"Nih lokasinya,"
"Udahlah kita pulang aja,"
"Tapi Vin ..." ucap Neysha dengan mata berbinar.
Kevin menghela nafas berat "oke."
"Thank you ..." ucap Neysha tertawa senang dilanjut dengan tatapan Kevin yang ikut tersenyum.
Mereka mengikuti lokasi tersebut dan akhirnya sampai di gedung besar itu.
Selesai Kevin memarkirkan mobilnya, mereka melangkah untuk masuk ke gedung itu.
Kenapa lo deg-degan Ney?. Batin Neysha.
Saat beberapa langkah untuk masuk ke pintu, bapak penjaga yang berdiri didepan pintu bertanya "kalian kelas berapa?"
"Sepuluh," jawab Kevin.
"Maaf acara ini khusus untuk kelas dua belas, kalian tidak diperbolehkan masuk," ujar bapak itu.
"Tapi pak bukannya ini bebas ya?" tanya Neysha panik.
"Tidak ini private."
"Tapi gue mau masuk!"
"Maaf nona tidak boleh,"
Neysha dan bapak itu saling adu mulut dan berusaha untuk masuk.
"Lo budek apa dungu sih?" tanyanya yang tiba-tiba muncul dari dalam.
"Loh pak, katanya private kenapa cewek rese itu masuk dia kelas sebelas loh pak?!" tanya Neysha yang tidak bisa menahan emosinya terlebih ia melihat Gita diperbolehkan masuk.
Iya, Gita!
"Gue jadi tamu undangan disini dan ya, apalagi Zidni ngajak gue kesini," sambung Gita dengan sombong.
Neysha bersikap acuh apalagi Kevin menarik lengan Neysha, kayanya Kevin juga risih mendengar ocehan Gita.
"Tunggu ..." Gita menghentikan langkah Neysha kemudian berbisik.
"Setelah gue lulus, gue dan Zidni akan menikah. Hadir ya," bisik Gita .
Jleb!
Masuk ke telinga tersampaikan ke otak, otak memberitahu hati Neysha.
Nikah? Benarkah akan seserius itu Zidni, tidak mungkin semuda itu.
Mata Neysha memanas, bukannya bertemu dengan Zidni tapi monster itu yang ia temui.
Sudahlah, memang seharusnya Neysha melupakan Zidni dan fokus saja ke pendidikan dan cita-citanya.
"Ayo Neysha!" seru Kevin yang sudah menunggu dimobil.
Neysha masuk kemobil dengan lemas, air matanya sudah tidak bisa dibendung lagi.
Ya, Neysha menangis dengan terisak-isak.
Neysha mengehela nafas panjang sembari menyenderkan punggungnya.
Sementara Kevin tidak ingin menanyakan apapun, ini tidak tepat.
Tapi apa yang diucapkan Gita? . Batin Kevin.
Setelah melaju beberapa kilo, Kevin menghentikan mobilnya.
"Lo laper?" tanya Kevin.
Neysha hanya menggeleng.
"Haus?" menggeleng juga.
Kevin pergi, kedepan untuk membeli minuman.
"Lo berharap terlalu jauh Ney, Lo gila ya. Kenapa lo nangis? ya terserah dia dong lagian dia bukan apa-apa Lo kan?!"
"Lo bego, bloon!!" tangis Neysha pecah.
Melihat Kevin yang didepan akan masuk, Neysha menghapus air matanya dan berusaha untuk biasa saja.
"Nih minum," ujar Kevin menyodorkan minuman.
"Makasih Kevin ..." ucap Neysha tersenyum ria.
"Bukannya lo tadi nangis?"
"Kapan? Gue aja gak inget lo amnesia sesaat kali ..." celoteh Neysha dengan tawanya,
"Terserah lo," ujar Kevin menyalakan mobil.
Lo bohong ketauan banget sih Sa. Batin Kevin terkekeh.
***
Sekolah terasa sepi ketika kelas dua belas sudah jarang ada disekolah.
Lebih tepatnya tidak ada Zidni.
Hari ini adalah hari pembagian raport dan yang mengambil raport seperti biasa bukan Prash tapi pak Joko supir setia Prash.
Ya, pak Joko mungkin sudah dianggap ayah kedua Neysha yang begitu menyayanginya.
Pembagian raport selesai, syukurlah Neysha mendapat peringkat lima itu berarti ada perubahan walaupun Kevin lebih tinggi darinya.
Ya, Kevin mendapat peringkat pertama.
Sudahlah yang penting Neysha akan berusaha lebih keras.
---
"Bagaimana Tn. ?"
"Segera buat apartemen itu,"
"Baik Tn. Saya permisi."
Iya itu adalah pembicaraan Prash dengan rekannya, setelah kepergian rekan tersebut.
Prash menyambut kehadiran Neysha dan Kevin.
"Hai, bagaimana hasilnya?" tanya Prash.
"Neysha mendapat peringkat lima Pah," sahut Neysha dengan antusias.
"Wah selamat ya sayang, kamu berapa Kevin?" tanya lagi Prash, mengelus rambut Neysha.
"Kevin peringkat pertama Pah, ..."
"Selamat sayang, tetap seperti ini ya pertahankan," ucap Prash memegang kedua bahu Kevin.
"Iyalah anak siapa, peringkat lima ya? Selamat ya Neysha ..." sambung Nita tersenyum miring.
Senyuman manis yang Neysha balas.
Mereka kembali ke kamar masing-masing untuk membersihkan diri.
Untuk pertama kalinya Neysha teramat sangat senang ia mendapat peringkat lima dengan nilai tertinggi semua materi ipa. Bangga sekali!
"Gue akan lebih giat belajar dan mendapatkan ilmu yang berguna!" ucap Neysha mantap.
***
T
BC
KAMU SEDANG MEMBACA
Prospect [COMPLETED]
Teen FictionIni hidupku Neysha bisa saja nanti akan berubah nama itu, maaf jika membuatmu terluka Aku berterimakasih kepada seseorang yang telah membuat warna indah di kehidupanku Perkataan menyakitkan kalian, bukan berarti melemahkan tapi itu memotivasi ku u...
![Prospect [COMPLETED]](https://img.wattpad.com/cover/164076458-64-k451290.jpg)