7

153 17 20
                                        

Dunia hari ini

Begitu tak berarti

Tak berjalan cepat seolah tak peduli

Lambat laun kubertahan

Dengan hari ini

Hari yang tak akan pernah berakhir

Bambang terus  bernyanyi sembari mengikuti alunan petikan gitarnya.

Sekolah mereka akan mengadakan 17an. Jadi semua murid IPA 1 sibuk dengan tugasnya masing-masing. Ada yang bersih-bersih, membuat mading, membuat pojok baca, membuat ulah, bahkan sibuk chattingan dengan pacarnya. Sedangkan Bambang tau kan sibuk ngapain?

Di tengah suaranya yang kurang sedap di dengar, Satria pun datang menghampiri dengan kelinglungannya.

"Bro, gimana ya bro?"

Pertanyaan sebelum penjelasan itu sedikit ambigu ya kawan-kawan?

Tau yang dijawab Bambang? Ia malah mengeraskan suaranya.

Dan kuberjanji akan melepasmu

Dengan senyuman yang akan kau ingat dan kau kenang sampai mati

Selamanya...

Satria segera membekap mulut Bambang, namun ia tetap meneruskan nyanyian yang tambah sumbang karena bekapan tangan Satria.

"Berisik woyy!! Kalau nggak mau kerja seengaknya jangan bikin kuping orang budeg dong!" Malika, cewek yang kalau ngomong suka frontalan tapi fakta ini teman segengnya Kinan, Dyah, dan juga Celine. Selain itu ada juga Riska, Meli, dan Dwi.

"Iya-iya maaf-maaf." Ucap Bambang mengakhiri nyanyiannya.

"Jadi gimana bro?" Satria bertanya lagi.

"Gimana apanya curut, lo cerita aja belom." Sedikit ngegas Bambang menjawab.

"Masa lo nggak bisa liat dari tatapan mata gue sih? CS bukan sih lo?"

"Sangka lo gue dukun yang bisa tau permasalahan semua orang dengan natapin matanya?" Ini lagi tambah ngegas.

"Makanya nonton Karma dong lo biar nggak bedeng-bedeng amat."

"Emangnya lo? Udah cepetan cerita, kebelet boker gue."

"Gue pengen putus gimana ya bilangnya?" Tanya Satria ke inti.

"Emang masalahnya apaan?" Respon Bambang.

"Nggak ada sih,"

"Lah trus ngapain putus bego?" Bambang menekan kata begonya.

"Gue udah sepuluh bulan sama dia,--"

"Trus?"

"Cuma kata bapak gua kalau pacaran nggak boleh lama-lama." Alasan nggak logis, sih.

"Hmm," Bambang tampak berpikir keras. "Bagus juga pemikiran bapak lo." Dan ternyata ini jawabannya.

"Kalau gue sih yes!" Bambang setuju dengan pendapat Ayah Satria. "Bilang aja, break yok?!"

***

Heyyy gabuterzzz:v
M

asih diingetin buat follow @azzahraark.wp hehe

Our Stories [COMPLETED]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang