Bughh
Tendangan itu tepat mengenai punggung Zidni yang sedang membelakangi pria tersebut.
Hingga terjadi perkelahian hebat antara mereka berdua.
Sementara Arul membantu Bianca yang jatuh tadi dan Didin berupaya memisahkan keduanya namun usahanya gagal karena mereka terlalu emosi.
Dion dan yang lainnya memanggil security.
Plakkk
"Cukup Zidni!" ujar Didin terpaksa memukul pipi Zidni.
Akhirnya mereka berhenti dengan perkelahian tadi.
"Itu pak orangnya." tunjuk Doni membawa pak satpam.
°°°
"Kita duluan bro." pamit Deon.
"Iya, hati-hati bro." jawab Didin dilanjutkan Zidni dan Arul.
"Sorry Zid." ucap Didin.
"Gue yang salah, thanks ya Din." jawab Zidni.
"Kenapa sih lo?" tanya Didin menghampiri Bianca.
"Maaf gara-gara gue kalian dapet masalah." jawab Bianca.
"Tunggu ... Maksud lo apa?" tanya heran Zidni.
"Ya jadi dia itu, ... dia itu ..."
"Dia siapa?" tanya lebih penasaran Arul.
"Kita sambil jalan aja."
"Jadi dia itu Leon Panetta mantan gue, tapi gue gak suka lagi sama dia, sejak Leon mutusin gue. Kejadian nya juga udah beberapa bulan lalu tapi karena pacar barunya memutuskan untuk menikah, akhirnya Leon memaksa gue buat nikah sama dia." ujar Bianca menjelaskan sambil berjalan.
"Waw menyeramkan juga cerita lo." ucap Didin.
"Terus maksud kita dapat masalah apa?" tanya Zidni.
"Ya bener pertanyaan lo, tumben lo pinter?" tanya Didin tertawa.
"Dia udah pinter kali." jawab Arul.
"Ya kalian dapat masalah karena kalian nolongin gue, gue minta kalian hati-hati ya dimanapun kalian?" pinta Bianca memelas.
"Gue duluan Rul, semua. Makasih ya." pamit Bianca.
"Sama siapa?" tanya Arul.
"Bokap gue, tadi sebelum kejadian ini gue ngabarin buat jemput gue, duluan ya sekali lagi makasih. Bye." pamit Bianca pergi.
"Wah perasaan cepet banget, tiba-tiba kita udah di depan gerbang sekolah aja." ujar Didin tersadar karena terlalu fokus dengan cerita Bianca tadi.
"Haha ... Iya. Semoga si banci Thailand gak nongol lagi ya gays." ucap Zidni.
"Aamiin ..." sahut semua terkekeh.
***
Didalam mobil tepatnya didepan mall, Rehan sempat melihat Sindy jalan bersama laki-laki dengan postur tubuh yang terlihat tidak asing dengannya.
"Buat apa gue ngepoin Sindy?" pikir Rehan.
"Tapi cowoknya kaya gue kenal? Ah ... udahlah."
Kling ...
Panggilan Videocall masuk dari Neysha
"Sha?? apa kabar lo? katanya lo nggak bakal buka handphone?" tanya Rehan berbobot.
"Yaelah satu satu kali, iya nih gue boring disini, ya ... Gue sempetin aja buat call lo."
"Kapan lo pulang? udah berapa Minggu lo ngga berangkat?" tanya Rehan menatap layar ponselnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Prospect [COMPLETED]
Fiksi RemajaIni hidupku Neysha bisa saja nanti akan berubah nama itu, maaf jika membuatmu terluka Aku berterimakasih kepada seseorang yang telah membuat warna indah di kehidupanku Perkataan menyakitkan kalian, bukan berarti melemahkan tapi itu memotivasi ku u...
![Prospect [COMPLETED]](https://img.wattpad.com/cover/164076458-64-k451290.jpg)