"Tetap hukum kedua orang itu karena Neysha tidak memakai papan nama dan Kevin sangat tidak sopan." suruh Chika.
"Iya kak." jawab Handra menurut karena Chika seniornya.
"Minta perhatian, untuk Neysha kenapa tidak memakai persyaratan yang kemarin sudah dijelaskan?" tanya Handra tegas.
"Boro-boro bawa persyaratan, sekolah disini aja gue males." decaknya dalam hati.
"Mm ... tadi buru-buru nggak kebawa kak." jawab Neysha gemetar.
"Neysha Kevin kedepan cepat!"
"Sekarang lari kelapangan tengah!"
"Perasaan tadi dia care kok sekarang kejam" ujar Neysha menggerutu.
Mereka berdua dihukum dan disuruh lari oleh ka Handra keliling lapangan dan membersihkan sampah yang ada.
Baru dua putaran Neysha berhenti tarik nafas dan dihembuskan lalu berkata.
"Untuk belajar menerima kenyataan itu sulit, tidak sesuai dengan harapan namun berubah menjadi kewajiban dan sekarang beban berat itu kian menjadi tanggungan."
"Neysha kenapa berhenti. Lanjutkan!" tegas Handra.
"Huh ... untung gue mantan PASKIBRA jadi lumayan ada bekal buat kaya gini." decak Neysha sambil mulai lari.
Setelah selesai untuk dua hari ini besok adalah hari terakhir siswa-siswi mengikuti MOS.
"Sin Sin pulang bareng ya?" ajak Neysha.
"Ikut gue aja belakang kosong Yuk?" cegah Kevin
"Walaupun lo diem lo gak pernah ngomong ke gue, gue tau lo juga sama kan sama apa yang gue rasain." pertegas Kevin.
Karena dicuekin parah, Kevin mengegas motornya dan langsung berangkat dengan ngebut.
***
Dipagi harinya Neysha bangun lebih awal dan membuat sarapan pagi untuknya dan papahnya, karena bi Iroh sedang sakit.
Pukul 06.00 am.
"Makan pah ?"
"Mana bi Iroh?" berbalik tanya.
"Bi Iroh sakit pah, jadi Neysha yang buat." jawab Neysha yang kecewa.
"Ouhh kalo gitu papah berangkat dulu ada meeting sekarang."
"Iya pah." mengiyakan dengan senyuman terpaksa.
Setelah sarapan selesai Neysha langsung berangkat agar tidak kesiangan dan membawa persyaratan (papan identitas yang menggunakan kardus )
"Kenapa?? sekolah udah bagus tahun 2018 tapi masih aja beginian!" ucap Neysha sebal.
Semua siswa mengikuti apel pagi dan barisan terdepan itu kelas MIPA 2 Rehan dan sampingnya kelas MIPA 1 itu Neysha dan Sindy.
Setelah selesai semuanya masuk kelas . Dan disaat itu juga semua anggota OSIS akan berakting yang membuat siswa tambah benci ... hehe
"Itu." tunjuk Chika kemeja Neysha .
"Gue?"
"Bukan itu yg disampingnya." jari masih menunjuk.
"G-g-gue ?" tanya Sindy gemetar.
"Ya sini kedepan."
"Kenapa rambut gak dikuncir?" tanya dengan sinis.
"Cari kuncir rambutnya susah jadi langsung berangkat dari pada telat." jawab sindy takut.
"Kevin?"
"Apa? Gue nggak punya salah!" jawab Kevin dengan tegas.
Para kakak-kakak OSIS terdiam, karena memang benar tidak ada kesalahan dari Kevin.
KAMU SEDANG MEMBACA
Prospect [COMPLETED]
Teen FictionIni hidupku Neysha bisa saja nanti akan berubah nama itu, maaf jika membuatmu terluka Aku berterimakasih kepada seseorang yang telah membuat warna indah di kehidupanku Perkataan menyakitkan kalian, bukan berarti melemahkan tapi itu memotivasi ku u...
![Prospect [COMPLETED]](https://img.wattpad.com/cover/164076458-64-k451290.jpg)