Tinggalkan jejak Kalian ⭐
Vote and share ya thank you 💙
Delbar Neysha
Tidak terasa, sekarang aku duduk dikelas sebelas sudah hampir masuk semester genap saja.
Rasanya baru kemarin aku mos dan ya, asal kalian tau sekarang aku sudah cukup dewasa diumurku yang hampir tujuh belas tahun ini.
What seventeen years?
Sebagian orang yang pernah dihidupku sekarang telah pergi.
Mamah, Rehan, dan mungkin kak Zidni tapi aku tidak mau itu.
Tapi tahun depan dia akan menikah, tidak menyangka semuda itu dan mereka akan kehilangan masa muda mereka.
Ah sudahlah biarkan saja, ...
Aku sedang membaca buku sejarah, cukup menarik karena selain tau sejarah lampau aku juga tau pengorbanan pada zaman itu.
Seperti biasa tiba-tiba Freedy mengejutkanku dan kumpul juga genk abal-abal.
"Lo gak kaget Sa?" tanya Freedy kesal, sepertinya ia gagal mengejutkanku.
"Kagalah, gue kan udah kebal sama tepukan lo," jawabku tertawa.
"Eh gays, udah hampir kelas dua belas nih kita ..." ujar Sindy.
"Iya terus kenapa?" tanya Freedy memakan snack ringan.
"Gue mau tau cita-cita kalian tuh apasih?" tanya Sindy menunjuk kami satu persatu.
"Iya bener," sambung Lena.
"Lo apa Len?" tanya Sindy.
"Dokter," jawab Lena tersenyum mantap. "Lo apa Sin?" lanjut Lena.
"Gue mau jadi dosen," jawabnya tersenyum. "Freed?" tanya Sindy.
"Pengacara pastinya!" seru Freedy lantang.
"Haha percaya, omongan andakan tidak bisa dikalahkan ..." ujarku tertawa sambil meremas mulut Freedy.
Entah kenapa kalo Freedy ngomong pengennya aku sakiti dia. Haha
"Nanti monyong bibir seksi gua!" ujar Freedy memegang mulutnya, sementara aku dan yang lain masih meminimalisir tawa.
"Nah lo Sa, selain model nih. Kan sekarang lo udah jadi model cukup terkenal ada lagi nggak selain itu?" tanya Sindy selesai mengatur nafasnya.
"Mm pengusaha, fotografer ..." ucapku terkekeh.
"Fotografer? Lo model, lo mau foto sendiri? Itu mah selfi nona,"sambung Lena Magdalena.
"Tidak masalah, model yang mandiri," ujarku menguraikan rambutku.
Oh ya, selama setengah tahun ini aku menjadi model karena aku tertarik melihat yang ditv, aku juga suka menyanyi mungkin itu aku simpan menjadi hobi saja.
Dan sekarang gayaku juga berbeda, lebih feminim dan pastinya selalu terlihat muda. Haha
Apa kalian tau, kenapa aku ingin menjadi fotografer?
Jawabannya karena sebelum aku menjadi model kebetulan saudariku juga calon model jadi kita saling memotret dan ternyata hasil potretanku semuanya bagus dan disukai oleh produser modeling dan sekarang saudariku kak Clara menjadi model terkenal di Indonesia.
Bagaimana, menarik tidak? Tidak ya, baiklah tidak apa. Hehe ...
"Kalo lo Vin?" tanya Sindy.
"Gue mau jadi tentara nasional Indonesia!" seru Kevin mantap.
"Waw keren banget sumpah Vin, semangat semoga tercapai ..." ujar Freedy. "Negara aja dijaga apalagi nanti calon istri, wkww." Freedy menggoda.
"Pasti gue jaga istri gue nanti," ucap Kevin tertawa dilanjutkan tawaan dari kita.
Hmm, semoga apa yang kalian impikan itu menjadi kenyataan ...
***
Hari ini tanggal merah tepatnya hari Minggu, ini liburkan?
Keadaan rumah saat ini semakin menegang lantaran aku dan Nita sampai saat ini masih bertengkar dan semakin memanas.
Akupun tak tau apa penyebab pasti Nita menjadi kembali benci padaku, padahal yang aku tau aku tidak pernah berbuat apapun sekarang.
Ya, ibu tiri tetaplah ibu tiri sebaik apapun dia tidak mungkin akan menyayangiku lebih seperti menyayangi anaknya.
Di dunia ini mungkin ada satu atau dua ibu tiri yang tulus baik dan menyayangi anak tirinya dan menganggap bahwa sebagai anak kandung.
Sudahlah, tidak akan kudengarkan ocehan dia.
Pagi-pagi seperti ini dia sudah mengomeliku.
Aku mengubah posisiku menjadi tengkurap dan menutup kedua telingaku dengan bantal agar tidak terdengar ocehan itu.
"Ada apa?" tanya papah, aku paham suara itu, karena pintu kamar sedikit terbuka jadi aku mendengarnya.
"Anak kamu itu, anak perempuan jam segini masih tidur bukannya beres-beres rumah!" jawabnya.
"Biarkan saja, apa masalahnya?"
"Kamu ini ya terus aja bela, mentang-mentang itu anak kamu!"
"Aku harus apa Risni?"
"Bangunin dia dong suruh bantu aku nyuci, nyapu, masak dan yang lain."
Aku benci dengan ocehan Nita yang terus saja mengomel, kasihan papah hari liburnya jadi berantakan.
Baiklah, aku mengalah aku keluar dari kamar dan masih memakai piyama.
"Tuh kan, bau banget!" seru Nita, masa sih? Aku mencium setiap jaitan, tidak ada yang bau.
Aku masih ingat dengan berita tadi malam, kalau Amerika sedang ada gempa bumi dan juga banjir bandang.
Aku takut mamah kenapa kenapa ...
"Nita buatkan kopi,"
"Iya sayang ..."
Nita menyuruhku untuk mengikutinya dan menyuruhku untuk menyuci piring intinya membersihkan rumah.
Semua sudah ku bersihkan tinggal ruang TV yang belum, saat aku mulai mengepel berita itu terus membayangiku dan seolah mengatakan kalau mamah ...
"Neysha kenapa?" tanya Kevin, memegang punggungku.
"Gue pusing Vin, ambilkan minu-"
"Alesan," decak Nita.
Kevin tidak menggubris Nita, dia malah mengantarkanku ke kamar dan menyuruhku untuk istirahat, baiknya.
---
Seharian penuh aku dirumah saja
Membosankan!
Aku menonton tv, membaca novel, membaca sejarah, ah benar-benar membosankan.
Sementara Kevin, enak sekali dia sedang berlatih basket untuk pertandingan lusa bersama Freedy dan yang lain.
Ah, kenapa aku tidak diajak.
Tiba-tiba aku membuka ponsel dan membuka galeri foto dan ya, aku menemukan fotonya.
"Andai lo kesini lagi, nyamperin gue terus main. Haha ngarep banget lo .." celotehku sembari memandangi fotoku bersama Zidni.
Ekspresi wajahnya yang mau menyuapiku tetapi ditolak keras olehku dan yang memfoto kita itu kak Olif, haha benar-benar kenangan terindah.
***
Ngarep aja, kapan jadinya
To be continued 👉
Aku tuh ya pengen banget buat squelnya, karena disaat aku lagi boring dan ngecek hp ya kemana lagi kalo nggak buka ini. 😂
KAMU SEDANG MEMBACA
Prospect [COMPLETED]
Fiksi RemajaIni hidupku Neysha bisa saja nanti akan berubah nama itu, maaf jika membuatmu terluka Aku berterimakasih kepada seseorang yang telah membuat warna indah di kehidupanku Perkataan menyakitkan kalian, bukan berarti melemahkan tapi itu memotivasi ku u...
![Prospect [COMPLETED]](https://img.wattpad.com/cover/164076458-64-k451290.jpg)