Matahari perlahan tenggelam, langit terlihat memerah, aktifitas didalam dan diluar berserakan akan pulang menuju rumahnya.
Malam datang haripun gelap bintang bulan bersahabat terang.
"Mamah mana pah?" tanya Neysha.
Prash menaikan kedua bahunya seolah menandakan tidak tau atau tidak peduli dengan Neha yang jelas masih menjadi istrinya.
"Benci keadaan ini pah!" ujar Neysha pergi keluar.
"Kenapa? Kenapa semuanya terjadi gue benci benci." decak Neysha melempari kerikil yang didepannya.
"Ney?" panggil Prash menghampiri Neysha yang duduk di teras.
"Sudahlah, kamu ikhlaskan saja semua ini mungkin ini yang terbaik Ney?" ucap Prash mengelus puncak rambut Neysha.
"Ikhlas, kata yang mudah dikeluarkan tapi sulit untuk dilakukan pah ..." ujar Neysha menatap Prash.
"Neysha masih butuh bimbingan kalian berdua pah, Neysha pengen kalian yang ada disamping Neysha bukan yang lain."
"Kamu udah dewasa Ney, jangan kaya anak kecil gini dong, banyak yang diluaran sama kaya kamu tapi mereka diam!" tegas Prash yang mulai menaikan nada tingginya dan berdiri.
"Aku masih remaja pah, umur 11-21 masih tergolong remaja, yang masih membutuhkan kasih sayang lengkap dari orang tuanya dan inget pah mereka tidak ingin mempunyai nasib seperti ini dan Neysha tidak ingin ada diantaranya pah!" sahut Neysha mengahapus air matanya dan pergi dari rumah itu.
Prashetyo terdiam mendengar kalimat anaknya yang semakin kini cukup bijak menghadapi kenyataan, walaupun yah ... Keadaannya seperti itu.
Neysha mengehela nafas panjang dan menenangkan diri seperjalanan.
Tok ... Tok ...
"Tarik nafas ... Buang ..., Kuat Ney Lo kuat." ucap Neysha mengatur nafasnya.
Klekk
"Eh Sha lo dari mana aja? Lo pake seragam?" tanya Rehan tentunya khawatir.
"Ada mamah?"
"A-ada ..."
Ia masuk tanpa mengucapkan kata lagi kepada Rehan.
"Mah?"
"Iya nak ..."
"Pulang yuk mah?" ajak Neysha berpikir agar bisa menyatukan keluarganya.
"Enggak nak mamah nginep aja disini lagian papah Rehan lagi keluar kota, ya nak."
"Ouh oke."
"Duduk dulu sayang ..." ujar Marsa.
"Iya bude."
"Rehan bikinin Minun dong buat Neysha."
"Nggak usah bude ih."
Mereka duduk berempat di ruang tv.
Dimeja ada amplop coklat berukuran besar dan Neysha segera mengambilnya dan membukanya.
GUGATAN CERAI UNTUK PRASHETYO
Hanya senyum sinisnya setelah membaca kertas itu.
Sudah ku duga ternyata ini yang memang benar akan terjadi, batin Neysha.
Kenapa terjadi?
"Ney? Kamu nggak apa-apa kan?" tanya Rehan menjauhkan Neysha dari meja tersebut yang masih bisa terdengar pembicaraannya oleh Neha dan Marsha.
"Nggak, nggak papa kok ..." jawab Neysha Mengehela nafas berat.
"Gue ikut alur ceritanya aja, Han. Gue Pemain disini, yah ... Gue aktris disini adegan yang sangat mudah bukan Han?" decak Neysha dengan nafas tersengal-sengal, mata dan hidung yang memerah menahan isakan tangisnya.
Kata-kata yang sulit untuk dimengerti jika tidak mendalami kalimat tersebut.
Ia izin keluar untuk menghirup udara segar diluar, mencoba tabah dengan semua ini.
Udahlah orang tua gue juga gak ngurusin buat apa gue pikirin hal ini.
Yang akan membuat frustasi.
Ia memilih mencoba untuk tidur seperti biasa tanpa merasa ada sesuatu dan terbangun di pagi yang cerah untuk melanjutkan aktifitas yang semestinya.
***
Di pagi ini tidak seperti biasanya Neysha berangkat sangat pagi kesekolah.
Dengan wajah yang lusu dan pucat.
Ia berjalan pelan menuju kelasnya ditengah lapangan tengah dengan santai karena merasa saat ini sekolah sangat sepi dan langit tidak begitu terang.
"Neysha?"
Terdengar ada yang memanggilnya tapi dari mana? Dengan melihat setiap ruangan tidak ada seorang pun disana.
Ah sudahlah ... Mungkin haluku saja. batinnya.
"Neysha tunggu?" pinta Zidni ternyata dari lantai dua.
Senyum kaku yang diberikan Neysha seolah mengiyakan ia akan menunggu turunnya Zidni.
"Dek ... kemana aja gak berangkat seminggu ini?" tanya Zidni sangat ingin tahu. Sontak Neysha tidak percaya ia disambut oleh Zidni?
Zidni?
"Ada urusan aja kok, permisi." jawab Neysha dingin, sempat ia melihat pergelangan Zidni.
Hah, enggak mungkin Ney lo berharap banget sih.
Zidni terdiam melihat kepergian Neysha yang sangat berbeda seperti terakhir kali ia bertemu.
Kenapa? Apa ada yang salah dari gue?
Polos atau bagaimana Zidni ini?
Tidak ingat dengan kejadian itu?
Jarum jam berputar seolah sangat cepat dari pagi yang sangat sepi sekarang sangat ramai dengan perlahan, lapangan pun sudah dipenuhi siswa untuk upacara.
"Sha Ayo?" ajak Lena.
"Iya, Sindy mana?" tanya Neysha mengambil topi sekolahnya.
"Duluan tuh."
"Oh ..."
Beberapa menit berlalu upacara pun selesai, seperti biasa diakhir acara ada beberapa kalimat yang akan disampaikan oleh guru.
Tiba-tiba Zidni, Didin, dan Arul berdiri tegap di mimbar.
Sepertinya mereka ingin menyelesaikan hukumannya yang kemarin.
Keduanya selesai dengan pidato bahasa Inggrisnya walaupun gak jelas gitu. Intinya yang penting selesai.
Tinggal Zidni yang akan melanjutkan pidatonya.
Sebenernya Zidni lancar dengan bahasa Inggris namun mungkin dia masih gerogi karena ditonton oleh orangtuanya yang tiba-tiba datang tanpa diundang.
Sial !
Juga teman yang disamping membuatnya tidak fokus dengan susunan kalimat.
Tertawa? Tentu, semua tertawa karena bicaranya, namun terlihat masih sangat berwibawa. parasnya yang tampan membuat siswi hanya tersenyum ingin memiliki dan yang sangat puas dengan tawanya ialah cowok kelas XII terutama Panji.
Sedangkan Neysha bersikap biasa saja seperti tidak ada apa-apa didepan, ia selalu mengalihkan pandangannya sesaat jika Zidni melihatnya.
Pertanyaan dihati Freedy yang berdiri disampingnya sangat banyak. Kenapa diam? Katanya mau mendapatkannya?
Freedy teman yang saat ini sangat dekat dibanding yang lain. Selain mengerti ia juga orang yang sangat humoris membuat kesedihan seseorang berlalu jika berada disampingnya.
"Tumben lo diem?" tanya Freedy menenggor Neysha.
"Nggak."
"Gimana mau traktirnya lo aja mau move on dari dia."
What?
***
Update langsung dua ah ... 😁
Baca part berikutnya ya ...
Vomment, Don't forget 😉
KAMU SEDANG MEMBACA
Prospect [COMPLETED]
Fiksyen RemajaIni hidupku Neysha bisa saja nanti akan berubah nama itu, maaf jika membuatmu terluka Aku berterimakasih kepada seseorang yang telah membuat warna indah di kehidupanku Perkataan menyakitkan kalian, bukan berarti melemahkan tapi itu memotivasi ku u...
![Prospect [COMPLETED]](https://img.wattpad.com/cover/164076458-64-k451290.jpg)