Beralih ke rumah Zidni, disana berjejer sepeda motor dari yang antik sampai yang modern.
Neysha melihat sekeliling rumah, memang rumahnya sejuk apalagi penghuninya.
Mereka mulai duduk dan memegang buku untuk belajar. "Kita mulai dari-" ucap Zidni terhenti ketika Olif tiba-tiba bertanya, membuat gerogi bertambah saja nih.
"Pacar gipos De?" tanya Olif yang menghampiri mereka berdua.
"Gipos?" tanya Neysha heran.
"Gipos gingsul polos, itu loh." mengarahkan matanya ke Zidni.
"Ouh ... Haha."
"Bu-bukan kak, kak Zidni Kakak kelas aku kak, aku mau belajar sama kak Zidni." jawab Neysha shock, tersadar.
"Ganteng ya dek, cocok kamu sama Zidni. Gue dukung kalian persen, dari pada sama dia?" ujar Olif memandang Zidni.
Neysha hanya tersenyum picik, menyebalkan kakak ini buat suasana canggung saja.
Tapi syukurlah kalo Olif sudah merestui, ... Merestui ?.
"Anak mana?"
"Apaan sih, udah sana nyuci lanjutin." celoteh Zidni.
"Awas kamu ya." ucap Olif menarik rambut Zidni.
"Lanjutin De, jangan pikirin itu hehe." ujar Zidni dengan tawa terlihat gingsul giginya, yang semakin menarik untuk Neysha.
"Iya kak." sahut Neysha memandang tawa Zidni.
Merekapun belajar dan tertawa bersama layaknya seperti sudah sangat kenal bertahun tahun, tanpa ada rasa canggung lagi di keduanya.
Tok ... Tok ...
Olif membuka pintu, ternyata Panji yang datang membawa syal yang dipinjamnya.
"Ada Zidni?" tanya Panji dengan gayanya.
"Ada, Neysha ... Eh maksudnya Zidni ... Sini ada temennya, kakak mau masak."
Dengan sigap mereka langsung keluar dan memeriksa siapa yang diluar, papah? Enggak mungkin.
"Eh ... Apa?"
"Nih syal lo." menyodorkan syalnya.
"Gue pulang ya kak."
"Eh Neng Neysha sama abang aja yuk?" tawar Panji mengelus pundak Neysha.
"Apaan sih!"
"Ah ... Neng Neysha pura-pura aja."
"Lo tau nama gue dari mana?" tanya Neysha menatap tajam.
"Dari Zidni lah, lo kan ganggu aja dia ya engga Zid? Sekarang lo disini ngapain aja sama dia, gantian dong? Kata Zidni lo ngejar aja dia sekarang gue kejar lo deh?" ujar Panji.
Neysha menatap dengan banyak pertanyaan, apa benar Zidni berkata seperti itu?
Setega itu?
Sedangkan Zidni hanya menaikan kedua bahunya, seolah ia menutupi sesuatu.
"Yaelah neng gak usah genit gitu, kata Zidni dia itu kasian kalo nyuekin Lo ya intinya kaya pengemis gitu.
Tenang aja Sha gue bakal sama Lo tanpa lo harus ngemis." ujar Panji dengan ungkapan yang meyakinkan.
Deg!
Neysha terdiam tak menyangka.
Pengemis? Kasian?
Apa benar Zidni seperti itu, ngomong gitu? Omongan gak penting, Gue kira dia orang yang baik gak seperti yang lain.
Bisa nutupin kekanak-kanakan Neysha, tapi enggak?
Baru saja ia merasa bahagia karena sepertinya Zidni memang orang yang tulus mau mengajari dan ia sudah percaya pada Zidni dan tidak mungkin menyakiti seperti Kevin.
KAMU SEDANG MEMBACA
Prospect [COMPLETED]
Teen FictionIni hidupku Neysha bisa saja nanti akan berubah nama itu, maaf jika membuatmu terluka Aku berterimakasih kepada seseorang yang telah membuat warna indah di kehidupanku Perkataan menyakitkan kalian, bukan berarti melemahkan tapi itu memotivasi ku u...
![Prospect [COMPLETED]](https://img.wattpad.com/cover/164076458-64-k451290.jpg)