." tambah Rahma dengan mata berbinarnya.

Yah, Delon dan Dino mengajak Dhani dan kedua gebetannya itu ke padang ilalang, Indah, keren, sejuk, asri dan sangat--romantis. Dhani sendiri bahkan belum pernah pergi ke tempat seindah ini sebelumnya. Tapi Dhani merasa ada yang kurang. Ada hal lain yang ia harapkan sebelum datang ke sini. Andai aja Rama ikut ke sini, pasti lebih asik. Gumamnya dalam hati.

Eht, sejak kapan ya Dhani memikirkan Rama seperti itu. Segera ia singkirkan jauh-jauh pikiran buruknya. Ia menggelengkan kepalanya dengan pelan berharap semuanya bisa menghilang dengan perlahan.

Ramadhani (COMPLETED)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang