Jangan lupa vomment ya 😁
Delbar Neysha
SRET
Aku membuka gorden lebar-lebar agar sinar mentari masuk keruanganku.
Memberi cahaya kehangatan untuku.
Aku mengehela nafas panjang, mencium aroma pagi ini.
"Selamat pagi alam semesta!"
Setelah aku berbincang sedikit dengan alam, aku bersiap untuk berangkat sekolah. "Hari ini upacara, gue harus tepat waktu!" ucapku mantap.
Baru saja aku melangkah satu langkah dari kamar, lagi-lagi Nita sudah mengomel kini sepertinya mereka bertengkar hebat dengan papah.
Papah pergi pagi sekali ke kantor gara-gara itu dan Kevin mungkin ia sudah berangkat untuk latihan lagi.
Dan kini tinggal aku dan dia dirumah.
Bencana!
"Kamu senang?" tanya Nita. Aku hanya menggeleng.
"Apa kamu ingin tahu kenapa kita bertengkar?"
"Kenapa?" tanyaku.
"Prash melihat ponselmu dan dia melihat berita kalau Amerika sedang terkena bencana ..."
"Lalu?"
"Dia menghubungi mantan istrinya hanya karena kamu!" serunya menunjukkan jarinya didepan mataku.
"Oh bagus dong," ucapku tersenyum.
"Dan asal kamu tau, kalau Prash masih menghubungi mantan istrinya tidak segan-segan aku akan mencarinya dan kik!" ancamnya, sembari menunjukkan lambang dead.
Sungguh aku takut dengan ancamannya, aku terus mengingat ucapan Nita.
---
Aku menaiki angkot dengan terpaksa karena tidak ada kendaraan lain.
Sial!
Angkotnya penuh hanya ada satu yang kosong yaitu dibelakang pas supir. penghalangnya ada kardus dan besi, ya aku duduk disana dengan mengahadap kedepan.
Selama perjalanan entah pikiranku kemana, tapi lebih parah lagi supir gelo itu menyetir mobil dengan kecepatan tinggi ya sangat kencang.
Lebih tepatnya ugal-ugalan.
Aku sadar akan hal itu, semua penumpang panik ada juga yang teriak untuk menghentikan mobilnya.
"Kaga kenapnapa aye ngebut cari orderan ini!" ucap supir memandang sepion, bukannya memelankan kendaraannya justru ia malah lebih kuat menginjak gasnya.
Setelah kebut-kebutan dengan angkot lain, entah kenapa bapak supir ini seperti kehilangan kendali.
"Bang, hati-hati bang!" seruku ketakutan.
Anak-anak yang didalam juga menangis tapi tidak digubris oleh supir ini.
Supir gila!
Brakk
Tiba-tiba angkot ini menabrak tiang listrik dan kepalaku terbentur besi dengan sangat kasar dan mengeluarkan darah dari jidatku.
Setelah itu aku tidak mengingat apapun.
***
Perlahan aku membuka mataku, pandanganku kabur tapi aku tahu ini adalah semacam rumah sakit.
Ada laki-laki yang sedang mengobrol dengan dokter.
"Bagaimana nona, sudah agak mendingan kan? Kamu diinapkan saja ya disini satu hari saja ..." ujar dokter.
"Tidak dok, biarkan aku kesekolah ini sudah terlambat," ucapku membuka selimut walaupun pandanganku masih kabur.
KAMU SEDANG MEMBACA
Prospect [COMPLETED]
Novela JuvenilIni hidupku Neysha bisa saja nanti akan berubah nama itu, maaf jika membuatmu terluka Aku berterimakasih kepada seseorang yang telah membuat warna indah di kehidupanku Perkataan menyakitkan kalian, bukan berarti melemahkan tapi itu memotivasi ku u...
![Prospect [COMPLETED]](https://img.wattpad.com/cover/164076458-64-k451290.jpg)