Hanya balkon ini yang ia luapkan semua kekesalannya, biarlah tanaman, bintang, bulan, hujan pendengar setianya.
Tapi malam ini bintang dan bulan tidak menghadiri curhatannya.
Ya hanya kilatan kilatan yang terlihat, warna abu dilangit terlihat jelas perpaduan antara hitam dan abu entahlah seperti itu kiranya.
Dan malam ini sama dengan malam sebelumnya tidak ada siapapun selain dia.
Tapi kali ini ia harus tidur di kasur bukan dibalkon.
Angin berhembus kencang tidak baik jika berada diluar. Neyshapun menutup kaca jendelanya dan gordennya.
Tv harus tetap menyala tidak terkecuali.
Cling ...
Panggilan dari Rehan.
"Iya hallo ..." ucap Neysha.
"Lo sendirian?" tanyanya.
"Ia gue sendiri, kenapa emang?"
"Lo mewek?"
"Enggak, ingus gue ini nongol.
Kenapa?"
"Enggak sih nanti sekolah gue kerumah lo, jangan kesiangan!"
"Iya, tapi gue gak mau berangkat Han please hari ini aja ya?"
"Enggak, apa coba alesnnya?"
'Gue males aja, lo ngertiin gue dong"
"Iya maka dari itu biar lo gak penat dirumah Ney.
Udah pokoknya besok gue kesitu lo udah siap!"
"Tap-"
"Ih kampret matiin lagi." decak Neysha, padahal ia sangat serius.
Neysha menutupi dirinya dengan selimut dan tertidur pulas setelah hujan berlalu.
***
Ting nong ...
Ting nong ...
Tok tok ...
"Hei Neysha, bangun !!!"
"Neysha!!"
Potongan kayu kecil jatuh tepat mengenai wajah Neysha.
Neysha perlahan membuka matanya.
"Neysha, cepat bangun!" terdengar suara sangat kencang didepan jendela.
Ia pun menghampiri jendela dan membuka gorden, untuk apa Rehan datang!, decaknya.
"Gue gak mau berangkat Han!" ujar Neysha melihat Rehan yang didepannya rupanya ia naik ke sini?.
"Buka pintu!"
"Enggak." jawab Neysha tidak peduli dengan raut wajah meledek.
"Neysha cepat."
"Iya iya." terpaksa Neysha membuka kaca jendela sekaligus pintu karena pasti Rehan tetap ngoarngoar dan membuat demo tetangga.
Menyebalkan!
"Apa?"'
"Untung gue kesini jam 6." ucap Rehan tersenyum picik, menatap Neysha yang masih berantakan.
"Sekarang jam 6? Bukan jam 8 atau 9?" sesal Neysha kenapa ia bangun tadi harusnya ia pura-pura saja tidak mendengar.
"Ayo sekarang kamu mandi dandan yang jelek cepet sana." gerutu Rehan menuntun Neysha ke kamar mandinya.
"Dan gue tunggu disini!"
Beberapa menit berlalu akhirnya Neysha selesai.
"Lo nggak mandi?"
KAMU SEDANG MEMBACA
Prospect [COMPLETED]
Novela JuvenilIni hidupku Neysha bisa saja nanti akan berubah nama itu, maaf jika membuatmu terluka Aku berterimakasih kepada seseorang yang telah membuat warna indah di kehidupanku Perkataan menyakitkan kalian, bukan berarti melemahkan tapi itu memotivasi ku u...
![Prospect [COMPLETED]](https://img.wattpad.com/cover/164076458-64-k451290.jpg)